
Eril membawa tubuh Elisa yang masih basah masuk ke dalam villa, dan mambawanya ke dalam kamar mandi. Pria itu mengedipkan sebelah mata saat gadis kecil polos yang ada di hadapannya menatap dia.
"Kak Eril, sana ke luar!" pinta Elisa sambil mendorong tubuh Eril ke laur kamar mandi.
"Sabar dong, kan' kita mau mandi bareng?" ucap Eril sambil menatap Elisa yang menutup pintu kamar mandi.
"Elisa!" teriak Eril. Namun, gadis kecil itu tidak menggubrisnya sehingga dia langsung bergegas pergi dari sana menuju kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar, Eril langsung membersihkan diri karena malam ini juga dia akan mengantar Elisa pulang ke Jakarta. Sebab pria itu ingin melancarkan aksi untuk mendapatkan hati Citra kembali.
'Sampai kapanpun, aku akan tetap mengejarnya dan mendapatkan hati dia kembali. Barulah aku bisa merusak masa depannya,' batin Eril licik.
Eril ingin sekali mencicipi kegadisan Citra, karena itu adalah misi utamanya berpacaran dengan gadis yang memiliki kulit berwarna gelap.
*. *. *
Citra pulang dari kantor dengan menaiki angkot agar ia segera sampai di rumah sang paman, karena dia sangat mengantuk sejak tadi siang sampai-sampai satu berkas basah akibat ulahnya.
__ADS_1
Flashback on.
Citra sedang mengerjakan tugas dengan sangat mengantuk, sehingga dia tidak sengaja menyenggol kopi dan tumpah membasahi seluruh berkas. Gadis itu membuka mulut lebar-lebar melihat apa yang terjadi.
"Citra!" teriak Yogi melihat berkas penting basah.
"Maaf," ucap Citra sambil membersihkan berkas tersebut. Namun, dia gagal dan untungnya ia sempat menyalin file sebelum di cetak.
"Untungnya, di sifat lemot kamu masih ada secuil kepandaian," ucap Yogi sambil bernafas lega.
Flashback off.
'Pasti semuanya belum pulang. Ini kesempatanku untuk tidur pulas tanpa adanya gangguan,' batin Citra.
Gadis itu bergegas masuk ke dalam kamar dan langsung menidurkan tubuh kemudian Citra tertidur pulas. Hanya butuh beberapa detik saja untuknya terlelap.
Author. Kang tidur kamu emang. Ya, Citra!
__ADS_1
Yogi tersenyum saat mengingat kembali kejadian tadi, saat dirinya memarahi Citra dan gadis itu benar-benar sangat takut padanya.
'Lucu dan imut, kapan aku bisa menikmatinya, eh memilikinya,' batin Yogi.
Pria berusia 25 tahun itu sangat mencintai gadis yang bernama Citra Salsabila berusia 18 tahun, walaupun wanita itu sedikit lemot dan lucu. Hal itu yang membuat dia sangat menyukainya.
Yogi tidak bisa melupakan Citra dalam hatinya, walaupun dia sudah berulangkali di tolak oleh gadis itu. Namun, dia tetap semangat mengejar Cinta gadis remaja tersebut.
'Pantang pulang sebelum padam, itu kata pemadam kebakaran. Sedangkan aku? Pantang mundur sebelum janur kuning melengkung,' batin Yogi.
Entah mengapa Yogi sangat tertarik dengan gadis sederhana seperti Citra, yang awalnya sangat di bencinya sampai ke ubun-ubun. Mereka berdua tidak pernah akur saat menjadi atasan dan bawahan di restoran milik Pak Polisi Edson.
Bersambung.
Salam manis untuk semuanya dari Author receh ini.
Author pernah dengar, kita tidak boleh membenci seseorang dengan berlebihan. Karena akan membawa cinta.
__ADS_1
Hal ini yang di rasakan oleh Yogi untuk Citra.
"Makanya Bambang kamu jangan terlalu benci sama Citra yang imut dan manis itu.😂"