Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, ahlinya aku mendengar suara tangisan bayi dengan keras dari dalam sana. Yang sudah pasti, kalau itu adalah anak Flo.


Air mata membasahi pipiku, karena sekarang aku sudah menjadi seorang ibu. Walaupun bukan aku yang melahirkan bayi itu. Tapi, aku yang akan merawat dan memberikan nafkah untuk anak Flo.


"Keluarga Flo!"


Aku langsung bergegas masuk dan melihat anak Flo yang berwarna tampan, mirip dengan ayahnya. Tapi, wajah itu seakan membuat ku sakit dan sedih.


"Bu, silahkan anaknya di bawa pulang. Sebab, Flo tidak mau membayar perawatan anaknya, maka itu, segera lunasi dan bawa bayi ini," ucap perawat tersebut.


"Baik," jawabku.


Setelah selesai membayar, aku langsung membawa bayi yang masih merah dalam gendongan ku. Entah apa yang akan terjadi di rumah saat aku membawa Muhaamar pulang.


"Ya Allah, semoga semua orang paham apa yang sedang aku lakukan," ucapku dengan lirih.


Setelah aku naik taksi, bayi kecil itu menangis dan aku tidak tahu apa yang diinginkannya. Sebab, aku tidak pernah mengurus bayi yang baru lahir.


"Neng, kayaknya anak kamu haus, kasih susu dong," ucap supir taksi tersebut.


Aku terdiam sambil menatap gunung kembar milikku, dan merasa ngilu kalau aku yang harus memberikan bayi ini susu.

__ADS_1


"Tapi, dia bukan anak saya? Apakah, harus saya berikan susu?" tanya ku dengan polos.


Sebab, aku tidak tahu apapun tentang susu atau sejenisnya.


"Oh, kalau begitu. Kamu belikan dia susu formula khusus untuk bayi," jawab supir taksi tersebut.


Aku pun tersenyum, dan memintanya memberhentikan kami di apotek untuk membeli susu Muhaamar.


Setelah aku membeli susu dan juga botol dot, juga keperluan Muhaamar yang lain, kami segera pulang. Sebab, bayi kecil ini sudah sangat haus dan lelah.


Setelah sampai di rumah, aku bergetar karena takut apa yang harus aku jelaskan pada kedua orang tuaku nanti?


Tetangga mulai berbisik-bisik, karena aku membawa bayi pulang ke rumah. Tapi, aku tidak peduli dan langsung masuk ke dalam.


"Assalamualaikum!" ucapku.


"Waalaikumsalam," jawab emak dengan lembut.


Emak terkejut saat melihat aku membawa bayi, dan aku letakkan di sofa sambil membuat susu.


"Cit, itu anak siapa?" tanya emak dengan sangat terkejut.

__ADS_1


"Mak, tanya nanti dulu. Citra mau buat susu, tolong jaga Muhaamar!" Aku bergegas pergi dari sana.


Karena ingin membuat susu untuk bayi kecilku. Setelah selesai, aku langsung kembali dan mengambil anakku dari gendongan emak.


"Citra, anak siapa itu? Mana sepertinya baru di lahirkan?" tanya emak lagi.


Aku pun menceritakan semua. Tapi, aku minta agar semua merahasiakan hal ini dari siapapun, termaksud ayahnya Flo.


"Tapi, kamu sendiri yang akan menanggung malu," ucap emak dengan cemas.


Aku tersenyum dan menjelaskan semua pada emak, karena bayi kecil ini tidak berdosa dan aku mau merawatnya sebagai anakku.


"Baiklah, emak juga sedih melihatnya harus di rawat sama kamu bukan oleh orang tuanya," ucap emak lirih.


Aku tersenyum dan mengucapkan banyak terimakasih karena emak mau menerima anakku, dan dia bersedia merawat Muhaamar saat aku bekerja nantinya.


"Sekarang bawa dia masuk ke dalam kamar, kasihan dia pasti dingin," ucap emak dengan cemas.


Aku pun membawa bayi kecilku masuk ke dalam kamar, dan dia tertidur pulas setelah aku memberikannya susu tadi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2