Kisah Cinta Citra

Kisah Cinta Citra
POV Citra


__ADS_3

Sore ini aku pergi bersama kak Fiia, yang ingin bertemu dengan seseorang, aku tidak tahu entah siapa yang akan ditemuinya. Aku ikut saja karena juga ingin membeli keperluan untuk bayi kecilku.


Setelah sampai di cafe, aku langsung turun dari motor bersama kak Fiia berjalan masuk ke dalam terlihat ada seseorang pria yang tengah duduk sendirian, entahlah mungkin itu adalah pacar nggak Fiia, kemudian kami pun menghampirinya Aku sama sekali tidak boleh tanya siapapun pria itu karena tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan kakakku.


Saat aku duduk aku sangat terkaget melihat pria yang ada di hadapanku saat ini. Sebab dia sangat familiar sekali di mataku karena kami sering bertemu dulu.


"Bang Emon!" pekikku sambil menatap pria yang ada di hadapanmu itu.


Aku terkejut melihat Kak Fiia duduk di samping Bang Amon, kemudian aku pun duduk juga di hadapan mereka sambil mendengarkan penjelasan kedua orang yang ada di hadapanku ini.


Aku saat terkejut, mendengar ternyata mereka memiliki hubungan sejak lama. Awalnya aku sama sekali tidak percaya hal itu, namun aku mendengar sendiri dari mereka.

__ADS_1


"Jadi, berapa lama kalian memiliki hubungan?" tanya aku sambil menatap ke arah mereka.


"Sejak Kakak tinggal di Banda, dari awal situ kami berpacaran," sahut Kak Fiia.


Aku tidak habis pikir, karena tadi sudah menceritakan kalau bang Amon adalah ayah Ammar, namun pria itu sama sekali tidak mengakui, ya walaupun anak bayi itu sangat mirip dengan wajahnya. Tapi, dia sama sekali tidak mau mengakui bahwa Ammar adalah anak kandungnya.


Sedangkan Kak Fiia, aku juga sudah menceritakan hal itu. Namun dia tak peduli dan masih bersama bang Amon. Bahkan aku terkejut saat mendengar mereka memiliki hubungan.


Aku hanya menganggukkan kepala sambil terus berpikir apakah aku menceritakan yang sebenarnya kepada Bang Amon, kalau bayi Flo ada bersamaku, tetapi aku masih ragu karena takut pria itu tidak menginginkan Ammar apalagi mengakui bayi itu ada anak kandungnya.


Ya ampun, aku merasa dilema karena aku juga sedikit sakit hati saat melihat Kak Fiia pacaran dengan bang Amon, yang sudah lebih dahulu bermain dengan Flo karena aku tahu keponakan ku itu adalah wanita malam.

__ADS_1


Aku berpikir mengapa kak Fiia p mau dengan pria itu sudah bermain-main dengan Flo, ya entah sejak kapan bang Amon bermain dengan Flo, aku juga tidak tahu yang pasti mereka sudah menghasilkan buah hati.


Mungkin memang mereka berjodoh lagi pula memang kakakku itu menerima masa lalu dari Bang Amon, yang gelap ya walaupun aku masih tidak setuju jika mereka memiliki hubungan. Tapi bagaimana lagi keduanya sudah saling mencintai mereka dan mendoakan yang terbaik.


"Tapi aku ingin memberitahu satu hal kepadamu Bang Ambon, jika anak Flo ada bersamaku, bahkan wanita itu sama sekali tidak mau merawat anaknya, sedangkan kamu malah tidak mengakui anakmu itu sebagai anakmu," ucapku dengan tegas.


Terlihat wajah pengaman terdiam kemudian seperti sedang memikirkan sesuatu, namun aku tidak bertanya lagi kemudian pun beralitas pergi dari sana. Sebab aku tidak ingin mendengar dia tidak mengakui Ammar itu sebagai anak kandungnya seperti apa yang diceritakan oleh Flo kepadaku.


BERSAMBUNG.


Sambil menunggu aku update, mampir yuk ke novel teman aku yang seru. Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2