Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Flo sudah sampai di Kota Banda Aceh, kini ia tengah mencari alamat Eril dari ponsel sang pacar karena dia sudah menyadap ponsel pria yang sangat di cintai.


Mobil yang membawa Flo sudah sampai di depan villa Eril sang kekasih hatinya, dan ia langsung bergegas pergi menuju villa tersebut.


"Kenapa villa ini harum wanita? Tapi, bang Eril sendiri bukan?" tanya Flo pada diri sendiri, kemudian mulai mengetuk-ngetuk pintu villa tersebut.


Elisa sedang membersihkan semua luka-luka di seluruh wajah Eril akibat perkelahian tadi, dan dia mendengar suara ketukan pintu.


"Kak Eril, seperti ada yang datang." Elisa bangun dari duduk hendak berjalan. Namun, tangannya ditarik oleh Eril membuatnya langsung menatap pria itu.


"Jangan di lihat, abang takut itu pria tadi dan melukaimu," ucap Eril, membuat Elisa bergidik ngeri saat membangkang walah Yogi tadi.


"Lalu, kita biarkan saja?" tanya Elisa yang kembali duduk di samping Eril.


Eril menganggukkan kepala, kemudian ponselnya berdering ternyata Flo yang menelpon. Dengan sangat cepat ia langsung mematikan ponselnya agar wanita itu tidak bisa menghubungi lagi.


'Jangan hanya gara-gara wanita murah itu, kedua rencanaku gagal,' batin Eril.


Elisa kembali memberikan obat pada luka Eril, dan pria itu curi-curi kesempatan untuk mendekatinya dengan cara apa saja. Gadis itu menerima setiap rayuan dari kakak angkatnya karena dia menanggap mereka sebagai saudara.


Eril tersenyum saat menggelitik tubuh Elisa sampai baju gadis itu sedikit terbuka, dan matanya melihat ada tanda hitam yang sama persis dengan punya sang papa di bagaian perut gadis kecil tersebut.


'Apa benar dia anak papa? Atau, hanya mirip saja karena tanda itu juga ada pada adiknya papa dan semua keluarganya?' batin Eril sambil berpikir.


"Kak Eril, sudah jangan lagi karena geli sekali!" jerit Elisa.


Eril langsung tersenyum simpul, kemudian dia naik ke atas tubuh gadis itu membuatnya menjerit histeris sampai terdengar jelas oleh Flo yang masih ada di depan pintu villa.


"Suara wanita. Aku tidak bisa membiarkan mereka bercinta!" Flo memukul pintu villa dan terbuka karena Eril tidak menguncinya.


Flo langsung berjalan dengan cepat mencari sumber suara yang masih terdengar jelas, wanita mudah menjerit-jerit histeris. Saat dia masuk ke dalam kamar utama matanya membulat sempurna.


Flo melihat Eril berada di atas tubuh gadis kecil yang tengah menjerit-jerit histeris, dan pria itu juga mengunci tangan sang gadis kecil.


"Kak Eril, hentikan!" jerit Elisa membuat pria itu semakin mengetik gadis kecil itu.


"Jangan harap bisa lepas, dari cengkeraman harimau ini," jawab Eril sambil mencium rambut Elisa.

__ADS_1


Flo langsung menghampiri Eril karena sudah tidak tahan melihat sang pacar akan tidur bersama seorang gadis kecil, dan ia menarik tangan pria itu.


"Eril!" bentak Flo.


Eril terkejut dan langsung turun dari tubuh Elisa, mereka berdua bangun dan merapikan penampilan masing-masing.


Plak!


Flo menampar pipi Eril dengan sangat kuat membuat Elisa langsung memang tangan pria itu.


"Ja-lang!" Flo hendak menampar pipi Elisa. Namun, tangannya di tahan oleh Eril membuatnya sangat kesal.


"Jangan kau sentuh dia!" sentak Eril, membuat Flo terkejut.


Elisa berlindung di sebalik tubuh Eril, karena dia merasa ini salah paham sebab ia dan pria itu tidak seperti apa yang di tuduhkan oleh Flo.


"Bang Eril marah sama aku, hanya karena wanita ja-lang tidak tahu malu ini!" Flo berucap dengan ketus sambil menunjuk ke arah Elisa.


"Mbak salah, kami berdu-" terputus karena Eril langsung menutup mulut Elisa mengunakan tangannya.


Hal itu membuat Flo semakin terbakar api cemburu, dan langsung mencoba untuk mencelakai Elisa.


"Bang Eril. Tap-" terputus karena Eril langsung menyerang ucapannya.


"Sekarang pergi, atau kita putus!" seru Eril.


Flo sangat tidak percaya Eril akan berkata kasar padanya hanya karena ja-lang kecil itu, sehingga dia langsung bergegas pergi dari sana dalam keadaan kecewa dan kesal.


Elisa menangis di sebalik tubuh Eril, karena Flo melukai tangannya tadi sampai mengeluarkan sedikit darah.


"Sakit?" tanya Eril sambil memegang tangan gadis kecil itu, dan Elisa menganggukkan kepalanya.


"Ayo, abang berikan obat." Eril membawa Elisa ke sofa dan mengobati luka di tangan gadis kecil itu.


'Sial, datangnya sumber bencana itu akan merusak segalanya,' batin Eril.


Elisa sedih karena dia Eril dan sang pacar bertengkar, walaupun dia tidak mengetahui apa-apa tentang percintaan akan tetapi, gadis itu tahu jika yang tadi adalah kekasih kakak angkatnya.

__ADS_1


'Apa karena aku ini anak dari isti kedua, sebab itu semuanya orang menyebutku sebagai ja-lang,' batin Elisa lirih.


*. *. *.


Citra bangun dari tidurnya dan melihat sang kakak sedang menyusun baju-baju ke dalam lemari, dan dia langsung menghampiri Fiia kemudian duduk di samping kakaknya.


"Tidur mulu, gak di sana, di sini sama saja," ucap Fiia sambil terus mengerjakan tugasnya.


Citra tidak menggubris ucapan sang kakak, karena jiwanya belum sepenuhnya pulih dan ia memejamkan mata lagi. Saat ia hampir tertidur Fiia mendorong tubuhnya sampai terjatuh.


"Aaahhhkkk!" jerit Citra sambil bergegas bangun dan menatap tajam ke arah sang kakak, yang sudah berbuat tidak ada akhlak tadi.


"Dasar gak ada akhlak!" cecar Citra karena sangat kesal pada sang kakak, sedangkan Fiia langsung tertawa lepas sampai-sampai dia tersedak.


"Uhuk."


Citra tertawa kecil kemudian bergegas pergi dari sana sebelum perang dunia di mulai lagi, karena dia dan sang kakak akan terus bertengkar kalau tidak ada yang mengalah.


Citra berjalan menuju taman belakang dan duduk di bangku sambil menatap langit-langit malam, yang terlihat banyak bintang bersinar terang malam ini.


'Bintang, sampaikan rinduku ini pada pak Yogi. Eh, salah maksudnya bukan dia,' batin Citra.


Gadis itu menepuk keningnya karena sudah memikirkan yang tidak-tidak, kemudian dia mengingatkan kembali kejadian tadi saat bertemu dengan Eril.


Lagi-lagi otak kecilnya tidak mampu memikirkan hal serumit itu, sehingga dia kembali menutup kedua matanya. Namun, kali ini gadis itu tidak tidur hanya menutup mata.


Citra terbayang wajah Yogi saat mereka bekerja di kantor tadi siang, dan kejadian saat dia terjauh di atas tubuh pria itu.


'Ya ampun, pisang ambon pak Yogi tegak tadi. Astaghfirullah Citra kamu mikirin apa sih,' batin Citra.


Gadis itu mengumpat dirinya sendiri, karena sudah berpikir yang bukan-bukan tentang pisang ambon Yogi. Sehingga dia malu sendiri sudah berpikir seperti itu.


Bersambung.


Author balik lagi ni, menyapa kalian semuanya. Jangan lupa untuk berikan dukungan untuk author receh ini.


Tinggalkan komentar lucu kalian. Ya, karena itu akan jadi penyemangat author update.

__ADS_1


Pembaca."Kok maksa sih, Thor?"


Author."Udah minta komen, maksa lagi. Ya.😂"


__ADS_2