Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Yogi langsung ke cafe, karena dia sangat merindukan Citra. Apa lagi mereka sudah satu Minggu tidak bertemu, dan juga mereka jarang sekali berkomunikasi.


Sebab, Citra sangat sulit untuk dihubungi, membuat Yogi sangat heran. Di tambah lagi akan omongan Eril yang membuatnya sedikit cemas.


"Semoga Citra ada di cafe," ucap Yogi penuh harapan.


Sebab, dia akan terus mencari Citra hari ini ke manapun gadis itu pergi. Karena, dia benar-benar tidak bisa menunggu untuk menemui sang kekasih.


Setelah sampai, Yogi langsung masuk ke dalam dan berjalan menuju ruangan kerjanya, perlahan dia membuka pintu.


Ceklek!


Mata Yogi membulat sempurna, saat melihat Citra tertidur di bangku kerja sambil memegang pulpen.


"Apa di satu malam tidak tidur? Sampai, tertidur di tempat kerja seperti ini?" tanya Yogi.


Pria itu langsung menghampiri sang kekasih hatinya, kemudian membenarkan posisi tidur Citra.


Citra terbangun, karena Yogi mengangkat tubuhnya, membuat dia terkejut dan langsung turun dari gendongan Yogi.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak tega melihat mu tidur di bangku. Jadi, aku memindahkan mu," ucap Yogi dengan pelan.


Citra berjalan menuju sofa, dan duduk di sana karena dia masih belum sadar belut. Sedangkan Yogi hanya mengikuti sang kekasih hatinya.


"Citra, boleh aku bertanya kepada mu?" tanya Yogi dengan lembut.


"Iya," jawab Citra pelan.


Karena, dia masih merasa lemas selepas bangun tidur tadi. Yogi mulai bertanya pada Citra tentang semuanya.


"Jika aku berkata jujur, apa kamu masih mau mempertahankan hubungan kita?" jawab Citra dengan pertanyaan.


"Tentu saja? Memang, apa itu?" jawab Yogi dengan sangat penasaran.


"Aku akan tetap menikahimu, karena anak itu juga menjadi anakku. Sebab, dia adalah anak bang Amon," ucap Yogi dengan lembut.


Citra tersenyum, kemudian mereka kembali menceritakan hari pernikahan yang akan segera di rayakan. Setelah Ammar berusia dua bulan.


Sebab, sekarang bayi itu masih berusia satu Minggu dan Citra ingin saat dia menikah putranya ada yang menjaga.

__ADS_1


"Yang terpenting, kamu mau menikah denganku," ucap Yogi dengan lembut.


Citra tersenyum, karena Yogi sangat mencintainya dan pria itu rela menerimanya apa adanya. Walaupun Ammar bukan anak kandungnya, tetap dia sudah memiliki hak asuh bayi kecil itu.


"Terima kasih ya Allah, karena sudah memberikan tiga pria yang sangat aku sayangi, di dunia ini," ucap Citra dengan penuh syukur.


Membuat Yogi senang, karena calon istrinya sangat sederhana dan bijak sekali. Pria itu pun memberikan cincin yang selalu di bawanya ke manapun dia pergi.


"Untuk apa, ini?" tanya Citra


Sambil menatap ke arah cincin yang masih ada di tangan Yogi, dan pria itu langsung memakaikannya di jari manisnya.


"Ini tanda cintaku padamu, karena kamu adalah wanita yang paling aku cintai di dunia setalah ibuku," jawab Yogi dengan sangat bergembira.


"Terima kasih, atas apa yang sudah kamu berikan padaku," ucap Citra dengan lembut.


"Bisakah, aku menemui anak kita nanti?" tanya Yogi pada sang kekasih, karena dia ingin melihat keponakannya.


"Tentu saja boleh. Tapi, dia bukan anak mu dia adalah separuh jiwaku," jawab Citra.

__ADS_1


Yogi tertawa bersama dengan Citra, dan mereka kembali mengerjakan tugas yang belum selesai. Sebab, Citra tertidur tadi saat mengerjakannya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2