Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Author


__ADS_3

Citra memberikan susu pada sang anak, karena bayi kecil itu haus. Padahal, ini sudah larut malam.


Ya, namanya juga bayi pasti akan harus kapan saja tidak kenal malam atau siang. Sebab, makanannya hanya susu.


"Mana besok kerja lagi, jam segini belum juga tidur," ucap Citra sambil menguap.


Sebab, dia sangat mengantuk ingin rasanya ia tidur secepatnya. Namun, siapa yang akan menjaga bayi kecilnya?


"Citra," panggil Jima dengan lembut.


Wanita paru baya itu mendengar tangisan bayi, dan dia langsung menghampiri kamar anaknya, ternyata benar bayi kecil itu tengah menyusu.


"Iya Mak," jawab Citra dengan lembut.


Jima mengambil bayi itu dari gendongan Citra, karena dia tahu sang anak besok akan bekerja.


"Kamu tidur saja! Biarkan, Amar sama emak," ucap Jima dengan lembut.


Citra menganggukkan kepala, dan bergegas tidur karena dia sudah sangat mengantuk sejak tadi. Namun, Amar tidak ada yang menjaganya.


'Kasihan Citra, harus mengurus bayi. Padahal, dia masih gadis, seharusnya Flo yang menjaga bayinya. Aku tidak akan memberikan dia mengambil Amar dari anakku,' batin Jima dengan lirih.

__ADS_1


Wanita paru baya itu takut, kalau Amar akan di ambil suatu saat nanti oleh Flo. Sebab, ia tahu akal sang cucu seperti apa.


Jima mengurus Amar dari malam sampai Subuh, dan dia membangunkan Citra, karena gadis itu harus shalat Subuh.


"Terimakasih banyak Mak, karena membantu Citra menjaga Amar satu malam," ucap Citra dengan lembut.


"Iya, kamu shalat dan bersiap bekerja," jawab Jima dengan lembut.


Citra tersenyum dan bersiap-siap mandi, setelah itu dia melaksanakan shalat Subuh sendirian.


'Ya Allah, semoga hamba bisa merawat Amar dengan baik dan sabar. Jadikan dia anak yang Sholeh dan berbakti kepada orang tuanya. Aamiin,' doa Citra dalam hatinya.


Setelah selesai shalat, Citra langsung bersiap-siap berangkat bekerja. Karena, hari ini banyak pekerjaan yang harus di usur karena Yogi pergi.


"Amar, bunda kerja dulu ya? Untuk kita," ucap Citra dengan lembut.


Gadis itu mencium bayi kecil itu dengan lembut, kemudian memberikan keperluan sang anak pada enaknya.


"Mak, Citra pergi dulu ya," ucap Citra dengan lembut.


"Iya," jawab Jima.

__ADS_1


Citra mencium tangan sang ibu kemudian bergegas pergi dari sana. Padahal, hatinya tidak ingin meninggalkan bayi kecil itu. Namun, dia harus bekerja untuk menafkahi sang anak.


. . .


Eril baru bangun dari tidur dan memeluk Elisa dengan erat. Padahal, gadis itu harus berangkat sekolah pagi ini.


"Kak, Elisa mau sekolah," ucap Elisa dengan lembut.


Eril semakin erat memeluk Elisa, karena sejak semalam dia terus menahan hasrat yang terpendam pada gadis kecil itu.


"Kak, nanti malam kita bisa tidur bersama lagi, dan Kakak juga harus bekerja bukan?" ucap Elisa sambil terus mencoba melepaskan diri.


Eril membuka mata dan mencium seluruh wajah Elisa dengan lembut, kemudian dia bangun.


"Baiklah. Tapi, ingatlah jangan berdekatan pada pria di luar sana!" ancam Eril pada Elisa.


"Baik," jawab Elisa.


Sebab, dia tidak ingin melawan sang kakak yang sangat baik padanya. Walaupun, Eril seringkali hampir menidurinya, dan gadis itu berpikir itu hanyalah kesalahan yang tidak di sengaja oleh Eril.


"Cium!" Eril menunjuk wajahnya dan Elisa langsung mencium wajah pria itu dengan lembut.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2