Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Aku berjalan dengan perlahan menuju gaun pengantin yang hendak aku kenakan kemudian aku menatap wajah Emak juga mamanya Pak Yogi ternyata mereka berdua tersenyum manis kepadaku. hati ini senang rasanya melihat mereka semua tersenyum kemudian aku terkejut melihat Pak Yogi mengambil kami.


kami semua hendak mencoba gaun untuk hari pernikahanku nanti, santet aja membuat mamanya Pak Yogi langsung menghampiri anaknya itu. karena dia pasti akan mengusir putranya agar kami bisa berganti baju.


"Mau ngapain kamu ke sini kan sudah mama bilang tunggu saja di sana kami di sini mau berganti baju," ucap mamanya Pak Yogi.


"Baiklah Yogi akan keluar Ma," sahut Pak Yogi lembut.


keluar kami pun semua berganti baju memakai gaun masing-masing yang akan dikenakan untuk hari hanya tiba. namun aku merasa tidak bersemangat sebab Amar berada di rumah bersama Bapak dan juga Flo yang walaupun aku sangat takut anakku itu bersama dengan ibu kandungnya tetapi aku tetap cemas karena aku yang merawatnya dari bayi.

__ADS_1


Flo baru saja pulang entah dari mana Aku juga tidak tahu dia datang ke rumah dan menjenguk anaknya kebetulan juga kami akan pergi dan aku menitipkan anakku kepadanya.


Aku sangat takut dulu itu mengambil anakku ya walaupun itu adalah anak kandungnya tapi dari bayi aku sudah merawatnya sampai sekarang. jadi aku merasa sedikit takut walaupun aku memang berhak atas anaknya yang sudah menjadi anakku mata negara.


"Wa, menantu Mama cantik sekali mengenakan gaun ini jadi tidak sabar menunggu hari hanya tiba," ucap mamanya Pak Yogi lembut.


Aku hanya tersipu malu kemudian melihat diriku sendiri dijamin terlihat aku sangat cantik menggunakan gaun pengantin ini, kemudian pemilik butik itu memperlihatkan gaun yang lain Sebab aku akan memakai beberapa gaun saat acara pernikahanku nanti.


Aku sangat lelah Setelah berganti baju sebanyak 5 kali karena acara ijab kabul yang juga akan terlaksana pada hari itu juga dan aku juga akan berganti baju bolak-balik hal itu membuat aku kesal namun semuanya adalah keinginan Pak Yogi dan Mamanya mana mungkin aku menolak.

__ADS_1


jika aku menolak tidak karena kepada mereka karena acara pernikahan yang sangat mewah ini mereka yang akan membuatnya bukan kami kami hanya datang sebagai tamu bukan kami yang memiliki acara itu.


Jujur aku hanya ingin nijap kabul saja tidak ingin ada acara pesta lagi tetapi mereka semua adalah orang yang terpandang mana mungkin mereka tidak merayakannya. semua ini ada lagi keinginan keluarga Pak Yogi dan kami semua hanya menerimanya saja.


Walaupun aku tidak nyaman berada di pesta bersama orang-orang kaya tapi kami juga harus berbaur kepada mereka yang akan menjadi keluarga kami juga.


jujur saja aku sadar diri jika kami ini orang susah jadi sedikit insecure jika berdekatan dengan orang-orang kaya apalagi para konglomerat. mereka semua bukan hanya memiliki harta tetapi merekalah yang dimiliki harta karena harta mereka terlalu banyak.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Sambil menunggu aku update yuk hampir ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.



__ADS_2