
Pria yang tengah menggendong anakku itu tersenyum, kemudian memberikan Putra kecilku itu kepadaku. Setelah itu dia pun meminum kopi yang aku buat.
Setelah menyeruput kopi yang aku buat terlihat Pak Yogi tersenyum manis kepadaku, itu pasti karena kopi itu terlalu manis karena aku memasukkan gula sebanyak dua sendok.
"Sangat manis kopinya, sama seperti yang membuat," ucapnya tersenyum manis.
Sontak, membuat aku tersipu malu karena pujian yaitu, setelah menghabiskan kopi buatanku Pak Yogi pun kembali mengambil buah hatiku, setelah itu dia membawa Ammar ke luar dan berjalan-jalan di depan teras, aku pun hanya ikut saja.
"Kenapa coba mamamu tidak mau pergi ke bioskop. Padahal kita bisa menonton sama dan juga berjalan-jalan agar kamu tahu dunia ini sangat luas, dan juga indah,' ucap Pak Yogi sambil menetap ke arahku.
Aku tahu maksudnya milirikku itu karena dia ingin membuat aku menyesal sudah menolak ajakannya. Namun, aku tidak ingin repot bepergian lalu membuat susu di depan umum.
Karena memiliki bayi itu sangat sulit berpergian apalagi umur Ammar masih dua bulan, kadang bayi itu juga sangat rewel di bawah bepergian.
__ADS_1
Setelah itu aku membawa Ammar masuk ke dalam, karena angin malam akan membuatnya masuk angin, aku pun membawanya menuju kamar emak dan menitipkannya sebentar, karena Pak Yogi ingin berbicara denganku sebelum dia pulang.
Entah apa yang ingin dibicarakannya aku pun tidak tahu, pria itu menatapku dengan dalam kemudian berucap.
"Saya ingin menikahi kamu, apakah kamu bersedia?" tanyanya dengan lembut.
Aku hanya diam tidak bisa menjawab karena aku belum siap menikah. Apa saatnya aku menerima lamarannya, atau aku menunggunya sampai beberapa bulan lagi hingga aku benar-benar siap?
"Saya masih menunggu jawaban kamu, karena sudah beberapa bulan ini kamu hanya diam saja saat Saya bertanya tentang pernikahan kita, kamu tenang saja saya akan bisa menjadi suami dan ayah yang baik karena, bayi itu juga adalah anakku anak dari sepupu," ucap Pak Yogi yang meyakinkan aku.
Selingkuhan terjadi karena adanya celah yang aku berikan, jika aku tidak memberi celah maka mereka tidak akan berselingkuh. aku yakin hal itu.
"Saya bersedia Pak. Tapi jangan terburu-buru setidaknya persiapkan dulu semuanya dengan matang, karena saya tidak ingin semuanya terburu-buru karena menurut saya menikah hanya untuk satu kali dalam seumur hidup," jawabku dengan lembut.
__ADS_1
Kulihat pria itu sangat bahagia atas jawabanku, dia pun berlompat-lompat dengan girang, entahlah seperti anak SD yang merajuk kemudian diberikan permen, seperti itulah yang dilakukan oleh Pak Yogi. Sedangkan aku hanya diam.
"Terima kasih karena kamu sudah mau menerima lamaran saya, saya akan membawa paman dan juga keluarga saya kemari untuk meresmikan acara pernikahan kita," ucap pak Yogi lembut.
"Baik Pak saya setuju saja, saya hanya ikut apa yang Bapak mau. Tapi, saya tidak ingin menikah terburu-buru saya ingin semuanya berjalan dengan lancar," ucapku lembut.
Dia pun menganggukkan kepala artinya dia setuju atas apa yang aku minta, karena pasti dia akan menutup keinginanku tidak mungkin dia tidak mau karena pernikahan ini dia juga yang menginginkannya. Ya walaupun aku juga menginginkan hal yang sama. Tapi, aku tidak ingin pernikahan terburu-buru.
"Baiklah saya akan menutup semua keinginan kamu, walaupun itu akan sedikit lama. Tapi saya akan sabar daripada kamu tidak mau menerima lamaran saya sama sekali," ucapnya lembut.
Aku pun senyum, kemudian mengganggu kan kepala karena tidak tahu mau berbicara apa lagi karena aku juga sebenarnya masih bimbang ingin menikah dengannya atau tidak. Ya walaupun aku juga mencintainya tetapi aku masih sedikit ragu dan trauma akan yang namanya cinta.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Sambil menunggu aku update, yuk hampir ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.