Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Setelah selesai Sari membuat kopi untuk Yogi, ia langsung membawakan ke ruang tamu dan meletakannya di hadapan pria itu.


"Loh, si Citra mana Ma?" tanya Sari yang sejak tadi tidak melihat keberadaan adiknya.


"Masuk ke dalam, biarkan saja nanti juga kembali. Silahkan di minum kopinya jangan sungkan-sungkan," ucap Dilla dengan sangat lembut.


"Terimakasih Tente, jangan repot-repot seharusnya," sahut Yogi sambil meminum kopi Arabika buatan Sari.


"Kopinya enak sekali Tente, saya sangat menyukainya," ucap Yogi dengan sangat lembut.


Sari tersipu malu saat Yogi memuji kopi buatnya sangat enak.


'Dia tampan juga, aku jadi ingin berkenalan dengannya,' batin Sari. Yang terus-menerus menatap wajah Yogi dan sang empunya tidak menyadarinya.


Setelah kopi habis, Yogi berpamitan pulang karena Citra tidak kembali duduk bersama mereka.


"Saya permisi dulu. Assalamualaikum," ucap Yogi yang bergegas pergi dari hadapan dua wanita itu.


"Wa'alaikumsalam," jawab Sari dan Dilla bersamaan.


"Ma, ke mana Citra? Temannya ada di sini kok dia gak balik?" tanya Sari dengan sangat penasaran, kenapa sang adik tidak memunculkan diri lagi.

__ADS_1


"Coba lihat saja, mana tahu dia tidur," jawab Dilla sambil bergegas pergi dari sana.


Sari mengikuti ucapan sang mama untuk melihat keadaan adiknya. Saat dia masuk ke dalam kamar matanya membulat sempurna.


"Anak ini, ada temannya mala tidur di sini," ucap Sari sambil berjalan menghampiri sang adik.


"Citra!" jerit Sari tepat di telinga gadis yang tengah tidur pulas itu. Namun, sang empunya tidak terbangun sama sekali.


"Ya ampun, anak ini seperti kerbau," ucap Sari sambil menatap ke arah Citra yang masih nyenyak sampai mendengkur.


"Kebakaran!" jerit Sari sambil berlari-lari.


Citra bangun dan reflek mengambil air yang ada di meja kemudian menyiramkan Sari, karena sangat terkejut.


Citra mendudukkan bokongnya di sofa sambil menatap ke arah Sari. Gadis itu menenangkan dirinya akibat terkejut tadi.


"Kak Sari, jahat banget sama aku," ucap Citra lirih.


Sari tidak menjawab melainkan langsung mendekati sang adik sambil memperlihatkan dirinya yang sudah basah.


"Itu semua terjadi karena kakak," jawab Citra yang mengerti maksud Sari.

__ADS_1


"Euum," gumam Sari sambil bergegas pergi.


*. *. *


Eril baru sadar sejak satu hari yang lalu kecelakaan, ia melihat Flo ada di sampainya bersama Amon.


"Bang Amon," panggil Eril dengan sangat lemah, membuat Amon san Flo langsung menghampirinya.


"Sayang, kamu udah sadar?" tanya Flo dengan sangat cemas karena Eril tidak sadarkan diri seja kemarin.


"Euum." Eril menjawab pertanyaan Flo dengan gumam saja, karena dia kesal kenapa pacarnya bisa lemot seperti itu.


"Orangnya udah bangun, yang sudah jelas sadar," sahut Amon sambil menatap wajah sang adik.


"Bang Amon, papa di mana?" tanya Eril yang tidak melihat keberadaan sang papa sejak ia sadar tadi.


"Ke luar kota," jawab Amon dengan sangat lembut.


Flo memeluk Eril tanpa rasa malu ada Amon di sana, dan pria itu sama sekali tidak peduli melihat pemandangan seperti ini.


'Dasar ulat bulu, ulat keket, ular piton,' batin Amon.

__ADS_1


Amon duduk kembali di sofa sambil terus menatap sang adik, di peluk- peluk oleh ulat bulu yang sedang kepanasan. Sedangkan Eril merasa biasa saja di peluk oleh Flo di hadapan sang abang.


Bersambung.


__ADS_2