
Aku bahagia bisa memiliki wanita yang aku cintai, tidak sabar aku ingin memiliki Citra dengan seutuhnya. Hati ini berharap kami akan menjadi keluarga yang bahagia dengan Ammar.
Aku sangat menyayangi Ammar, karena dia juga keponakanku. Entah mengapa, hati ini sakit melihat Ammar di asuh oleh Citra. Sebab, aku takut gadis itu terpikat kembali dengan Bang Amon.
Tidak bisa di pungkiri, mereka dulu hampir memiliki hubungan. Ya walaupun tidak jadi, tetap mereka pernah melewati hari bersama dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Jujur, aku masih cemburu pada mantan Citra, yaitu Eril dan Bang Amon.
Rasanya aku tidak ingin melihat mereka lagi. Tapi, Ammar mirip sekali dengan Bang Amon yang juga mirip dengan Eril. Entahlah, apa Ammar bisa menjadi anak yang Sholeh, tidak seperti ayahnya.
Aku berharap, pria kecil itu bisa menjadi seperti ibu yang mengurusnya. Citra adalah wanita Sholehah akan tetapi, dia juga pernah berbuat kesalahan dengan Eril, karena aku tau masalah itu darinya. Dia jujur akan masala lalu yang dia lewati dengan pria bajingan itu.
"Kalau dia bukan saudaraku, sudah aku habisi dia!" gramku.
Aku kesal pada Eril, karena dia menjebak Citra, wanita lugu yang hampir dia manfaat. Untungnya Citra bisa mengendalikan diri, tidak terpancing rayuan buaya dia.
__ADS_1
Hari ini aku akan pergi ke butik untuk mempersiapkan semua gaun untuk keluarga Citra juga keluarga besarku, aku pergi di temani oleh Mama yang paling aku sayang.
"Nak, kalau bisa baju mama dan ibunya Citra yang cocok untuk kami ya. Maklumlah sudah tua," ujar Mama.
Aku mengangguk, kemudian bergegas masuk ke dalam. Terlihat ada keluarga Citra di dalam karena kami sudah berjanji bertemu di sini kemarin. Aku sedikit terkejut melihat wanita kakaknya Citra yang semakin cantik.
Padahal, dulu Fiia itu wanita yang kumel tidak seperti Citra. Walaupun hitam. Tapi bersih dan terawat, hanya kulitnya yang sejak lahir hitam. Mungkin dia dapat antrian ahkir saat pembagian warna kulit sebelum lahir.
Wanita berhijab biru itu hanya tersenyum, kemudian dia bergegas pergi dari hadapanku bersama Mama juga Citra, karena mereka harus melihat gaun pengantin yang cocok untuk calon istriku.
Tunggu! Aku pernah melihat wajah Fiia di ponsel Bang Amon, menjadi latar ponselnya. Aku mengira itu adalah artis. Tetapi wajah Fiia yang sekarang. Tapi, mereka memiliki hubungan apa ya?
Tidak mungkin Fiia mau dengan Bang Amon, apa lagi pria itu sudah ketahuan main kuda dengan Flo. Bahkan aku tidak tahu kapan mereka berhubungan sampai menghasilkan buah.
__ADS_1
Entahlah, yang penting Bang Amon tidak berbuat seperti itu lagi dan dia bisa menjaga cintanya untuk Fiia. Walaupun pria itu jelek dan ompong. Tapi, aku yakin dia bisa membahagiakan wanita yang dia cintai.
Sebab, aku bahagia dia sudah memiliki pasangan dan tidak menggangu Citra lagi pastinya. Apakah dia akan mengambil Ammar dari Citra? Karena, pasti mereka berdua sudah membeberkan kalau Ammar adalah anak pria itu?
Semoga saja tidak, karena aku tidak bisa melihat Citra sedih' Dia itu sangat menyayangi Ammar walaupun bayi itu bukan anak kandungnya.
"Mereka berempat sangat cantik, apa lagi Citra. Terlihat seperti Barbie," gumamku lembut.
BERSAMBUNG.
Sambil menunggu aku update, yuk hampir ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.
__ADS_1