Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Pada hari ini, aku dan semua keluargaku sudah bersiap menyambut kedatangan Pak Yogi bersama keluarnya. Sebab, ingin membicarakan acara pernikahan yang akan segera kami laksanakan.


Aku memakai baju gamis yang sopan, juga memakaikan baju yang indah untuk Ammar. Walaupun dia masih bayi, aku tetap memperhatikan penampilannya.


"Ammar, doakan bunda ya, semoga om Yogi bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu," ucapku lembut.


Ammar tersenyum mendengar ucapanku, kemudian aku memberikannya susu sebelum Pak Yogi sampai. Setelah susu anakku habis, emak datang dan mengatakan keluar calon suamiku sudah tiba.


Aku pun langsung berjalan ke luar sambil menggendong Ammar yang tertidur pulas. Aku tersenyum saat melihat kedua orang tua Pak Yogi.


"Assalamualaikum Pak, Bu," ucapku lembut.


"Waalaikumsalam."


Mereka menjawab dengan sangat ramah, kemudian aku mencium tangan calon mertuaku. Setelah itu, kami semua masuk ke dalam dan duduk di sofa.


"Maaf semuanya, saya permisi dulu bawa Ammar ke dalam," ucapku lembut sambil bergegas pergi dari sana.


Aku membawa Ammar ke dalam kamarku, kemudian meletakkannya ke box bayi, setelah itu membuka jendela kamar, agar bayi kecil itu tidak kepanasan.

__ADS_1


Aku pun berjalan kembali ke ruang tamu, setelah itu duduk di samping emak dengan lembut.


"Semua sudah kita rembukan, bawah Pernikahan Citra dan Yogi akan terlaksana tiga bulan lagi," ucap Papanya Pak Yogi dengan lembut dan bahagia.


Aku tersenyum, sambil menatap wajah calon suami yang ada dihadapannya ku. Terlihat dia sangat bahagia akan menikah denganku. Ya walaupun setelah menikah kami sudah memiliki bayi.


"Alhamdulillah Pak, kami sekeluarga bisa menyiapkan Pernikahan mereka mulai dari sekarang," ucap Bapak lembut.


Semua orang sangat bahagia, kemudian mamanya Pak Yogi memakaikan cincin emas yang indah ke jari manis ku dengan lembut.


"Wah cantiknya," gumam calon mertuaku.


Aku diam,. kemudian menatap wajah Pak Yogi yang terus tersenyum bahagia. Aku tahu, dia sangat senang bisa memiliki aku. Apa lagi sampai kami menikah.


"Cit, saya ingin bicara denganmu," ucap Pak Yogi lembut.


Aku mengangguk, kemudian berjalan menuju luar dan duduk di samping pria itu sambil menatap wajahnya.


"Terima kasih sudah menerima cinta saya," ucapannya lembut.

__ADS_1


Aku tersenyum sambil mengangguk. Kemudian dia memberikan aku sebuah kotak kecil yang entah apa isinya?


"Ini apa Pak?" tanyaku lembut.


"Jangan panggil Pak! Panggil abang saja!" sahutnya lembut.


Aku diam, karena sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan Pak. Jadi aku canggung jika harus memanggilnya dengan sebutan abang.


"Baiklah Pak. Eh maksudnya Abang," ucapku gugup.


Pak Yogi tersenyum, kemudian dia berpamitan pulang. Sebab tidak ingin menggangu aku yang ingin mengurus Ammar, karena bayi kecilku sudah bangun.


Aku sangat bahagia bisa bersama Pak Yogi, karena aku tahu dia pria baik. Tidak suka main wanita. Ya walaupun banyak sekali wanita yang suka padanya. Tapi dia tidak suka main wanita.


"Aku bahagia bisa menjadi calon istri Pak Yogi, karena dia sangat baik dan juga menerima aku apa adanya," gumamku sambil memberikan susu pada Ammar.


Aku menatap wajah bayi kecil itu dengan lembut, kemudian tertawa. Sebab wajahnya mirip dengan bang Amon. Sontak saja, aku mengingat kenangan kami berdua yang sangat lucu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Sambil menunggu aku update. Hampir yuk ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.



__ADS_2