Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Citra sudah sampai di cafe dan mengerjakan tugas Yogi yang belum di kerjakan oleh pria itu, dengan sangat baik dan muda. Padahal, ia sangat mengantuk saat ini.


"Ya Allah, semoga aku bisa mengerjakan semua tugas ini," gumam Citra dengan lembut.


. . .


Setelah selesai mengatakan Elisa, Eril berniat akan ke cafe terlihat dahulu karena dia tahu kalau Citra bekerja di sana.


"Andai aku bisa memiliki Citra dan Elisa, rasanya dunia ini milikku sendiri," ucap Eril dengan senyum di wajahnya.


Pria itu senang, karena tadi dia mendapatkan sedikit apa yang diinginkan. Ya, Elisa mencium dia sampai mereka bertukar Saliva.


Walaupun, itu hasil paksaan darinya dan Elisa hanya menurut saja. Sebab, dia takut kalau sang kakak akan mengusirnya.


"Aaahhh, aku merasa akan mendapatkan hal itu secepatnya. Tapi, aku harus pandai-pandai agar dia tidak tahu, kalau aku hanya ingin membalas dendam padanya," ucap Eril.


Saat mengingat dendamnya pada ibu Elisa, Eril semakin membenci gadis kecil itu dan ingin segera melakukan hal sadis tersebut.


Setelah sampai di cafe, Eril langsung turun dan berjalan masuk ke dalam. Pria itu masuk ke ruangan Yogi tanpa mengetuk pintu sehingga Citra terkejut.

__ADS_1


"Bang Eril!" pekik Citra.


Eril tersenyum dan langsung menghampiri Citra, kemudian duduk di hadapan gadis itu dengan sangat santai.


"Sayang, abang tidak mau kamu dan Yogi sialan itu bertunangan apa lagi sampai menikah," ucap Eril dengan lembut.


Citra tersenyum simpul, karena Eril sama sekali tidak memiliki malu padanya. Sebab, beberapa hari lalu, ia menolak pria itu di depan umum.


"Ck, merasa dirimu yang paling benar?" tanya Citra dengan sangat kesal.


Eril bangun dan mendekati Citra, kemudian memegang pundak gadis itu. Dengan sangat cepat Citra langsung menghempaskan tangan Eril.


"Jangan sentuh aku!" teriak Citra.


"Aku tahu kalau Flo sudah melahirkan, dan itu bukan anakku. Tapi, anak bang Amon," ucap Eril.


Citra membuka mulut lebar-lebar, karena tidak menyangka Eril akan tahu semuanya tentang Flo.


"Itu bukan urusan mu, lagipula untuk apa kamu bertanya!" seru Citra.

__ADS_1


Sebab, dia takut sang anak anak di ambil oleh keluarga Amon dan dia akan kehilangan Muhammar.


"Jangan galak-galak, aku tidak akan mengambil bayi itu atau bang Amon, karena kami tidak tahu anak siapa itu sebenarnya," jawab Eril.


Citra langsung berlari dan membuka pintu, agar peri itu pergi dari hadapannya sekarang. Karena, dia takut kalau Eril akan berbuat yang tidak-tidak.


"Baiklah aku akan pergi. Tapi, ingatlah bahwa kamu akan hancur bila memilih bersama Yogi sialan itu," ucap Eril dengan sangat sinis.


Citra tidak memperdulikan ucapan Eril, karena dia sama sekali tidak takut pada pria itu. Setelah kepergian Eril, Citra kembali mengerjakan tugas.


Walaupun ada rasa yang mengganjal di dalam hatinya, tetap dia melanjutkan pekerjaannya dengan santai.


"Ya Allah, semoga engkau jauhkan aku dari orang-orang jahat seperti bang Eril," doa Citra.


Sejujurnya dia juga takut akan ancaman dari pria itu. Namun, ia tidak mau memperlihatkan bahwa dia takut.


Agar, Eril tidak mengancamnya terus-menerus saat Yogi tidak ada di sini.


"Ya Allah, semoga Amar akan selalu bersamaku," ucap Citra lirih.

__ADS_1


Walaupun baru satu hari bersama bayi kecil itu, Citra sudah sangat menyayanginya sebagai anaknya sendiri.


BERSAMBUNG.


__ADS_2