Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Citra langsung turun dari tempat tidur rumah sakit, kemudian dia menghampiri Eril dan menatap wajah pria yang sedang terbaring lemah itu.


'Bang Eril, maafkan Citra. Ya, karena sudah mendoakan Abang jatuh tadi,' batin Citra.


Citra bergegas pergi dari sana, karena dia tidak mau sampai ada yang mengetahui apa penyebab Eril kecelakaan.


Setelah sampai di rumah, Citra masuk ke dalam kamarnya sambil mengemasi barang-barang yang akan di bawa besok.


"Berat hatiku meninggalkan semuanya. Tapi, aku harus pergi ... ini demi kebaikan aku dan mereka," ucap Citra dengan lirih.


Ceklek!


Pintu kamar Citra di buka oleh sang emak, dan wanita paruh baya itu langsung memeluk anaknya yang akan pergi besok.


"Nak, jangan pernah lupakan emak," ucap Mina dengan sangat lirih.


Citra terdiam, karena dia hanya merantau saja bukan ingin melupakan semuanya atau pergi jauh, dan tidak akan kembali lagi.


"Mak, Citra cuma merantau saja bukan mau pergi dan tidak kembali lagi," ucap Citra sambil melepaskan pelukannya.


"Maaf, emak lupa karena tidak mau berpisah dari kamu," jawab Mina.


"Emak, doakan saja Citra ini baik-baik di sana dan menjadi orang sukses," ucap Citra sambil mencium pipi sang emak.


'Maafin Citra Mak, karena ini semua untuk kebaikan aku juga,' batin Citra.


Mina sangat sedih akan berpisah dari sang anak. Walaupun dia meminta Citra tidak pergi akan tetapi, gadis kecilnya itu tetap saja mau pergi.


'Aku tahu anakku kenapa pergi dari sini, karena Flo bersama dengan Eril sudah mengkhianati dia,' batin Mina.


Mina dan Citra bersama-sama melepaskan rindu mereka, untuk beberapa bulan ke depan.


*. *. *.


Yogi sangat terpukul akan jawaban Citra tadi, dan juga gadis itu akan ke luar kota. Yang sama sekali tidak tahu kota mana pujaan hatinya pergi.

__ADS_1


"Citra, aku benar-benar mencintaimu ... kenapa kamu selalu menolak ku? Padanya, pria itu sudah menyakiti hatimu," ucap Yogi sambil berpikir.


Bagaimana caranya agar dia bisa ikut Citra ke luar kota, karena Yogi akan memperjuangkan cintanya pada sang pujaan hati.


Yogi menerima panggilan masuk dari Pak Edson, yang mengatakan dia harus pergi ke Kota Banda Aceh. Untuk meneruskan usaha sang paman.


"Hilang sudah kesempatan, untuk mengejar Citra," ucap Yogi lirih.


Yogi harus berangkat ke Kota Banda Aceh besok pagi, karena sang paman ada urusan di sana. Yang mengharuskan dia pergi pagi-pagi sekali.


'Jika aku dan dia berjodoh, maka Allah akan mempertemukan kami di manapun,' batin Yogi pasrah.


Yogi menerima kenyataan bahwa dia harus pergi dari Kota Jakarta menuju Kota Banda Aceh, yang artinya peluang untuknya mendekati Citra pupus sudah.


Akan tetapi, Yogi tidak patah semangat karena dia yakin jodoh pasti bertemu dengan sendirinya.


*. *. *.


Edson tidak memperdulikan Eril yang tengah berbaring lemah di rumah sakit, karena dia sangat kecewa pada sang anak akan poto vulgar yang ia lihat.


"Aku sangat kecewa pada Eril, dan aku tidak mau menikahkan mereka biar saja itu jadi urusan wanita murahan itu," ucap Edson.


*. *. *


Pagi hari tiba ...


Citra sudah bersiap-siap berangkat menuju bandara yang akan di antara oleh keluarganya, dan kini mereka semua sudah berangkat dari rumah.


"Citra, jangan nakal di kota orang. Ya," pesan Mina pada sang anak karena dia sangat mengkhawatirkan gadis kecil. Walaupun di sana ada kakak kandungnya.


"Iya, Emak tenang aja anak gadis ini akan selalu baik dan menuruti semua yang di ucapkan oleh paman," jawab Citra sambil memeluk sang emak.


"Bontot, bulan depan aku nyusul karena pekerjaanku tidak bisa di tinggal begitu saja sepertimu," sahut Fiia sambil meledek sang adik.


"Euum, baiklah." Citra menjawab dengan sangat cuek karena dia tahu sang kakak hanya meledeknya saja.

__ADS_1


"Citra, kalau sudah sampai di sana jangan lupa untuk Shalat di masjid Banda Aceh," pesan Salam pada sang anak.


"Siap, Pak!"


"Hele, palingan cuma poto doang," cibir Fiia, membuat Citra kesal. Namun, dia tidak menjawab atau membalasnya.


"Sudah, kalian ini taunya bertengkar saja," ucap Mina sambil menatap wajah anak-anaknya secara bergantian.


"Iya Emak!" Fiia dan Citra menjawab dengan serempak.


Setelah sampai di bandara, Citra langsung masuk ke dalam sambil membawa koper miliknya. Karena ia sudah hampir terlambat.


Citra berlari dengan terburu-buru, masuk ke dalam pesawat dan langsung duduk dengan asal di bangku kosong.


"Maaf, saya hampir terlambat jadi duduk di sini," ucap Citra dengan sangat lembut.


Pria yang ada di sampingnya langsung menoleh, karena mendengar suara yang sangat familiar sekali di telinganya.


"Citra!"


"Pak Yogi!" pekik Citra dan Yogi bersamaan, membuat Edson langsung menoleh ke belakangnya.


"Loh Citra, ada di sini juga?" tanya Edson yang tidak tahu kalau Citra juga akan pergi ke Banda Aceh.


"Iya, Pak Edson sama Pak Yogi mau ke saja juga?" jawab Citra sekaligus bertanya.


"Iya, kita bisa jalan-jalan di sana nanti bertiga," ucap Edson dengan senyuman manisnya.


Yogi tersenyum bahagia karena ia tahu ke mana pujaan hatinya akan pergi. Sejujurnya dia ingin sekali memeluk gadis itu karena sangat berbahagia.


'Ingin sekali aku memeluk dia. Namun, tidak berani karena kami belum mahram,' batin Yogi.


Citra benar-benar tidak tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Yogi dan Edson. Apa lagi sampai satu tujuan seperti ini.


'Aku tidak menyangka, akan satu tujuan dengan Pak Yogi,' batin Citra.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2