Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Pagi ini, aku bersiap-siap berangkat bekerja di perusahaan Wijaya properti milik Pak Polisi Edson. Walaupun sebelumnya tidak tahu kalau kantor itu miliknya.


Aku memakai baju kantor dan hijab. Kemudian berjalan dengan perlahan ke luar dari kamar menuju ruang tamu. Sesampainya di sana terlihat semua orang sudah berkumpul dan aku langsung duduk di bangku ku.


"Pagi semuanya," sapa ku dengan sangat bergembira karena hari ini pertama kali aku bekerja di kantor, walaupun aku belum sarjana, Alhamdulillah sudah di terima menjadi sekretaris.


"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya dengan serempak.


Aku tersenyum kikuk karena sudah salah kata tadi, karena di sini dan di kotaku berbeda.


"Assalamualaikum," ucapku sambil terus mengambil roti tawar dan selai strawberry kesukaan ku.


Aku terbawa suasana saat di rumah. Di sini sangat jauh berbeda dari rumahku, kalau aku lebih sering menyapa berbeda di sini harus mengucapkan salam.


Setelah selesai makan, aku bergegas pergi dari rumah paman ku ke kantor dengan menaiki ojek agar segera sampai. Karena jarak kantor dengan rumah paman sangat jauh.

__ADS_1


Setelah sampai di kantor aku langsung bergegas masuk ke dalam ruangan Pak Yogi, karena kami akan satu ruangan selama bekerja. Hal itu memudahkan ku meminta bantuan kalau tidak mengerti masalah pekerjaan ku.


Aku masuk ke dalam, dan tidak ada Pak Yogi kemudian aku melirik jam yang masih menunjukkan pukul 07:30 WIB, yang artinya masih ada waktu setengah jam lagi pria itu sampai.


"Malasnya aku seperti ini. Lebih baik aku tidur saja," ucapku sambil berjalan menuju sofa dan menidurkan tubuh di sana.


Aku mulai memejamkan kedua mataku, dan membanggakan kalau aku dan Pak Yogi menikah kemudian kami memiliki banyak anak. Akan seperti apa aku nantinya mengurus anak-anak kami.


Aku tersenyum sambil memeluk diri sendiri, kemudian teringat akan kak Fiia dan kedua orang tuaku yang berada jauh dariku. Walaupun kami sering berhubungan lewat video call.


"Assalamualaikum, selamat pagi Pak," ucapku dengan sangat lembut.


"Wa'alaikumsalam, pagi juga." Pak Yogi bergegas pergi menuju taman duduknya dan duduk dengan sangat santai.


Aku berjalan menuju tempat kerjaannya dan duduk di hadapan dia, karena ingin bertanya apa saja tugasku selama di sini. Walaupun aku tahu apa pekerjaan ku dari berkas yang kemarin aku baca.

__ADS_1


"Pekerjaan saya apa saja, Pak?" tanyaku dengan sangat lembut.


Pak Yogi langsung menatap wajahku dengan sangat tajam, mungkin karena dia kesal akan pertanyaan dariku. Pria itu langsung bangun dan berjalan dengan perlahan kemudian mengambil bunga.


Aku bingung, untuk apa dia mengambil bunga dan memberikan padaku dengan sangat lembut, membuat aku curiga.


"Ini untuk apa, Pak?" tanyaku dengan sangat penasaran.


"Masih tanya lagi, sebenarnya kamu itu paham tidak tentang sekretaris?" tanya Pak Yogi sambil menatap wajah ku dengan sangat dalam, dan aku mulai membuka tas kemudian memberikan selembar kertas padanya.


Pak Yogi tersenyum melihat apa yang aku berikan tadi, dan dia langsung menepuk kedua tangannya. Entah apa yang sedang di lakukannya membuat aku mengantuk saja.


'Ya ampun, kenapa mataku ini sangat mengantuk? Padahal aku harus bekerja keras,' batinku sambil berfikir.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2