Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Sesampainya di luar, tenyata bapak dan emaknya sudah menunggu kedatangannya, dan ia meletakan Amar di box bayi.


"Sudah kamu makan saja! Amar, biar sama emak," ucap Jima dengan sangat lembut.


Citra tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian dia mulai memakan makanannya bersama sang bapak.


Setelah selesai makan, Salam memberkati surat pada Citra membuat gadis itu penasaran apa isinya?


"Pak, ini apa?" tanya Citra dengan heran.


Sebab, bapaknya tidak pernah memberikan surat apapun padanya sejak kecil sampai sekarang.


"Baca dulu," jawab Salam sambil menghampiri istrinya dan mengambil Amar.


Citra langsung membuka surat tersebut, dan ternyata adalah surat adopsi Amar yang menjadi anaknya sah, di hukum.


"Alhamdulillah, Bapak buatkan ini untuk Citra?" tanya Citra dengan sangat bahagia.


"Iya, karena bapak takut anak kamu diambil sama Flo. Sebab, kita tidak tahu kedepannya seperti apa," jawab Salam dengan lembut.


Citra langsung menghampiri sang bapak dan memeluk pria itu dengan lembut, karena sudah memberikan apa yang dibutuhkan. Padahal, ia tidak bercerita apapun tentang Amar pada pria itu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Pak, karena Bapak sudah mengurus semuanya tanpa sepengetahuan Citra," ucap Citra dengan sangat lembut.


"Sama-sama, kamu juga berhak bahagia. Tapi, apakah Yogi akan menerima anakmu walaupun dia hanya anak angkat," ucap Salam dengan cemas.


Sebab, ia tahu seperti apa seorang pria. Tidak ingin mengurus anak dari wanita yang dicintai, karena hanya wanita yang diinginkan bukan anaknya.


"Bila dia tidak mau menerima Amar, maka Citra tidak akan mau menikah dengannya," jawab Citra.


Orang tua Citra sangat menyayangkan hal itu, dan mereka akan membahas lagi saya bertemu dengan Yogi nantinya.


. . .


Satu Minggu kemudian . . .


Ya, Amon datang kemarin untuk melihat semua pekerjaan Yogi atas perintah sang papa. Padahal, ia tidak mau namun harus pergi karena keterpaksaan.


"Mon, ada hubungan apa kamu sama Flo?" tanya Yogi.


Sebab, Flo mengatakan semua padanya tentang kehamilan gadis itu dan siapa ayah bayi yang dikandungnya.


"Tidak ada, kenapa?" jawab Amon dengan pertanyaan juga.

__ADS_1


Yogi tersenyum simpul, karena semua rahasia sang sepupu sudah diketahui dan dia menjelaskan semua.


"Sebenarnya ... "


Amon menceritakan semua pada Yogi, karena waktu malam itu mereka terjebak di salah satu bar dan pada saat itu juga dia belum mengenal Citra. Ternyata kedua gadis itu memiliki hubungan saudara.


"Mon, sebaiknya kamu bertanggung jawab," ucap Yogi dengan lembut.


"Tidak bisa, karena saat kami melakukan itu dia sudah tidak virgin lagi," jawab Amon.


Yogi menjelaskan, walaupun gadis itu sudah tidak virgin lagi, tetap saja harus bertanggungjawab karena bayi itu adalah miliknya.


"Entahlah, karena aku tidak bisa menikahi wanita yang berulang kali tidur bersama adikku," jawab Amon.


Yogi terus meyakinkan Amon, karena dia kasihan pada bayi yang tidak berdosa, hanya karena kelakuan sang ibu bayi itu menjadi korbannya.


'Semoga Amon bisa menerima anaknya, karena aku yakin Flo tidak akan berbohong. Sebab, semua rahasianya ada padaku,' batin Yogi.


Yogi dan Amon bercerita bersama, karena mereka harus membangun cafe agar lebih maju lagi, dan pria itu senang karena Citra sudah kembali bekerja di cafe sang papa.


'Aku sangat senang, karena Citra kembali lagi dan aku bisa kembali merebut hatinya,' batin Amon.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2