
Michella sama sekali tidak menyangka kalau pemuda yang dijodohkan dengannya adalah kakaknya Bayu, pemuda tampan yang mulai disukainya. Tentu saja hal itu membuatnya terkejut bukan main.
Di tengah keterkejutannya, Michella seketika disergap oleh kebingungan, apa yang harus dia lakukan sekarang?
Apakah dia pergi saja dari rumah ini? Karena pemuda yang dihindarinya ternyata ada di sini, di tempat yang ternyata adalah rumahnya.
Tunggu sebentar, rumah?!
Berbicara soal rumah, tadi Bayu bilang bahwa pemuda itu cuma tinggal berdua dengan kakaknya, pemuda yang ternyata dijodohkan dengannya. Tidak ada orang tua kata Bayu.
Apa maksudnya? Michella mencoba mengerti akan keadaan tersebut.
Mungkin saja rumah ini adalah rumah Raihan sendiri bersama adiknya. Sedangkan rumah kedua orang tua mereka bukan di sini, melainkan di tempat lain.
Dengan kata lain kedua orang tua Raihan tinggal di rumah induk.
Memikirkan hal itu, Michella sedikit lega karena orang tua Raihan jelas tidak ada di sini, melainkan di rumah induk. Itu artinya acara perjodohan bukan di sini, tapi di rumah induk.
Dan kedua orang tuanya tentu saja tidak akan datang ke mari, melainkan pasti akan datang ke rumah kedua orang tua Raihan di rumah induk.
Itu satu hal.
Hal lainnya ketika mengetahui bahwasanya Raihan selain memang berwajah tampan, juga ternyata adalah kakaknya Bayu, yang dia yakin bahwa Bayu adalah pemuda yang baik hati. Itu artinya Raihan pastilah pemuda yang baik.
Oleh karena itu, sempat timbul pikiran dalam benaknya, bagaimana kalau dia terima saja perjodohan itu?
Nyatanya Raihan selain tampan juga orang yang berhati baik, sebagaimana dambaan dan impian para wanita pada umumnya. Meski dia tidak mencintai Raihan, tapi pemuda itu pasti akan menyayanginya.
Tapi....
Bagaimana jikalau Raihan tidak tertarik atau tidak suka padanya? Lebih jauh lagi, bagaimana jika Raihan ternyata juga menolak perjodohan itu? Bagaimana jika Raihan ternyata juga sudah punya kekasih?
Bukankah dia akan menghancurkan hubungan orang demi menuruti kehendak kedua orang tuanya dan demi mencoba peruntungannya?
Tidak! Michella tidak akan berbuat demikian. Dia tidak akan menghancurkan hubungan Raihan dengan pacarnya. Setidaknya dia harus menghindari menjadi sebab hancurnya hubungan orang.
Di samping itu juga dia tidak mencintai Raihan. Dan tidak akan memasuki ranah untuk mencintai pemuda itu. Meskipun Raihan adalah pemuda yang baik hati.
Dia tidak mau bersanding dengan pemuda yang tidak dicintainya. Dia sudah bertekad bahwa pemuda yang akan menikah dengannya adalah pemuda yang dicintai dan mencintainya. Itu sudah menjadi prinsipnya.
Sementara itu, begitu melihat kedatangan Bayu di ruang tengah ini bersama seorang gadis cantik, tidak lama kemudian keempat tukang kebun dan taman minta diri dari tempat itu tanpa Raihan menyuruh pergi.
__ADS_1
Sedangkan Raihan sebenarnya merasa heran melihat Michella tampak terkejut saat melihat dirinya. Tapi Raihan tidak mau terlalu memikirkan.
Dia segera menyapa Bayu dengan nada seperti bercanda sambil tersenyum.
"Wah wah wah! Hebat ya lu sekarang, Bay, udah berani bawa cewek ke mari. Lu mau ngasih surprise ke gue ya kalau lu udah punya pacar?"
"Lu kalau ngomong jangan ngasal!" tegur Bayu dengan mode dinginnya, entah marah apa tidak. "Cewek nyasar ini gue temuin di jalan...."
"Cewek nyasar?! Temuin di jalan?! Maksud lu?" tanya Raihan heran seperti bingung.
"Nggak usah nanya macam-macam dulu!" kata Bayu datar. "Gue kenalin dulu deh namanya."
★☆★☆
Lalu Bayu menoleh pada Michella dengan maksud hendak memperkenalkan namanya pada Raihan. Tapi begitu melihat gadis itu seperti terkejut melihat Raihan, dia malah jadi heran juga, terus bertanya.
"Lu kenapa, Sela? Terpesona ama kakak gue?"
Mendengar pertanyaan Bayu barusan, Michella kembali kaget dan sedikit salah tingkah sambil berkata dengan spontan.
"Ah nggak. Nggak papa kok...."
"Ah... gue cuma kagum aja..., tapi dikit," kata Michella seperti asal saja.
"Lu tenang aja..., gue nggak bakalan suka kok ama kakak lu," lanjut Michella buru-buru. "Lu nggak usah cemburu gitu...!"
"Lu suka juga nggak ada ngaruhnya buat gue," kata Bayu datar. "Kebetulan... dia juga lagi kosong...."
"Eh... siapa yang lagi kosong?!" kata Raihan cepat seolah meralat ucapan Bayu. "Gue ada kali...."
"Lu ada, tapi kayak kosong...."
"Udah udah..., nggak usah dibahas. Lu kenalin aja pacar lu tuh ke gue!"
"Cewek ini bukan pacar gue, Kampret!" kata Bayu yang sebenarnya merasa kesal. Tapi karena wajah dan suaranya datar saja, jadi tidak kentara. "Cewek ini tu cewek nyasar yang gue temuin di jalan."
"Lu kok ngomong kayak gitu sih?" cemberut Michella rada-rada manja. "Emang gue cewek apaan?"
Bayu tidak menanggapi ucapan Michella itu. Dia cuma melirik sebentar. Terus berkata lagi memperkenalkan nama gadis itu pada Raihan.
"Namanya Michella."
__ADS_1
Kemudian Raihan mengulurkan tangannya pada Michella hendak berjabat tangan. Sedangkan Michella langsung menyambut jabat tangan itu. Lalu mereka saling menyebut nama hampir bersamaan.
"Raihan."
"Michella. Tapi lu cukup panggil gue Sela aja."
Saat kedua anak muda itu saling berjabat tangan, tidak ada getaran atau desiran aneh yang mereka rasakan di hati selain sesuatu yang biasa saja.
Karena memang dasarnya hati masing-masing mereka tidak saling menyukai.
Raihan jelas masih mencintai Viola hingga saat ini. Mana mungkin dia menyukai gadis lain, apalagi Michella.
Sedangkan Michella memang tidak membuka segel hatinya untuk menyukai Raihan. Meskipun Raihan adalah pemuda yang dijodohkan dengannya.
Lagi pula Michella sudah terlanjut membuka sedikit segel hatinya buat Bayu. Tinggal bagaimana nanti kelanjutan akan perasaan mereka masing-masing.
Apakah nantinya mereka bisa sampai ke jenjang saling mencintai atau tidak, tinggal bagaimana nanti.
Tidak lama kemudian, ketiga anak muda itu sudah duduk di kursi empuk di ruang tengah itu. Dan entah kenapa Michella sepertinya tidak ingin jauh-jauh dari Bayu. Dia duduk di samping pemuda itu seolah tanpa sungkan.
Sedangkan Bayu tidak menunjukkan reaksi apa-apa melihat Michella duduk di sampingnya. Sikapnya datar dan dingin-dingin saja.
Tapi, entah apa yang ada di dalam hatinya, apakah senang atau risih atau grogi, tidak bisa diketahui. Karena tidak tampak dari mimik wajah tampannya yang dingin.
Kemudian Raihan bertanya, bagaimana kejadiannya Bayu bisa bertemu dengan Michella. Tanpa menunggu lama Bayu langsung menceritakan, kapan dan bagaimana mereka bisa saling bertemu.
Kemudian Michella menambahkan sebab kenapa ingin ikut dengan Bayu. Yaitu karena ingin menghindari acara perjodohan yang akan dilangsungkan nanti malam.
Yang intinya Michella menolak untuk dijodohkan. Apalagi setelah tahu bahwa pemuda yang akan dijodohkan dengannya adalah kakaknya Bayu.
Lebih keras lagi hatinya menolak.
Akan tetapi, ketika Raihan bertanya siapa pemuda yang dijodohkan dengannya, Michella tidak mau berterus terang.
Jelas Michella tidak akan memberi tahu, karena pemuda yang akan dijodohkan dengannya adalah pemuda yang bertanya itu.
Namun dalam hati Michella sudah memutuskan untuk tidak akan menerima apabila dia dijodohkan dengan Raihan.
Sedangkan Raihan, karena Michella tidak mau berterus terang, maka dia tidak memaksa, dan tidak mau memaksa.
★☆★☆
__ADS_1