
Saat pulang kerja, aku di antara oleh pacar baru ku. Sebab, dia yang menginginkan hal itu, dan aku tidak mungkin menolaknya, karena dia baik padaku.
"Citra, satu Minggu kedepan, saya akan ke luar negeri. Kamu di sini jangan nakal ya!" pinta Pak Yogi padaku.
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala, tanda mengerti dan dia terlihat bahagia, saat aku menuruti keinginannya.
"Selama itu?" tanya ku dengan sangat lembut.
Pak Yogi tidak menjawab, melainkan tersenyum dan terus menalajukan mobil menuju rumah.
Setelah sampai di rumah, aku menatap wajah Pak Yogi dengan lembut kemudian bergegas turun. Namun, tanganku di tarik oleh Pak Yogi membuatku tidak jadi turun.
"Ada apa?" tanya ku dengan lembut.
"Tidak ada, hanya saja! Setelah Magrib angkat telpon saya. Ya!" pintanya dengan lembut dan aku mengangguk.
Aku tersenyum dan bergegas turun dari dalam mobil, karena semua orang sudah menatap mobil Pak Yogi yang berhenti tepat di pinggir jalan.
Saat aku turun, terlihat semua tetangga menatapku dengan tajam seperti aku memiliki hutang pada mereka.
"Sepertinya aku berpikir hal yang sama seperti mereka," gumam ku sambil terus berjalan masuk.
__ADS_1
Ya, aku berpikir jika mereka pasti menduga-duga aku akan berbuat mesum karena terlalu lama di dalam mobil tadi.
Sudahlah, karena hidup bertetangga memang seperti itu. Terkadang meraka memandang renda pada orang seperti ku.
"Assalamualaikum Mak!" ucap ku sambil menidurkan tubuh.
"Waalaikumsalam!" jawab Emak dari dapur.
Aku memejamkan mata, merasa sangat lelah saat bekerja tadi karena sudah lama aku tidak bekerja sebagai pelayan.
"Sudah pulang? Tadi, ada Flo datang dia ada di dalam kamarmu," ucap emak dengan lembut.
Aku membulatkan mata dengan sempurna, mendengar wanita iblis itu datang ke sini. Bahkan, dia ada di dalam kamar ku.
Emak tidak menjawab dan terus berjalan meninggalkan aku. Mau tidak mau, aku harus menghampirinya.
Entahlah, apa mau dia datang padaku. Sebab, tidak mungkin dia datang tanpa misi pisi.
Aku masuk ke dalam kamar, dan melihat Flo dengan perut yang sudah sangat membuncit, membuatku terkejut. Sebab, terlihat tinggal menunggu hari saja dia akan melahirkan.
"Flo," ucapku dengan lembut.
__ADS_1
Flo langsung menghampiriku, kemudian dia memeluk aku dengan lembut. Entahlah, seingatku beberapa hari lalu perutnya tidak sebesar ini.
Tapi, kenapa sekarang terlihat jelas dia sedang mengandung?
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ku dengan lembut.
Walaupun dia jahat padaku, aku tetap saja kasihan melihatnya menderita seperti ini. Walaupun aku tahu semua adalah karma untuknya.
"Sebenarnya ... "
Flo menceritakan kalau sebenarnya dia sudah hamil sebelum berpacaran dengan Eril, dan dia menyembunyikan semua rahasia itu dari kami. Sebab, pria yang menghamilinya orang yang sangat kami kenal.
Bahkan, dia rela mengikat perutnya agar kehamilannya tidak di ketahui semua orang. Namun, beberapa Minggu ini dia tidak bisa melakukan hal itu.
Sebab, usia kehamilannya sudah menginjak sembilan bulan hanya tinggal menunggu hari saja.
"Sabar, apa dia tidak mau menikahi mu?" tanyaku dengan sangat tidak percaya.
Karena, pria yang mencintai ku ternyata sudah tidur bersama Flo sebelum kami kenal dan semua ini membuatku kesal.
"Sudahlah, lagi pula anak ini akan terlahir cepat atau lambat. Jadi, tidak ada gunanya lagi kalau dia mau bertanggung jawab," jawab Flo dengan lirih.
__ADS_1
Aku terdiam, karena Flo terlihat sedih saat berucap tadi. Tidak seperti biasanya, ada apakah dengannya?
BERSAMBUNG.