Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
TAMAT


__ADS_3

Pagi ini, aku sudah rapi dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah Emak dulu. Karena ingin mengambil Ammar yang masih ada di sana. Sebab tadi malam mereka semua menginginkan aku dan Pak Yogi malam pertama.


Padahal, aku datang bulan tiba-tiba tidak tahu kenapa. Rasanya aku sedih. Tapi Pak Yogi tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia mengatakan aku adalah bidadarinya. Jadi tidak masalah jika belum bisa melayaninya.


Setelah aku dan Pak Yogi sampai di rumah Emak, kami langsung bergegas masuk ke dalam dan memeluk Ammar yang tengah bermain dengan kak Fiia.


"Loh, kenapa sudah kembali?" tanya Kak Fiia heran.


Sebab, dia pikir kami akan kembali besok. Padahal pagi ini sudah kembali, karena aku bocor mana bisa malam pertama. Kemungkinan satu Minggu lagi baru bisa malam pertama.


"Iya, kami ingin mengambil Ammar untuk mendapatkan rumah baru," sahut Pak Yogi.


Aku langsung menganggukan kepala, karena apa yang diucapkan oleh Pak Yogi memang benar. Kalau kami akan menempati rumah Suamiku yang memang dia siapkan untuk kami.


. . . .


Satu Minggu kemudian .. .

__ADS_1


Hari ini, aku dan Pak Yogi bahagia, karena dia sudah mengambil mahkota milikku. Walaupun aku merasa sangat sakit. Tapi aku senang, sudah melayani dia dengan baik.


"Terima kasih sayang, kamu masih perawan, aku sangat bahagia," ucap Pak Yogi lembut.


Aku menganggukkan kepala, karena rasa sakit masih terasa jelas sampai aku tidak bisa berjalan. Membuat Pak Yogi mengurus Ammar dan semuanya.


Sedangkan aku, hanya diam di ranjang. Karena tidak bisa berbuat apapun lagi. Rasa sakit kian bertambah saat suamiku meminta haknya lagi, dan aku tidak bisa menolak.


Aku rasanya tidak berdaya, satu harian hanya bergelut di ranjang kamar kami. Sedangkan Ammar selalu tidur, jika dia bangun hanya untuk minum susu, karena cuaca sangat dingin di sini.


"Sayang, maafkan aku ya. Karena membuat kamu seperti ini, karena aku tidak bisa menahan diriku," ucap Pak Yogi lembut sambil mengecup keningku dengan perlahan dan lembut.


Suamiku tersenyum, kemudian dia memelukku dengan sangat lembut. Aku bahagia bisa memberikan mahkota milikku pada pria yang sudah sah menjadi suamiku.


"Ayo kita ulangi lagi," ucap Pak Yogi.


Sontak, membuat aku terdiam. Karena dari tadi malam sampai detik ini kami sudah bermain berulangkali. Bahkan sampai puluhan kali pria itu menyemburkan lahar panas ke dalam rahimku.

__ADS_1


Namun, aku tidak bisa menolak dan mengiyakan. Kemudian kami mulai bermain sampai aku kelelahan dan jatuh pingsan.


. . .


Aku membuka kedua mataku dan melihat pak Yogi sangat cemas, Kemudian dia memeluk aku dengan sangat lembut. Aku tersenyum, karena sudah membaik.


"Sayang, setelah satu harian pingsan. Ahkirnya kamu sadar juga," ucap Pak Yogi.


Sontak, membuat aku sangat terkejut. Sudah satu harian pingsan? Tapi aku merasa masih satu menit berlalu. Kemudian aku melihat sudah mengenakan baju. Sedangkan waktu pingsan sama sekali tidak mengunakan apapun.


"Tidak masalah, kita akan membuat adik untuk Ammar," ucapku lembut.


Pak Yogi langsung melompat ke udara, karena dia senang melihatku ingin memiliki anak. Karena dia juga sangat menginginkan seorang anak. sebab umurnya sudah sangat tua. Bahkan kami selisih sepuluh tahun.


Tamat.


Sambil menunggu aku update yuk hampir ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2