Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Hasrul muntah-muntah, karena mencium aroma busuk dari Citra tadi. Sehingga ia ke luar dan meminta semua anak buahnya membereskan.


"Aroma busuk ape ni?" tanya salah satu anak buah Hasrul.


Anak buah Hasrul menutup hidung mereka, karena aroma itu tak kunjung hilang. Sedangkan Hasrul sudah memakai masker dan ia sudah aman.


"Sepertinya ade tikus mati kat sini," sambung yang lain.


Hasrul hanya diam, karena dia tidak membayangkan wanita cantik akan meninggalkan jejak bau seperti ini sampai tidak hilang-hilang.


"Sudah, bersihkan saja!" Hasrul bergegas pergi dari sana.


Sebab, ia sudah tidak tahan berada di dalam mencium aroma kematian dari Citra tadi.


. . .


Yogi benar-benar sedih dan terpukul saat melihat Citra lewat dari hadapannya, dan gadis itu tidak mengetahui kalau ia ada. Sebab, Yogi memakai masker menutup mulut dan kaca mata hitam.


'Apakah kami jodoh, karena selalu bertemu di mana pun,' batin Yogi.

__ADS_1


Pria itu mengikuti Citra, dan menghentikan langkah tepat di Swalayan dan terlihat Citra membeli keperluannya.


"Aku sangat merindukanmu, apakah kita bisa bersama dan saling mencintai?" ucap Yogi lirih.


Pria itu terus-menerus menatap ke arah Citra yang tengah berbelanja, tanpa sadar Yogi berjalan menghampiri Citra. Sontak, gadis itu terkejut.


"Siapa kau?!" tanya Citra dengan emosi dan takut.


Yogi langsung membuka kaca mata dan masker, membuat Citra terkejut dan menutup mulut mengunakan kedua tangannya.


'Ya ampun, apa-apaan ini? Kenapa, aku bisa bertemunya?' batin Citra.


"Kita bukan mahram," ucap Citra lembut.


Yogi meminta maaf dan ingin berbicara dengan Citra sebentar saja. Gadis itu pun menerima permintaannya, kemudian mereka pergi ke taman dan duduk di sana.


"Citra, saya benar-benar cinta sama kamu. Saya ingin menjadikan kamu istri saya," ucap Yogi tanpa basa-basi.


Citra terkejut dan hanya bisa diam, karena dia tidak bisa menjawab. Sehingga Yogi menghela nafas panjang dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Bukan saya ingin menolak Bapak lagi. Tapi, saya belum siap menjadi istri apa lagi kalau Anda memiliki kekasih," jawab Citra.


Yogi tersenyum, setidaknya kali ini Citra tidak menolaknya melainkan hanya memberikan waktu agar mereka saling mengenal.


"Sampai kapan itu? Tapi, saya tidak memiliki kekasih, dan Flo itu hanya menggoda saya. Kami tidak berpacaran," ucap Yogi.


Citra hanya diam, karena dia berpikir mana ada maling yang mengaku, kalau itu terjadi. Maka penjara akan penuh.


'Sudahlah iya, 'kan saja! Daripada aku harus menjawab semua pertanyaan dia lagi,' batin Citra.


Yogi tersenyum, karena dia bisa mengungkapkan rasa cintanya pada sang pujaan hati lagi, walaupun dia tahu tidak akan ada jawaban iya yang ke luar dari mulut Citra.


'Setidaknya kali ini dia tidak menolak ku lagi, dan dia masih memberikan aku kesempatan,' batin Yogi.


Citra berpamitan undur diri, dan Yogi mengantarkannya pulang. Sebab, gadis itu sudah berjanji tidak akan menjauh dari Yogi.


Sebab, itulah Yogi mengantarkan Citra agar dia tahu di mana sang pujaan hati tinggal. Setelah sampai, mereka tidak langsung turun.


Karena, Yogi akan menyampaikan sesuatu pada Citra dan dia meminta agar mereka kembali saja ke tanah air dan menjalankan hidup seperti sebelumnya di sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2