Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Hati ku tersentuh saat melihat Poto kocak kami, rasanya aku ingin terus bersamanya. Namun, aku juga ingat kalau Flo akan selalu membuat masalah dan iri padaku.


Entah apa yang membuatnya iri padaku. Padahal, dia lebih dari aku. Memiliki kulit putih, berwajah cantik, sedangkan aku? Bukan apa-apa kalau di bandingkan dengan dia.


Aku pun mengambil Poto itu sambil meneteskan air mata, bukan karena aku sedih mengingat masa indah bersama Pak Yogi. Tapi, karena aroma kentut ku belum juga hilang.


"Pantas saja, pak Yogi tadi bilang kalau aku jangan makan Bangkai tadi," gumam ku sambil berjalan masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam, aku menghampiri paman ku dan duduk di sampingnya.


"Paman, besok Citra akan kembali ke Indonesia, karena ada sedikit masalah," ucap ku dengan lirih.


Terlihat pria itu sedih, karena dia berharap aku akan tinggal bersamanya untuk waktu yang lama. Tapi, aku tidak bisa, karena negara ku Indonesian.


"Baiklah, kalau itu yang terbaik untukmu," jawab Paman dengan lirih.


Aku tersenyum dan mencium tangannya, karena dia sudah seperti bapak ku di Indonesia.


"Biar paman beritahu bibi mu, kalau kamu akan kembali besok," ucap Paman.

__ADS_1


Aku tahu dia sedih. Tapi, dia tidak mau memperlihatkan itu padaku, membuat aku berat hati meninggalkannya.


"Baik Paman, kalau begitu Citra masuk kamar dulu." Aku pun bergegas pergi dari sana.


Berjalan dengan perlahan menuju kamar ku dan menidurkan tubuh, kemudian aku bangun dan membereskan barang-barang ku.


Sedih rasanya harus kembali ke Indonesia, sejujurnya aku masih tidak bisa melupakan pengkhianatan Flo dan bang Eril.


"Sudahlah, aku juga tidak bisa terus larut dalam masa lalu. Sekarang aku harus berjalan di masa depan ku bersama pak Yogi," ucapku dengan bersungguh-sungguh.


Setelah selesai berkemas, aku langsung menidurkan tubuh karena besok aku akan pergi dengan perjalanan yang lumayan jauh.


Keesokan harinya ...


Setelah aku selesai shalat Subuh, aku ke luar kamar sambil membawa tas yang berisikan baju-baju ku, menuju ruang tamu. Sebab, aku ingin berpamitan pada Paman Sam dan Bibi Dilla.


Aku berjalan menuju dapur, karena Bibi Dilla ada di sana tengah menyiapkan sarapan. Ku cium pipinya dengan lembut.


"Citra, ngagetin aja," ucapannya dengan lembut.

__ADS_1


Aku tertawa, dan memeluknya, karena aku baru saja ada di sini. Tapi, harus segera kembali ke Indonesia, karena ingin melanjutkan hubungan ku dan pak Yogi ke jenjang yang serius.


"Euum, bibi dengar. Kamu mau pulang ya?" tanya Bibi Dilla dengan sangat lirih.


Aku menganggukkan kepala, dan terlihat dia sangat sedih karena aku akan kembali ke Indonesia secepat ini. Walaupun dia tidak mengatakan hal itu, tetap saja bisa di baca dari raut wajahnya.


"Tapi, Bibi tenang saja! Citra akan sering-sering ke sini kok," ucap ku dengan lembut.


Bibi Dilla tersenyum dan mencium puncak kepala ku, karena dia senang bisa mendengar aku akan sering berkunjung.


"Bibi juga akan sering ke sana, berkunjung ke Indonesia dan berjalan-jalan bersama mu," ucap Bibi Dilla dengan lembut.


Aku tersenyum, senang bisa bertemu dengannya yang sangat baik padaku. Dia menyayangi ku seperti anaknya sendiri.


BERSAMBUNG.


Halo gaes? Apa kabar kalian semua? Semoga selalu sehat dan bahagia.


Kali ini author sampai pada kalian, author meminta dukungan vote dan hadiah. Bila sahabat menyukai novel ini.

__ADS_1


Agar author update setiap hari.


__ADS_2