Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Eril bermain ponselnya, dan ia melihat Citra memposting poto bersama dengan Yogi berada di dalam pesawat.


"Kenapa mereka berdua? Aku dan Citra belum, benar-benar putus. Ini semua tidak bisa di biarkan!" Eril bergegas bangun dari tempat tidur pasien, kemudian melepaskan infus yang masih terpasang di tangannya.


Eril berjalan dengan perlahan, melewati sang abang yang tengah tertidur pulas. Pria itu berjalan dengan cepat ke luar dari rumah sakit. Setelah berhasil ke luar tanpa sepengetahuan siapapun dia mulai bernafas lega.


"Untungnya, mereka semua tidak tahu kalau aku pergi dari sini. Malam ini aku akan terbang ke Kota Banda Aceh, karena tahu kalau mereka ada di sana." Eril bergegas pergi dari sana.


Setelah sampai di bandara, Eril langsung bergegas masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan terbang.


Untungnya dia cepat sampai di bandara kalau tidak. Pesawat akan segera terbang dan Eril harus menunggu sampai pagi hari tiba.


Saat di dalam pesawat, Eril duduk bersebelahan dengan seorang gadis remaja. Entah dia pergi sendiri atau bersama ornag tuanya.


"Dek, duduknya sama orang tua kamu aja," ucap Eril dengan sangat pelan, takut menganggu kenyamanan penumpang lain.


Gadis remaja itu menatap wajah Eril kemudian berkata, "Saya sendiri, apa Anda keberatan saya di sini?"

__ADS_1


Eril langsung menaikan sebelah alisnya, karena ia berpikir anak yang masih berusia 12 tahun dibiarkan seorang diri naik pesawat.


"Kemana mereka?" tanya Eril dengan sangat lembut. Raut wajah gadis itu langsung berubah sedih karena pertanyaannya.


"Apa aku membuatmu, sedih?" tanya Eril dengan sangat hati-hati. Gadis itu tidak menjawab melainkan dia langsung menangis.


"Hiks, hiks, hiks."


Eril membulatkan matanya, saat melihat semua penumpang pesawat menatap ke arahnya. Dengan cepat ia langsung memeluk gadis remaja itu.


Gadis remaja itu berhenti menangis, kemudian menatap wajah Eril dengan lirih.


"Maafkan saya, karena membuat Anda marah," ucap gadis remaja itu dengan sangat lembut.


Eril menggelengkan kepalanya, kemudian mereka bercerita tentang kehidupan masingmasing. Gadis itu menceritakan kalau dirinya hanya anak dari istri kedua dan ibunya sudah meninggal.


Eril sedih mendengar cerita gadis itu, sehingga dia berniat untuk membawanya tinggal bersama setelah sampai di Kota Banda Aceh.

__ADS_1


"Jangan bersedih lagi, kau akan tinggal bersamaku. Anggap saja aku ini kakakmu," ucap Eril dengan sangat lembut sambil tersenyum manis.


"Terimakasih kakak. Perkenalkan namaku Elisa," ucap Elisa dengan sangat lembut.


"Panggil aku bang Eril, dan anggap aku kakakmu. Setelah sampai di sana kita sementara waktu tinggal bersama dulu," ucap Eril dengan sangat manis dan lembut.


Elisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia sangat bahagia bisa berkenalan dengan Eril yang sangat baik padanya. Gadis sama sekali tidak takut ikut Eril yang baru saja dia kenal.


'Aku percaya dia orang baik, semoga saja aku bisa melupakan ayah yang sama sekali tidak mau menampung ku,' batin Elisa.


Eril bahagia bisa mengenal Elisa, karena dia sangat menginginkan seorang adik perempuan. Namun, ibunya sudah meninggal sejak ia kecil dan sang papa tidak menikah lagi.


'Aku senang kalau dia bisa menjadi adikku, dan aku akan meminta papa untuk mengadopsi Elisa,' batin Eril.


Elisa tertidur pulas, sehingga dia tidak sadar kalau tubuhnya terjatuh ke dada Eril, dan membiarkan gadis remaja itu tidur sambil bersandar di dadanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2