
Andra masih dihantui rasa penasaran tentang hubungan Michella, adiknya dengan Bayu, adik Raihan. Tidak mungkin tidak terjadi sesuatu setelah mereka bertemu, pikir Andra.
Dia menduga Michella telah menyukai Bayu. Karena Andra tahu bahwa Bayu adalah type cowok yang disukai Michella banget.
Atau, bisa jadi mereka sudah saling menyukai. Kalau begitu, apa yang harus dia lakukan? Sedangkan dia masih berharap kalau Raihan mau menerima perjodohan dengan Michella, adiknya.
Maka, setelah mengadakan pertemuan dengan Raihan, dia segera ke rumah orang tuanya untuk menemui Michella.
Begitu sampai di rumah, berbasa-basi dengan mama serta papa sambungnya sebentar, lalu dia langsung menemui Michella dan ingin bicara secara khusus.
Kebetulan kedua orang tuanya juga amat mengharapkan Andra bicara dengan Michella. Lebih tepatnya mereka berharap Andra bisa membujuk Michella agar mau menerima perjodohannya dengan Raihan. Karena Michella sampai detik ini masih menolak perjodohan itu.
Kebetulan juga Michella ingin berbicara secara pribadi dengan kakaknya itu, terkait tentang perasaannya terhadap Bayu. Tidak ada di antara keluarganya yang pastinya mau mendengar ungkapan perasaannya itu selain kakak tertuanya itu, Andra Septian.
"Aku dengar kamu nolak dijodohin sama Raihan," tanya Andra langsung begitu mereka telah duduk santai di taman belakang rumah. "Kenapa?"
"Aku nggak mau dijodohin sama cowok yang aku nggak suka," sahut Michella tegas tanpa jeda.
"Kenapa kamu nggak suka sama Raihan?" tanya Andra masih penasaran. "Dia itu cowok yang baik, bahkan menurut aku dia itu sempurna, dia adalah cowok idaman kebanyakan wanita. Kamu malah nggak suka. Kenapa?"
"Kakak udah bertemu ama Mas Rai?" Michella malah bertanya.
Soalnya, kalimat-kalimat senada yang diucapkan Andra itu sudah sering didengar dari mamanya. Jadi, sepertinya dia sudah bosan mendengar ucapan-ucapan seperti itu, apalagi membahasnya.
Perlu diketahui bahwa Bu Puspita, mamanya yang paling ngotot menjodohkannya dengan Raihan. Adapun papanya dan Mahesa, kakak keduanya cuma mengikuti mamanya.
"Jawab dulu pertanyaan aku!" pinta Andra seakan tidak menggubris pertanyaan Michella.
"Aku udah bosan dengerin omongan kayak gitu dari mama, Kak," kata Michella setengah merajuk. "Aku udah malas ngebahasnya."
"Apa karena kamu benci ama Raihan?" Andra masih tetap pada alur ucapannya. "Dia pernah nyakitin kamu misalnya...."
"Aku nggak suka sama Mas Rai... bukan berarti aku benci ama dia," sahut Michella mengungkapkan. "Hanya saja... dia bukan type cowok aku, meski dia cowok perfect."
"Lagian, aku nggak kenal Mas Rai sebelumnya," lanjut Michella, "nggak pernah ketemu secara khusus, apalagi ngomong dari hati ke hati. Di mana kejadiannya dia nyakitin aku?"
"Sewaktu kamu bermalam di rumah Raihan, apa kamu nggak ngobrol sama sekali ama dia?" tanya Andra secara tidak langsung mengungkapkan kalau dia telah bertemu dengan Raihan.
"Jadi..., kakak udah ketemu sama Mas Rai?" kejut Michella tanpa gugup, malah sedikit tersenyum pertanda senang.
"Ya... aku memang udah ketemu sama Raihan, tadi...," sahut Andra mengakui.
Kemudian Andra menceritakan secara singkat tapi jelas tentang pertemuannya dengan sahabatnya, Miko serta Raihan. Termasuk memberitahukan kalau ada Bayu juga dalam pertemuan itu. Tanpa menceritakan apa yang dibicarakan dalam pertemuan.
Andra seperti sengaja menyebut nama Bayu di ujung ucapannya seolah hendak memancing reaksi Michella saat mendengar nama Bayu disebut.
Dan ternyata pancingan Andra tampak berhasil. Buktinya Michella langsung bertanya tentang sesuatu yang bagai ingin sekali diketahuinya.
"Apa yang diomongin Mas Bay, Kak?"
★☆★☆
__ADS_1
Andra tidak lantas menjawab pertanyaan itu. Sejenak dia memperhatikan raut wajah Michella yang sedikit panik bercampur gugup. Nada suaranya juga sedikit tertekan.
"Coba kamu ceritain dulu kenapa kamu bisa bersama Bayu hingga diantar ke rumah Raihan!" pinta Andra.
Tanpa banyak pikir Michella langsung menceritakan yang sebenarnya kenapa dia sampai kabur dari mamanya. Kemudian tanpa sengaja bertemu dengan Bayu hingga pemuda yang disukainya itu mengantar ke rumah cowok yang dijodohkan dengannya, tanpa dia ketahui.
Apa yang diceritakan Michella ini kurang lebih sama dengan apa yang diceritakan Bayu. Jadi, Andra bertambah yakin kalau adiknya aman.
Perlu diketahui bahwa Michella cuma berterus terang menceritakan yang sebenarnya kepada Andra. Karena dia percaya kakaknya itu bisa menjaga rahasianya itu. Adapun kepada mama papa serta Mahesa, dia tidak berterus terang.
"Apa aja yang kamu obrolin sama Bayu waktu berdua?" tanya Andra ingin tahu alias kepo.
Michella sangat tahu type orang seperti apa kakaknya ini. Kalau dia mengarang cerita bohong, Andra pasti tahu. Maka berterus terang jalan yang ditempuh oleh Michella.
"Sebenarnya yang kami obrolin tentang hal-hal yang ringan-ringan aja, Kak," kata Michella jujur. "Tentang keluarga, karakter kami masing-masing, tentang hobi kami masing-masing, dan tentang hal-hal lainnya...."
"Kalian udah saling ngungkapin perasaan kalian masing-masing?" tanya Andra seakan tidak mau berlama-lama mengungkapkan maksudnya berbicara dengan Michella.
"Ya nggak lah, Kak," sahut Michella memang jujur. "Baru kenal juga, masa' udah saling ngungkapin perasaan. Aku jaga image juga."
"Lagian... type cowok cool kayak Mas Bay tuh," lanjut Michella, "nggak sembarangan dan nggak semudah itu nembak cewek, apalagi cewek yang baru dikenal...."
"Tapi... aku bisa ngerasa kalau dia suka sama aku...."
"Dari mana kamu tahu?" tanya Andra cepat.
"Aku bisa ngerasain dari tatapan matanya yang lembut banget saat menatap aku," ucap Michella penuh penghayatan sambil tersenyum.
"Kamu sendiri gimana?" tanya Andra ingin tahu perasaan Michella secara langsung terhadap Bayu. "Apa kamu menyukainya juga?"
Michella tidak langsung menjawab pertanyaan kakaknya barusan. Dari menatap langit, kini dia beralih menatap kakaknya. Bahkan tatapannya kali ini penuh pengharapan terhadap Andra agar dikabulkan keinginan hatinya.
"Kak...," ucap Michella bernada penuh harap. Wajah cantiknya juga terlukis kesungguhan niatnya. "Cuma kamu satu-satunya orang yang aku bisa andalkan agar ngedukung aku...."
Andra diam saja mendengar ucapan Michella itu, tidak berniat menanggapinya dulu. Seolah dia menunggu Michella menyelesaikan ungkapan perasaannya.
"Ya..., aku memang menyukai Mas Bayu," lanjut Michella. "Aku merasa dialah jodohku, bukan Mas Rai.... Aku amat berharap kakak mau mendukung aku agar aku bisa jadian sama Mas Bayu."
"Gimana seandainya dugaanmu bahwa Bayu menyukaimu ternyata adalah salah?" kata Andra seakan mengingatkan suatu hal. "Ternyata Bayu nggak suka sama kamu?"
"Aku yakin dugaanku nggak salah, Kak," kata Michella tetap bernada mantap, tanpa ragu. "Mas Bayu pasti juga menyukaiku. Aku cukup lama bersama dia semenjak di rumah Mas Rai."
Andra kembali terdiam setelah mendengar semua ucapan adiknya yang begitu mantap itu. Sebenarnya dia tidak punya niat untuk menentang kalau Michella jadian dengan Bayu. Bahkan dia harus mendukungnya, karena dia harapan satu-satunya Michella.
Namun di sisi lain, hal itu berarti dia menentang keputusan orang tuanya, terutama mamanya yang lebih dominan dalam peran perjodohan itu.
Memikirkan hal itu, membuat Andra serba salah. Karena dia tidak ingin menyakiti perasaan kedua wanita yang disayanginya itu.
★☆★☆
"Kak! Kamu pasti udah ngomong sama Mas Rai tentang masalah perjodohan ini," kata Michella memecah kebisuan yang membungkam beberapa saat. "Gimana tanggapan dia?"
__ADS_1
"Raihan juga menolak perjodohan itu," sahut Andra tidak mau bertele-tele pada adiknya. "Dia tetap pertahanin pacarnya yang dulu."
"Siapa?" tanya Michella cepat.
"Viola," sahut Andra tanpa adanya perasaan apapun.
Perlu diketahui bahwa Andra tidak tahu kalau antara Michella dengan Viola bersahabat. Andra hanya tahu sahabat Viola hanya Marsha. Itupun Miko yang kasih tahu. Artinya, Miko juga tidak tahu kalau Michella dengan adiknya bersahabat.
Sedangkan Michella, meski dia tidak tahu kalau Viola juga bersahabat dengan Marsha, adiknya Raihan, tapi dia tahu kalau Viola punya kakak yang bernama Miko.
"Maksudmu Ola, adiknya Kak Miko?" tanya Michella bernada kejut ingin memastikan. Sementara jantungnya berdebar-debar, napasnya seakan ditahan.
"Iya benar," sahut Andra bernada heran. "Kamu mengenalnya juga?"
"Ah!"
Michella benar-benar terkejut mendengar jawaban Andra barusan, bahkan amat terkejut. Sampai-sampai gadis berambut ikal itu membekap mulutnya dengan telapak tangannya. Sedangkan sepasang mata indahnya membulat lebar.
Dia sama sekali tidak menyangka, bahkan tidak terbetik dalam pikirannya bahwa ternyata Raihan, pemuda yang dijodohkan dengan dia berpacaran dengan Viola, sahabatnya sendiri.
Selama bersahabat dengan Viola, Michella tidak pernah mendengar Viola menyebut nama kekasihnya, walau Viola pernah bilang kalau pernah punya pacar, tapi sudah putus katanya.
"Kamu kenapa, Sela?" tanya Andra makin heran. "Kok kamu kayak kaget gitu?"
"Ola adalah sahabat aku, Kak...," kata Michella memberi tahu dengan nada getir.
Mendengar pengakuan itu Andra tidak bisa menahan kalau dia ternyata terkejut juga. Pantas saja dia melihat adiknya amat terkejut seperti shock begitu.
Kalau sudah demikian, Michella ternyata bersahabat dengan Viola, itu artinya Michella fix benar-benar menolak dijodohkan dengan Raihan, apapun yang akan terjadi.
Tentunya, dan itu pasti, Michella lebih mengutamakan sahabatnya itu tetap bersama Raihan, ketimbang dirinya yang hanya berstatus dijodohkan.
"Mungkin ini petunjuk dari Tuhan yang ngejadiin hati aku menolak perjodohan itu," kata Michella setelah dapat menguasai perasaannya yang sempat shock, "bahkan aku nggak suka sama Mas Rai. Rupanya dia adalah pacar sahabat aku, sahabat terbaik aku...."
"Kak! Dengan mengetahui hal ini, ngebuat aku beneran menolak dijodohin sama Mas Rai," lanjut Michella. "Aku nggak mungkin ngecewain sahabat aku sendiri. Secara... Ola adalah sahabat terbaik yang pernah aku temui...."
"Aku nggak mau ngecewain dia...."
Kalau sudah demikian Andra tidak bisa lagi memaksa Michella agar menerima perjodohannya dengan Raihan. Karena Raihan adalah pacar Viola, sahabat adiknya.
Mau tidak mau dia harus....
"Kak, aku mohon padamu buat ngerestuin aku sama Mas Bayu," kata Michella seakan mengejawantahkan apa yang ada dalam pikiran Andra. "Cuma kamu satu-satunya yang aku harapin."
"Baiklah," kata Andra akhirnya memutuskan, "aku ngerestui kalau kamu jadian sama Bayu. Semoga kalian beberan berjodoh. Adapun urusan dengan papa sama mama, biar aku yang urus."
"Makasih, Kak," kata Michella sambil tersenyum bahagia bercampur haru. "Kamu memang kakak aku yang paling baik...."
"Aku memang akan selalu berusaha memberikanmu yang terbaik...," kata Andra sambil tersenyum melihat adiknya bahagia.
★☆★☆★
__ADS_1