Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POv Citra


__ADS_3

Setelah acara selesai, kami semua masuk ke dalam kamar masing-masing. Sebab ingin beristirahat, sedangkan aku ingin menidurkan Ammar, karena bayiku mengantuk. Bahkan dia mengamuk.


Rasanya aku senang, bisa disayangi oleh calon mertuaku, karena tidak banyak wanita yang seberuntung aku. Seorang mertua harus kita hormati seperti ibu sendiri. Sebab wanita itu adalah orang tua suamiku. Jadi, aku harus bersikap sopan.


Setelah Ammar tidur, aku langsung melihat cincin yang ada di jari manisku. Terlihat cincin ini sangat mahal, karena ukurannya besar dan juga berat. Namun aku tidak tahu berapa harganya, sebab memberikan surat emas ini pada emak.


Sebab, aku takut melihat harganya. Apa lagi mamanya pak Yogi memberikan uang kasih sayang yang lumayan banyak bagi kami orang miskin. Ya walaupun aku memang ingin menikah dengan adanya resepsi. Namun, tidak terlalu mega.


Karena aku sadar diri, bukan orang kalangan atas seperti pak Yogi dan keluarganya. Namun mereka sangat baik pada kami, membuat aku senang dan terbaru.


"Cit, apa Yogi tidak memiliki hubungan dengan Flo?" tanya Kak Fiia yang baru masuk ke dalam kamar.


Membuat aku terkejut bukan main. Kemudian menatap wajahnya dengan tajam, sebab membuat aku hampir kehilangan jantung karena copot.

__ADS_1


"Mengagetkan saja!" ucapku ketus.


Kak Fiia tertawa lepas, karena dia senang membuat aku ini jantungan sejak dulu. Kemudian dia duduk di sampingku.


"Aku sudah bicara dengan bang Amon," ungkap kak Fiia.


Aku pun menganggukan kepala, agar dia menceritakan apa saja yang diucapkan pria itu tentang Ammar, anak kandungnya itu. Aku sangat tidak percaya, kalau dia mau mengakui Ammar sebagai anaknya.


Sebab Flo cerita, kalau Bang Amon sama sekali tidak mengakui benih yang dia kandung. Tapi ini, dia jujur pada kak Fiia yang menjadi pacarnya?


Aku menganggukkan kepala, jadwal tidak habis pikir, kenapa Flo sampai berbohong padaku? Padahal aku ingin membantu dia untuk mendapatkan hak sebagai seorang istri.


"Sudahlah anggap dia sudah mati. Aku lelah akan permainan yang dia buat setiap hari. Dari merebut pacarku sampai calon pacarku juga. Tapi sayang dia kalah," ucapku pelan.

__ADS_1


Kak Fiia tertawa mendengar ucapan aku. Karena dia tidak habis pikir kenapa Flo sejahat itu pada kami. Padahal aku sangat baik padanya, juga keluargaku u, karena dia anak dari keponakan emak.


"Tapi, aku masih bingung. Apakah aku bisa terima bang Amon, karena takut terbayangkan saat mereka berhubungan seperti apa, sampai menciptakan buah hati," ucap Kak Fiia lirih.


Aku meyakinkan Kak Fiia, kalau bang Amon cinta padanya. Pasti akan memberikan kenyamanan buka penderitaan. Dia tersenyum dan memeluk aku dengan lembut, sebaliknya juga.


Aku berharap bang Amon memang mencintainya, bisa melupakannya masa lalu yang suram. Harapan yang sama juga untuk kak Fiia. Bisa menerima bang Amon apa adanya dan melupakan masa lalu dia yang kelam.


"Semoga kalian berdua saling mencintai, dan menerima keruangan masing-masing. Aku percaya kalau kalian bisa menghadapi semua masalah berdua," ucapku lembut penuh harapan. Terlihat kak Fiia tersenyum dan berharap yang sama denganku.


BERSAMBUNG.


Sambil menunggu aku update, yuk hampir ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2