
"Sebenarnya gue udah ngeduga kalau Sela ada sama kalian," ungkap Andra setelah beberapa saat lamanya Bayu selesai bercerita. "Orang gue sebenarnya ngelihat lu ama Sela sewaktu lu ngantar Sela ke kampus, Bay."
"Cuman... gimana cerita sebenarnya Sela bisa sama kalian gue belum tahu tadinya," lanjut Andra. "Barusan gue tahu setelah ngedengar cerita lu."
Raihan maupun Bayu tidak terlalu kaget lagi mendengar pengakuan Andra barusan. Karena mereka sebenarnya sudah menduga bahwa keluarga Michella bakalan tahu kalau Michella ada bersama mereka.
Dengan Bayu membawa Michella ke kampus secara terang-terangan, pastilah hal itu bakalan diketahui. Dan pastinya pihak keluarga Michella tentu memasang orang tidak jauh dari kampus untuk memantau keberadaan Michella.
Hanya saja Raihan dan Bayu tidak menduga kalau yang melihat Bayu membawa Michella adalah anak buahnya Andra. Dan anak buah tersebut langsung memberi tahu hasil pantauan mereka kepada Andra, boss mereka.
Kalau seorang Andra Septian punya anak buah, tentu dia bukanlah melulu seorang pengusaha muda? Lantas Andra ini siapa sebenarnya kalau begitu? Apakah dia seorang pengusaha merangkap mafia.
"Anak buah lu yang ngeliat gue sama Sela waktu di kampus tadi, Bang?" tanya Bayu ingin memastikan.
"Betul, anak buah gue yang ngeliat," sahut Andra seakan meyakinkan. "Pas mereka ngeliat lu, mereka langsung ngasih tahu ke gue berikut foto lu."
Sebenarnya Bayu hendak bertanya, kenapa saat anak buah Andra atau Andra telah mengetahui kalau dia bersama Michella, tidak langsung menghampiri dia ataupun Raihan.
Raihan pula sempat berpikir demikian. Namun baik dia maupun Bayu melihat Andra seperti tenang-tenang saja, mereka urung untuk menanyakan.
"Lu udah ketemu Sela?" Raihan malah bertanya begitu.
"Gue belum sempat ketemu dia," sahut Andra, "karena baru tadi sore gue nyampe di Jakarta. Tapi setelah tahu kalau Sela ada sama lu dan adik lu, gue jadi tenang."
Raihan maupun Bayu sepertinya tidak perlu bertanya kenapa Andra bisa tenang kalau Michella bersama dia dan adiknya. Karena bisa jadi anak buah Andra membuntuti Bayu hingga ke perusahaan Raihan. Sehingga dari situ dia tahu siapa itu Raihan dan Bayu sebenarnya.
Jadi Raihan maupun Bayu tidak perlu mengherankan akan hal tersebut.
"O iya, apa Sela udah cerita tentang perjodohan itu ama lu, Rai?" tanya Andra kepada Raihan. "Kalian udah ngobrol banyak 'kan semalam?"
__ADS_1
Sepertinya pertanyaan itu mengindikasikan kalau Andra menduga bahwa Raihan sudah berbincang-bincang dengan Sela, termasuk masalah perjodohan.
"Sela nggak ngomong sama sekali ama gue tentang perjodohan gue ama dia," sahut Raihan jujur. "Dan nggak ngomong banyak juga ama gue, apalagi ngobrol. Sela kayak ngehindar gitu ama gue...."
"Ngehindar ama lu?!" tanya Andra tidak bisa menahan rasa kagetnya. "Kok kayak gitu?"
"Rupanya Sela udah tahu kalau cowok yang dijodohin ama dia tuh gue," sahut Raihan menjelaskan. "Dan... emang dasarnya Sela ngenolak perjodohan itu, dan juga nggak suka sama gue. Jadi..., dia ngehindar gitu."
"Sedangkan gue waktu itu belum tahu kalau gue bakal dijodohin ama Sela," lanjut Raihan.
"Lantas... Sela ngapain aja di rumah lu kalau nggak ngobrol ama lu, Rai?" tanya Miko seakan keheranan. "Masa'... datang ke rumah lu terus tidur gitu?!"
"Atau jangan-jangan... Sela malah ngobrolnya ama lu, Bay?"
★☆★☆
Miko amat berharap kalau Sela sempat ngobrol dengan Bayu, bahkan saling ngobrol lama dan panjang. Dari obrolan itu, Miko amat berharap kalau antara Sela dengan Bayu sudah saling suka sama suka. Sehingga mereka bisa jadian dan berpacaran.
Dengan begitu, dengan Bayu sudah punya pasangan, Miko bakalan memiliki Aira secara utuh, tanpa harus bersaing dengan Bayu. Itu artinya satu masalah besar telah selesai, pikir Miko.
Sedangkan Andra langsung didera keresahan jika seandainya benar bahwa selama berada di rumah Raihan, Sela malah ngobrolnya sama Bayu.
Andra jelas resah dan khawatir kalau sampai Sela dan Bayu saling suka karena kejadian itu, bahkan mungkin telah, sebenarnya. Karena Bayu adalah type cowok yang diinginkan oleh Sela, sang adik.
Itu artinya kemungkinan Andra beripar dengan Raihan amat kecil. Karena jika seandainya hal itu terjadi, Sela dan Bayu berpacaran, Andra tidak bisa menentang dan melarangnya pula.
Andra begitu sayang kepada Michella, dan tidak tega menyakiti hatinya jika keinginan adiknya itu ditentang olehnya pula.
Sementara Raihan cuma tersenyum saja melihat Andra dan Miko yang menatap Bayu dengan kejut. Dia tahu apa yang dipikirkan kedua pemuda itu.
__ADS_1
Sedangkan Bayu hanya diam saja Miko bertanya padanya. Seolah dia tidak mengharapkan Miko bertanya seperti itu, dan seolah tidak ingin menjawabnya.
"Ya... emang Bayu yang lebih banyak ngobrol sama Sela," akhirnya Raihan yang menjawab pertanyaan Miko, seakan mewakili Bayu. "Mulai dari ngantar Sela ke rumah kami, nemenin Sela saat Sela ngajak ngobrol di rumah, juga saat ngantar Sela ke kampus."
"Sedangkan gue nggak bisa nemani," lanjut Raihan, "karena gue semalam ngehadiri pertemuan keluarga di rumah ortu."
Bayu melirik malas pada Raihan sebagai ungkapan kekesalannya. Kenapa Raihan terlalu lempeng berbicara seperti itu? Bagaimana kalau Andra berpikir yang tidak-tidak?
Sedangkan Andra, seakan baru tersadar kalau sebenarnya Michella tidak lama bersama Raihan, sebagaimana yang ada dalam benaknya. Ternyata yang paling banyak bersama Michella adalah Bayu.
Seketika terbetik pikiran dalam benaknya, apakah di antara mereka telah terjadi sesuatu?
"Boleh gue tahu, saat lu sama Sela, apa aja yang kalian obrolkan?" tanya Andra tampak santai saja. Tapi pertanyaan itu mengandung keingin tahuan yang sangat.
"Asal lu tau, Bang! Sebenarnya nggak ada yang spesial yang kami omongin saat kami bersama," tutur Bayu mengaku. "Gue juga terpaksa nemenin Sela ngobrol semalam, karena dia lagi BT akibat dijodohin ama ortu kalian."
Andra curiga dan penasaran terhadap pengakuan Bayu barusan. Tapi baru saja dia hendak menanggapi ucapan itu, Bayu yang seolah tahu Andra hendak menanggapinya, langsung melanjutkan ucapannya.
"Kalau lu nggak percaya omongan gue, lu bisa tanya Sela langsung aja, Bang!"
Bayu bisa menebak apa yang ada dalam kepala Andra. Makanya dia tidak mau banyak ngomong. Makanya dia menyuruh Andra ngomong langsung sama Michella.
Andra tidak jadi melontarkan ucapan yang sudah di mulut saat mendengar ucapan Bayu barusan. Bersamaan dengan itu dia langsung terdiam, memikirkan semua apa yang dia dengar dari Raihan maupun Bayu.
Sedangkan Raihan, selagi Andra terdiam, dia langsung terpikir hendak merubah topik pembicaraan. Maka dia langsung berkata kepada Andra.
"Miko tadi sempat ngomong ama gue kalau lu kenal ama Vega, dalang utama penculik Lala setengah tahun yang lalu. Kalau nggak salah dengar Miko sempat nyebut kalau Vega tuh abang lu. Apa benar, Bang?"
★☆★☆★
__ADS_1