
Siapakah sebenarnya pemuda pengusaha kaya yang dijodohkan dengan Michella?
Seperti pengakuan Michella sendiri kepada Bayu bahwa dia cuma melihat foto pemuda yang dijodohkan dengannya. Tapi Michella tidak pernah bertemu dengan pemuda itu, dan juga belum mengenalnya secara pribadi.
Mamanya hanya memperkenalkan yang baik-baik saja tentang karakter pemuda itu, seperti kebanyakan karakter pemuda yang para orang tua menjodohkan putrinya dengan pemuda tersebut.
Yang intinya pemuda yang dijodohkan dengannya adalah pemuda ideal sesuai kriteria yang diinginkan gadis-gadis cantik pada umumnya.
Namun sepertinya Michella tidak mau tahu tentang siapa sebenarnya pemuda yang dijodohkan dengannya itu. Pokoknya dia tidak mau dijodohkan.
Sampai pun menyebut nama pemuda itu saat Bayu menanyakannya, Michella seperti ogah. Meski Bayu sudah menanyakan beberapa kali dia tetap tidak mau.
Makanya dengan nekad Michella melarikan diri dari mamanya dan tidak mau pulang malam ini. Dia berharap perjodohan itu dibatalkan, dikarenakan dia tidak hadir saat acara perjodohan.
Kalau toh perjodohan tetap dilanjutkan meskipun tidak ada dia, apa boleh buat dia harus ngapain lagi. Yang penting malam ini dia tidak pulang dulu. Dia akan mengikut ke mana Bayu membawanya.
Dia amat yakin kalau Bayu adalah seorang pemuda yang baik, tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak terhadapnya.
Entah kenapa Michella bisa seyakin itu terhadap Bayu, dia sendiri juga heran. Padahal, baru saja dia mengenal pemuda tampan nan cool itu. Jelas belum tahu siapa sebenarnya seorang Bayu itu adanya.
Sementara itu kedua orang tua Michella sibuk mencarinya di mana-mana. Menelpon nomor HP gadis itu, sudah beberapa kali, tapi tetap saja tidak nyambung-nyambung. Jelas saja karena Michella mematikan HP-nya.
Akhirnya, karena hari sudah menginjak malam, Michella belum juga ditemukan, orang tua Michella, tepatnya mamanya, menghubungi mama si pemuda kalau acara perjodohan malam ini dibatalkan, karena Michella melarikan diri.
Singkat cerita, perjodohan antara anak mereka tetap diteruskan. Adapun acara perjodohannya ditunda untuk sementara sampai Michella ditemukan.
Sementara Michella sendiri jelas belum tahu kalau perjodohannya dengan pemuda yang belum dikenalnya tetap diteruskan. Tapi sepertinya dia tidak mau tahu. Dia tetap saja mengikuti Bayu hingga membawanya ke rumah pemuda dingin itu.
Begitu mobil sedan Bayu sampai di depan serambi rumah, dengan sedikit cepat Bayu segera keluar dari mobil. Lalu dengan cepat membuka pintu sebelah kanan belakang, terus mempersilahkan Michella keluar.
Tapi Michella tidak segera keluar. Dia malah mengulurkan tangan kanannya dengan manja, bermaksud agar Bayu menuntunnya keluar. Ditambah dengan memasang muka manja yang begitu menggemaskan.
"Tuntunin!" kata Michella dengan manja.
Terang saja Bayu kaget dengan sikap gadis yang baru dikenalnya ini. Belum apa-apa gadis itu sudah bersikap manja-manja dengannya. Maksudnya apa?
"Lu bisa turun sendiri ''kan?" kata Bayu yang sebenarnya kesal. Tapi tertutupi dengan mode datar dan dinginnya.
"Nggak mau," rajuk Michella dengan manja. "Lu nuntunin gue baru gue mau turun!"
Bayu cuma menggeleng kepala menyaksikan tingkah Michella. Tapi kalau tidak dituruti kemauan gadis itu, urusan akan menjadi panjang. Ujung-ujungnya Bayu pasti bertengkar dengan gadis itu tentang hal yang sepele. Sedangkan dia tidak senang bertengkar.
Dengan terpaksa diulurkan tangan kanannya, meraih jemari telapak tangan gadis itu yang halus. Dan begitu jemari sepasang insan itu menyatu, seketika....
Nyeeesss...!
★☆★☆
Seketika saja Michella maupun Bayu merasakan desiran halus mengalir dari sentuhan jemari mereka. Desiran itu seketika merasuk ke relung hati mereka yang melahirkan kenyamanan dan makin menumbuhkan benih asmara di antara mereka.
"Ayo turun!" perintah Bayu berusaha menepis gejolak hatinya dengan suara datarnya.
Setelah berkata demikian Bayu menarik Michella dengan perlahan. Sedangkan Michella turun dari mobil seperti mengikuti tarikan Bayu. Sambil keluar senyum manisnya langsung menyebar dan matanya terus menatap Bayu.
Sementara Bayu berlagak tidak menghiraukan pesona Michella yang begitu anggun itu. Setelah menuntun gadis itu ke luar mobil, menutup pintu kembali, lalu melangkah duluan sambil mengajak gadis itu.
__ADS_1
"Ayo masuk!"
"Jangan cepat-cepat jalannya, Mas Bay!" tegur Michella cemberut manja sambil berjalan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Bayu.
Sebenarnya Bayu melangkah tidak terlalu cepat. Hanya saja Bayu duluan melangkah lebih cepat. Sedangkan Michella tidak menyangka kalau Bayu jalan duluan tanpa menunggu dirinya. Jadi dia sedikit tertinggal.
Padahal maunya menunggu dirinya melangkah biar berjalan sama-sama saling berjejeran.
"Gue nggak cepat!" gerutu Bayu kesal. "Lu aja yang gerakannya kayak keong!"
"Ah, Mas Bay...."
Terpaksa Michella sedikit mempercepat langkahnya baru dia bisa berjalan sejajar Bayu.
"Ingat ya, lu jangan macam-macam di sini dan jangan ngomong macam-macam ama kakak gue!" kata Bayu memperingatkan seperti mengancam.
Michella hanya nyengir saja mendengar ucapan Bayu itu. Tapi dia memang tidak akan berbuat macam-macam di rumah ini. Bayu sudah menolongnya dari perjodohan yang tidak dia inginkan yang dibuat oleh orang tuanya.
Ucapan terima kasih mungkin belum cukup untuk membalas kebaikan Bayu. Mana mungkin dia berbuat yang aneh-aneh yang mendatangkan kemarahan Bayu?
Begitu sudah di dalam rumah, baru beberapa langkah atau belum juga sampai di ruang tengah, mereka sudah disambut oleh seorang wanita paroh baya dengan pertanyaan.
"Eeeh, Den Bayu! Kok baru tiba to, Den?"
Belum juga Bayu menjawab sapaan Kepala ART itu, wanita itu sudah berkata lagi seraya menatap takjub kepada Michella.
"Eh, ono cah ayu to! Siapa, Den Bay? Pacarnya?"
Mendengar ucapan Kepala ART itu, Michella langsung tersenyum. Dia sebenarnya hendak mencandai Bayu lagi dengan mengaku sebagai pacarnya.
"Bukan, Bulek," sahut Bayu cepat. "Kebetulan ketemu di jalan. Dia ingin ikut aku pulang, ya aku bawa aja.... Namanya Michella, dipanggil Sela."
Kepala ART itu sebenarnya merasa heran dengan keterangan Bayu yang kurang jelas. Tapi dia tidak ingin kepoin majikan mudanya ini.
Meskipun di rumah ini antara majikan dan pembantu seperti tidak ada jarak, tapi dia harus tetap menjaga kesopanan kepada majikannya.
Yang jelas dia harus berpikir positif terhadap majikan termuda di rumah ini karena telah membawa gadis yang belum dikenal.
"Panjang ceritanya, Bulek," kata Bayu seperti tahu apa yang dipikirkan oleh wanita itu. "Nanti juga Bulek tahu."
Kepala ART menyahut dengan tersenyum yang tampak sekali keibuannya.
"O iya, Bulek," kata Bayu selanjutnya, "nanti tolong siapin kamar untuk Sela ya! Dia mau bermalam di sini malam ini."
"Inggeh, Den," sahut Kepala ART patuh. "Ada lagi yang mau disampakan, Den?"
"Sementara itu aja dulu, Bulek," sahut Bayu sambil menengok ke arah ruang tengah.
Di situ terdengar sedikit ramai orang berbincang-bincang. Bayu tahu Raihan ada ruang tengah yang tengah berbincang-bincang dengan sebagian pembantu.
★☆★☆
Sedangkan Kepala ART kembali memandang Michella, terus bertanya dengan sopan dan ramah, sebagaimana layaknya seorang pembantu berbicara dengan majikan.
"Mau minum apa, Non?"
__ADS_1
"Apa aja, Bi," sahut Michella sambil tersenyum ramah.
"Oh iya, Bi," lanjut Michella, "kalau bisa bersikap biasa aja, nggak usah terlalu formal dan sopan kayak gitu ya...."
Michella memang seorang gadis yang baik dan tidak sombong. Dia tidak mentang-mentang anak orang kaya, terus bersikap angkuh dengan orang yang derajatnya lebih rendah dari dia.
Dia tetap bersikap sopan dan ramah meskipun itu kepada seorang pembantu seperti wanita di depannya itu.
"Oh nggeh," kata Kepala ART sambil tersenyum memuji kemuliaan hati gadis yang dibawa majikan mudanya itu.
"Ada lagi yang mau disampaikan, Non?" kata Kepala ART menawarkan. "Atau pesan apa?"
"Oh nggak ada, Bi, santai aja," sahut Michella masih ramah.
"Kalau begitu saya permisi ya, Den Bay, Non Sela!" kata Bulek minta diri.
"Iya, Bulek," sahut Bayu seolah mewakili Michella.
Tak menunggu lama Kepala ART segera meninggalkan kedua anak muda itu dengan sedikit cepat. Sedangkan Bayu, sedikit menoleh pada Michella, lalu berkata mengajak.
"Ayo! Gue kenalin lu sama kakak gue, pemilik rumah ini."
Lalu dia kembali melangkah menuju ruang tengah. Michella mengikuti sambil bertanya.
"Kakak lu di mana?"
"Di ruang tengah."
Tidak lama kemudian, Bayu dan Michella telah sampai di ruang tengah. Di situ memang ada Raihan yang sedang ngobrol dengan 4 orang tukang kebun dan taman.
Dan begitu mereka tiba, semua yang ada di ruang tengah itu memandang mereka hampir bersamaan. Tentu saja pandangan mata mereka menyorotkan keheranan melihat Bayu pulang telah membawa gadis cantik.
Tidak terkecuali Raihan. Dia juga sempat heran melihat Bayu tahu-tahu pulang membawa seorang gadis. Tapi dia segera tersenyum karena berpikir kalau-kalau gadis itu adalah kenalan Bayu yang akan dijadikan pacar.
Lain halnya dengan Michella. Begitu melihat Raihan, dia tidak bisa menahan keterkejutannya.
Sewaktu di mobil tadi Bayu memberitahukan padanya bahwa kakak pemuda itu bernama Raihan. Sedangkan nama itu sama dengan nama pemuda yang dijodohkan dengannya.
Michella sempat beranggapan bahwa mungkin saja kebetulan namanya sama, tapi orangnya berbeda. Dan Michella tidak bertanya lebih mendalam kepada Bayu tentang siapa kakaknya itu.
Karena gadis itu juga tidak mau terlalu memikirkan tentang pemuda yang dijodohkan dengannya itu.
Tidak tahunya pemuda yang dijodohkan dengannya ternyata ada di sini. Malam ini dia menghindar untuk tidak bertemu dengan pemuda yang dijodohkan dengannya. Tidak tahunya ketemu di sini.
Orangnya memang amat tampan, sesuai apa yang dia lihat dalam foto yang diperlihatkan mamanya. Bahkan melihat langsung ternyata lebih tampan lagi.
Hampir dia tidak bisa membedakan mana yang lebih tampan, Raihan ini atau Bayu. Kedua pemuda itu memang amat tampan. Tapi dia tidak bisa memungkiri kalau Raihan lebih tampan sedikit.
Apakah yang harus Michella perbuat sekarang? Apakah meninggalkan rumah ini? Atau bagaimana?
Apakah dia akan menerima perjodohan itu karena mengetahui bahwa Raihan pastilah orang baik seperti yang diberitahukan mamanya?
Atau apakah....
Untuk beberapa saat lamanya Michella disergap kebingungan di tengah keterkejutannya.
__ADS_1
★☆★☆★