Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Aku duduk berdua bersama Pak Yogi di ruang tamu, sebab emak dan Ammar berada di kamar, karena bayi kecilku itu mengantuk dan emak memintaku untuk menemani Pak Yogi untuk sebentar. Padahal aku ingin menemani anakku tidur.


Saat aku tengah berdiam, tiba-tiba saja tanganku tidak sengaja disentuh oleh Pak Yogi, sontak aku langsung menoleh ke arah pria itu dan, dia pun langsung tersenyum.


"Kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Pak Yogi dengan lembut.


"Tidak, hanya kenapa Bapak memegang tangan saya?" tanya ku sambil menatap pria itu dan, dia pun tersenyum kepadaku.


Sebab, aku tahu ia hanya ingin membuatku kesal dan langsung mencari perhatianku, tetapi aku tidak akan terpancing akan ulahnya kali ini, sebab sudah terbiasa.


"Kalau begitu saya pulang saja, karena tidak enak saya terlalu lama di sini dan, ucapkan pamit saya kepada emak," ucap Pak Yogi dengan lembut.


"Iya nanti akan saya sampaikan pada emak. Tapi, kenapa tidak berpamitan langsung? Karena pasti Ammar sudah tertidur," jawabku dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak enak, karena takutnya Ammar belum ketiduran dan mengganggu bayi kecil itu, kamu juga istirahat jangan lupa besok harus bekerja lagi," ucap Pak Yogi sambil tersenyum kepadaku.


Aku pun mengagumkan kepala kemudian pria itu bergegas pergi dari hadapanku dan, aku pun masuk ke dalam kamarku, melihat Ammar masih berbincang dengan buah hatiku.


"Sayangnya ibu belum tidur juga? Tadi, om Yogi sudah pulang dan dia takut berpamitan karena takut mengganggumu tidur," ucapku dengan lembut sambil menggendong bayi kecil itu.


"Kenapa Nak Yogi pulang tidak berpamitan kepada emak?" tanya emak sambil menatap wajahku.


"Karena dia takut mengganggu Ammar yang sedang tertidur, sebab tadi emak berpamitan mau menidurkan Ammar? Jadi, dia tidak berpamitan," jawabku dengan lembut.


Aku pun tersenyum dan berkas pergi menuju kamar mandi, karena aku sangat senang bisa memiliki orang tua yang sangat perhatian kepadaku, mau menjaga buah hatiku dan dia mengerti akan posisiku saat ini.


"Ya Allah terima kasih telah memberikan aku keluarga, yang sangat sayang dan baik kepadaku," ucapku dengan penuh syukur.

__ADS_1


Aku pun bergegas mandi. Setelah itu, langsung ke luar dan memakai piyama kulihat Ammar sudah menatap wajahku, sepertinya ia sudah ingin mencium ibunya.


"Anak ibu pengen dicium ya, dari pagi belum ada dicium sama ibu," ucapku sambil berjalan menghampiri Ammar, kemudian aku pun menggendong bayi kecil itu dan menciumnya.


Bayi yang belum genap sebulan itu pun tersenyum dan, aku langsung meletakkannya ke tempat tidur. Sontak, membuat wajahnya langsung bersedih dan menangis.


"Anak ibu manja banget," ucapku dengan lembut sambil menggendongnya kembali.


Aku pun memberikan susu yang ada di botol dot yang disiapkan oleh emak tadi, kemudian menggendongnya dengan penuh cinta dan bayi kecil itu pun tidur dengan pulas.


Aku langsung meletakkannya ke tempat tidurnya dengan perlahan, agar dia tidak terbangun.


"Anak ibu, tidur yang nyenyak ya sayang, ibu ingin istirahat sebentar sebelum adzan Magrib berkumandang," ucapku dengan lembut sambil berjalan ke tempat tidur.

__ADS_1


Entahlah, setelah memiliki bayi aku tidak bisa tidur dengan pula seperti biasanya. Bahkan aku tertidur hanya hitungan menit saja, tetapi aku tidak pernah mengeluh, karena itu adalah kemauanku dan aku selalu mengucap syukur.


BERSAMBUNG.


__ADS_2