Kisah Sang CEO Muda

Kisah Sang CEO Muda
BAB 22 RENCANA YANG GAGAL


__ADS_3

Empat lelaki bertampang bengis itu berhenti di hadapan Raihan dan Bayu kurang dari 2 meter. Sorot mata mereka yang menyiratkan permusuhan terus saja menatap tajam kedua pemuda tampan itu. Sedangkan dari gerakan tubuh mereka telah siap menyerang.


Sementara Raihan dan Bayu tampak tenang-tenang saja. Malah balas menatap keempat lelaki itu dengan dingin. Sama sekali tidak ada rasa gentar pada mereka.


"Kalian berdua masih ada di sini," kata lelaki yang berdiri paling depan seolah menegur tapi bernada mengejek sambil tersenyum meremehkan. "Apa... lembur ya...?"


"Apa kalian yang gembosin ban motor kami?" tanya Bayu langsung bernada tajam mengandung ancaman.


"Oh..., ban motor kalian gembos?" kata lelaki itu lagi dengan mimik dibuat terkejut. Namun jelas sekali kalau dia tengah mengejek.


"Siapa yang gembosin, Bro?" katanya lagi sambil menoleh pada 3 rekannya yang ada di belalangnya. Gaya dan sikapnya semakin mengejek dan meremehkan.


"Kayaknya hantu parkir, Boss," kata rekannya yang berdiri sebelah kiri sambil siap-siap tertawa mengejek.


"Hahaha...!"


Seketika saja keempat lelaki bertampang songong itu langsung tertawa mengejek selepas perkataan tadi terucap. Suara tawa mereka memang tidak terlalu keras, tapi kedengarannya amat menyebalkan.


"Sebenarnya apa mau kalian datang ke mari?" kata Raihan bernada dingin, sudah mulai muak dengan tingkah keempat lelaki itu. "Mau nyari perkara lagi?"


"Kalau kalian nggak mau ngaku yang gembosin ban motor kami," kata Bayu seakan menyambung, "sebaiknya lekas minggat dari sini sebelum kesabaran gue hilang."


"Bocah itu ngancam kita, Boss," kata rekan si boss yang berdiri paling kanan dengan mimik dibuat takut, tapi jelas maksudnya mengejek. "Gue takuuut...."


"Rupanya kalian punya nyali juga pake ngancam kami segala," kata si boss bernada dingin campur sinis.


"Yang nyari-nyari perkara tu kalian!" sengit lelaki yang berdiri sebelah kiri. "Baru 2 bulan kerja udah belagu. Mau nyari muka biar naik jabatan?"


"Gue heran dengan kalian ini," kata Raihan bernada santai dan tenang. "Orang bekerja dengan baik dan benar, kalian malah sewot...."


"Seharusnya kalian bekerja dengan baik dan benar juga," lanjut Raihan. "Jangan ngurusin orang!"


"Brengsek! Lu sok-sokan ngajari kami, senior kalian hah?!" berang si boss sudah naik pitam.


"Senior tu harusnya nyontohin yang baik," kata Bayu jelas menyindir, tapi gayanya santai saja, "bukan yang jelek."


"Udah, Boss, kita sikat aja mereka!" kata lelaki yang sedari tadi diam saja. "Jangan lama-lama keburu mereka makin ngelunjak!"


"Lu benar juga," kata si boss seakan mengakui saran rekannya itu. "Kenapa kita mesti berlama-lama debat dengan mereka?"


"Libas mereka!" titah sang boss seraya mengibaskan kedua tangannya ke depan.


Belum hilang suara perintah penyerangan itu, keempat lelaki bengis nan songong itu segera maju ke depan menyerang Raihan dan Bayu. Si boss dan rekannya yang sebelah kiri menyerang Raihan. Sedangkan 2 rekan si boss yang berdiri sebelah kanan menyerang Bayu.


Namun baru 1 langkah mereka bergerak, Bayu ternyata sudah bergerak lebih cepat lagi dari mereka. Demikian cepatnya gerakan Bayu, lelaki yang berdiri paling Ter tidak lekas menyadari.


Karena tidak lekas menyadari, maka jelas tidak sempat menangkis atau menghindari tendangan kaki kanan Bayu. Sedangkan tendangan yang berisikan tenaga tinggi itu terus saja meluncur dengan cepat. Maka....


★☆★☆


Bughk!

__ADS_1


"Akh!"


Dengan telak dan keras tendangan kaki kanan Bayu langsung menghantam dada lelaki itu hingga terjajar limbung ke belakang sambil mengeluh tertahan. Lalu dia jatuh terduduk.


Sedangkan rekan lelaki itu, menyaksikan kenyataan yang berlangsung di depan matanya yang begitu cepat, tentu saja dia terperangah kaget bukan main. Sungguh dia tidak menyangka kalau Bayu berbuat di luar ekspektasinya.


Namun tindakan kelalaiannya itu harus dia bayar mahal. Karena ternyata Bayu terus bergerak beralih menyerang dirinya.


Tanpa menurunkan kaki kanannya, Bayu menyabetkan kakinya itu ke samping kanan dengan cepat. Dan dengan telak dan cukup keras tanpa terhalangi langsung menghantam kepala lelaki itu.


Desss!


Seketika saja lelaki itu langsung terjajar limbung ke samping kanannya agak ke belakang. Namun belum sempat dia memperbaiki keadaannya, Bayu kembali bergerak cepat mengejarnya.


Begitu sudah berada dekat dengan lelaki itu, tendangan kaki kiri kembali melayang. Dan dengan cepat, tepat, telak menghantam dada lelaki itu dengan keras.


Dughk!


"Ukh!"


Demikian kerasnya tendangan itu menghantam dadanya, membuat lelaki itu makin terjajar ke belakang sambil mengeluh tertahan. Lalu dia seketika jatuh terduduk.


Sementara itu, adegan yang terjadi pada pertarungan antar Raihan melawan si boss dan seorang rekannya tidak kalah hebatnya.


Si boss dan rekannya terus saja bergerak maju tanpa memperhatikan nasib dua rekan lainnya. Tanpa menghiraukan kalau yang akan mereka serang adalah seorang yang menguasai bela diri.


Dari gaya serang yang mereka tunjukkan yang tampak agak serampangan, jelas mereka tidak memiliki teknik bela diri tertentu. Sepertinya mereka cuma mengandalkan tenaga fisik mereka yang kuat.


Dan benar saja. Belum juga serangan kedua lelaki itu sampai di hadapan Raihan, pemuda itu sudah bergerak cepat menyongsong keduanya.


Tanpa perlu menangkis pukulan kedua lelaki itu yang datang hampir bersamaan, Raihan dengan gerakan cepat melayangkan tendangan kaki kanannya yang berisikan tenaga cukup kuat.


Sehingga, belum juga tinju si boss berhasil sampai ke tujuan, tendangan Raihan sudah membobol dadanya dengan keras dan kuat.


Bughk!


Kemudian, dalam waktu yang nyaris bersamaan, tanpa menurunkan kaki kanannya, Raihan menggerakkan kakinya kembali dengan cepat. Dan tanpa ampun langsung membobol dada rekan si boss dengan telak.


Dughk!


Saking keras dan kuatnya tendangan Raihan bersarang di dada kedua lelaki itu, membuat mereka terjajar limbung ke belakang beberapa langkah.


Apakah cukup sampai di situ?


Ternyata tidak.


Selagi kedua lawannya terjajar ke belakang, Raihan kembali bergerak cepat mengejar kedua lelaki itu. Dan begitu dia sudah berada di antara keduanya, dengan cepat pula dilayangkan kedua tinju kiri kanannya menghantam wajah masing-masing mereka.


Desss! Desss!


Karena hantaman kedua tinju itu bukan pukulan sembarangan, hidung masing-masing mereka langsung mengeluarkan darah. Sedangkan mereka makin terjajar ke belakang sebelum akhirnya jatuh terduduk di atas paving.

__ADS_1


★☆★☆


Beberapa saat lamanya si boss dan ketiga rekannya masih diam duduk di tempat mereka. Tapi tak lama kemudian, seakan ada yang mengomando mereka langsung bangkit.


Kemudian, masih tanpa peduli kalau lawan mereka menguasai bela diri, si boss dan ketiga rekannya kembali menyerang Raihan dan Bayu dengan serampangan.


Namun tentu saja usaha mereka tetap sia-sia. Sehingga kembali mereka harus babak belur dihantam oleh tinju dan tendangan Raihan maupun Bayu silih berganti. Hingga akhirnya mereka langsung jatuh terkapar.


Kalau sudah begitu barulah si boss dan ketiga rekannya menyadari kalau lawan mereka terlalu tangguh bagi mereka. Akhirnya mereka mengaku kalah, dan tiada minat untuk melanjutkan pertarungan. Namun....


"Kali ini gue ngaku kalah, Anjing!" kata si boss sambil meringis menahan sakit. "Tapi kalian jangan senang dulu! Kami masih punya boss yang lebih hebat lagi. Dan kalian pasti akan dibuat mampus...."


"Lu mau panggil boss besar lu, panggil aja!" tanggap Raihan dengan tenang dan santai. "Kami nggak takut! Kalau perlu sekarang juga kalian panggil!."


"Chuih...!"


Si boss cuma menanggapi tantangan Raihan itu dengan meludah ke bawah. Namun ludah yang keluar berwarna merah karena bercampur dengan darah.


Setelah meludah darah, setelah melemparkan dengusan dendam dan kebencian, si boss dan ketiga rekannya meninggalkan tempat itu. Dengan tubuh limbung dan langkah terseok-seok, mereka tetap memaksakan diri untuk berjalan.


Tak lama kemudian, sepeninggal 4 berandalan OB tadi, terdengar Bayu bertanya bagai mengusulkan.


"Apa kamu hendak memecat keempat OB tadi karena sudah berani kurang ajar terhadap Tuan Besar mereka?"


"Aku nggak mau dulu memecat mereka dalam waktu dekat," kata Raihan menanggapi pertanyaan Bayu. "Biar kita lihat dulu siapa yang mereka sebut sebagai boss besar."


"Kita sudah memiliki cukup banyak data mengenai orang-orang bermasalah di perusahaan ini," kata Bayu memberi tahu. "Paling boss keempat OB tadi salah seorang di antara mereka...."


"Itu salah satu kemungkinan," tanggap Raihan.


"Maksudmu?" tanya Bayu belum mengerti.


"Kemungkinan lain boss mereka bisa jadi dari luar perusahaan," sahut Raihan menduga.


"Tapi cepat atau lambat kita harus membersihkan perusahaan ini dari orang-orang bermasalah kayak 4 OB tadi," kata Bayu mengusulkan suatu kebijakan.


"Ya, itu pasti," tanggap Raihan dengan serius. "Tapi jangan tergesa-gesa! Tunggu waktu yang tepat."


Setelah puas mengobrolkan tentang beberapa hal, mereka segera meninggalkan tempat parkiran motor itu dengan menuntun motor mereka.


Ketika sampai di pos satpam mereka meminjam pompa ban yang memang disediakan. Begitu ban motor mereka dipompa, ternyata cuma kekurangan angin, bukan karena bocor.


Tentu saja hal itu membuat mereka menjadi lega. Itu artinya motor mereka tidak harus bermalam di perusahaan sebagaimana rencana mereka. Mereka bisa pulang ke rumah dengan motor mereka.


Rupanya keempat karyawan OB tadi cuma mengempiskan saja ban motor mereka, tidak sampai membocorkan. Perbuatan itu mereka maksudkan cuma untuk membuat Raihan dan Bayu tertahan cukup lama di parkiran.


Setelah rencana mereka berhasil, mereka akan membuat Raihan dan Bayu babak belur. Itu rencana mereka.


Tapi rencana tinggallah rencana. Siapa sangka merekalah yang dibuat babak belur. Hal itu dikarenakan mereka terlalu meremehkan Raihan dan Bayu. Terutama lagi mereka tidak tahu kalau Raihan adalah boss besar mereka.


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2