
Setelah beberapa hari lamanya Raihan disibukkan oleh pekerjaan yang memang benar-benar mendesak, akhirnya hari ini dia baru ada kesempatan untuk menemui Viola. Tepatnya pada sore hari.
Sebenarnya dia hendak mendatangi restoran Miko yang tentu bersama Bayu, sudah jelas. Namun Marsha, adiknya memberitahukan kepadanya kalau Viola akan datang ke restorannya yang juga hari ini.
Tujuan Viola datang ke restoran Raihan, tepatnya hendak menemui Marsha tidak lain untuk mencomblangkan Bagas dengan Marsha. Sebagaimana telah diketahui bahwa Bagas sudah sejak lama menyukai Marsha.
Namun Viola tidak memberitahukan dulu maksudnya itu kepada Marsha. Viola hanya mengatakan kalau ada masalah penting yang akan dibicarakan dengan Marsha. Dan hal itu telah diberitahukan Marsha kepada Raihan.
Akhirnya pada sore harinya Raihan datang ke restorannya bersama Bayu. Mobil yang mereka pakai untuk datang ke situ dengan memakai mobil Bayu.
Rupanya kedatangan kedua orang penting PT. Buana Persada ke restoran itu hampir bersamaan waktunya dengan kedatangan beberapa orang lainnya.
Di antara mereka itu adalah Viola yang ternyata datang tidak sendiri, melainkan bersama Michella. Tujuan gadis itu ikut serta, di samping ingin berkenalan dengan Marsha, juga ingin melihat Bagas yang katanya hendak menembak Marsha.
Bersamaan kedatangan kedua gadis itu, Bagas telah tiba pula di restoran Raihan dengan mengendarai mobilnya sendiri. Setelah memarkir mobilnya di parkiran pengunjung restoran, dia segera keluar.
Ternyata lokasi mobilnya parkir tidak jauh dari mobil Viola yang bersama Michella. Dan hampir bertepatan pula kedua gadis itu keluar, Bagas keluar dari mobilnya.
Dan belum lama Bagas keluar dari mobilnya, dia langsung melihat Viola dan Michella. Saat melihat dan mengetahui ternyata juga ada Michella, tentu saja Bagas terkejut dan seketika langsung merasa tidak enak.
Namun Michella yang langsung mendekatinya bersama Viola segera berkata bernada santai, seakan hendak membuat nyaman perasaan Bagas.
"Lu nggak usah ngerasa nggak enakan gitu, Gas! Lu nyantai aja, gue nggak papa kali. Kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Lu mesti ingat tuh!"
"Makasih, Sela," kata Bagas seraya tersenyum haru. "Gue minta maaf kalau pernah udah nyakitin perasaan lu."
"Udah, nggak usah dibahas lagi tentang masa lalu," kata Michella bijaksana sekaligus sudah bisa memaklumi. "Yang penting lu cepat nyatain cinta lu sama Marsha, keburu digebet orang lain! Dan lu musti berani."
Mendengar ucapan Michella itu, Bagas langsung mengangguk pasti seraya tersenyum. Ucapan gadis itu merupakan penyemangat baginya untuk tidak ragu dalam melaksanakan niatnya yang sudah terpendam sejak lama.
"Lu nggak bawa bunga?" tanya Viola bernada heran melihat Bagas nggak bawa apapun. "Atau apa kek buat nembak cewek?"
"Oh iya hampir lupa," kata Bagas telah mengingat sesuatu.
Lalu dengan agak cepat dia masuk lagi ke mobilnya, mengambil sesuatu yang terbungkus dalam paper bag. Setelah keluar dia mengunci lagi pintu mobilnya.
"Apaan tuh, Gas?" tanya Viola kepo.
Bagas tidak menjawab pertanyaan itu. Lebih tepatnya enggan untuk menjawab. Cowok cool itu hanya menatap Viola dengan datar, malah bertanya pada gadis cantik itu, bukan menjawab pertanyaan.
"Kapan kita ketemu Sasa, La?"
"Ih, lu nggak sabaran amat sih," kata Viola bernada sedikit kesal. "Yang lu bawa tuh apaan?"
"Nggak usah ngebahas itu dulu, La!" tegur Michella. "Baiknya kita masuk aja sekarang!"
__ADS_1
"Kalian kayak nggak sabaran gitu," gumam Viola setengah mengomel. "OK lah. Ayo!"
Tak lama kemudian mereka masuk ke areal restoran dengan langkah sedikit cepat. Viola dan Michella berjalan duluan, sedangkan Bagas berjalan di belakang dengan agak menjaga jarak.
★☆★☆
Ternyata juga yang datang pada waktu sama di restoran Raihan adalah Miko. Dia datang ke situ tentu saja ingin bertemu dengan Aira, sang kekasih. Dan sepertinya mereka sudah janjian. Entah kalau ada tujuan lain.
Miko memarkir mobilnya di tempat khusus, di parkiran para petinggi restoran. Jadi dia tidak bertemu dengan Viola yang memarkir mobilnya di parkiran pengunjung.
Kebetulan pula Miko parkir cukup dekat dengan Bayu memarkir mobilnya. Jadi, saat Raihan dan Bayu telah keluar dari mobil, tak lama mereka segera melihat mobil Miko. Terus melihat pemuda itu saat keluar dari mobilnya.
Tak lama kemudian, entah mereka sudah janjian bakal bertemu di restoran ini atau bagaimana, ketiga pemuda tampan itu telah terlibat dalam pembicaraan yang meski tampak santai, tapi yang mereka bicarakan tentang kerja sama bisnis di antara mereka.
Ketiga pemuda itu terus saja berbincang-bincang sambil berjalan santai menuju pintu masuk restoran. Mereka membincangkan bukan saja kerja sama bisnis, tapi juga hal lain. Termasuk di antaranya perkembangan restoran yang Raihan dan Miko miliki.
Selagi ketiga pemuda itu berjalan sambil ngobrol santai, ternyata Viola dan Michella sempat melihat mereka dari jarak yang cukup jauh. Bagas juga sempat melihatnya, tapi pemuda itu tidak terkejut, malah menampakkan ekspresi yang mengejutkan.
Saat melihat ke arah 3 pemuda tampan itu, membuat Bagas seketika senang bukan main. Hal itu tampak dari raut wajah dan pendaran kedua matanya yang gembira. Juga dibarengi dengan senyumnya yang lepas.
Entah Bagas melihat siapa ya? Atau dia senang dan gembira karena melihat ketiganya? Kalau begitu, apakah dia juga mengenal mereka?
Sedangkan Viola maupun Michella tidak sempat memperhatikan ekspresi Bagas tersebut. Di samping kedua gadis itu berjalan paling depan, mereka juga disibukkan dengan lelaki mereka masing-masing yang mereka lihat.
Viola, saat melihat dan mengetahui Raihan ternyata datang juga di restoran, awalnya dia terkejut, terkesan gugup alias nervous. Tapi akhirnya dia tersenyum gembira karena dapat melihat pemuda yang dicintainya lagi.
Perlu diketahui bahwa Marsha tidak memberi tahu pada Viola kalau Raihan akan datang juga di restoran. Juga Viola tidak bercuriga kalau Marsha sengaja tidak memberi tahu kepadanya.
Sedangkan Michella juga terkejut saat melihat Bayu. Tepatnya terkejut senang. Setelah beberapa hari tidak melihat pemuda yang semakin disukainya itu, kini dapat melihatnya lagi, ingin rasanya dia cepat-cepat menemui sang pujaan hati itu.
Namun karena ada acara yang cukup penting yang hendak dilihatnya dulu, Michella menunda dulu hasratnya ingin menemui Bayu. Dia berencana setelah acara ini akan menemui Bayu.
Lebih tepatnya akan menyatakan rasa sukanya terhadap Bayu, karena dia sudah mendapat lampu hijau dari kakaknya. Di samping juga dia berharap Bayu juga menyatakan rasa suka terhadapnya.
Lagi pula sepertinya Bayu ada pertemuan penting di restoran. Terbukti ada Raihan dan juga Miko. Tadi juga Andra, kakaknya memberitahukan kalau akan ke restoran Raihan.
Mengingat akan hal itu, Michella langsung mengedarkan pandangannya ke sekitarnya, mecari kakaknya siapa tahu juga sudah datang.
Namun, belum lama dia mengedarkan pandangannya, yang dilihatnya bukan kakaknya, melainkan Jennie, kakak perempuan Viola. Tentu saja dia merasa heran, dan langsung memberitahukan pada Viola yang masih menatap Raihan.
"La! Kakak perempuan lu tuh!" tunjuk Michella.
Spontan Viola langsung melihat ke arah yang ditunjuk Michella, menunjuk Jennie yang tengah melangkah lebar hendak menghampiri Miko yang masih terus berjalan bersama Raihan dan Bayu menuju pintu masuk yang semakin dekat.
Tentu saja Viola amat terkejut bukan main melihat kakaknya ternyata juga ada di restoran ini. Dia tidak pikirkan mau apa Jennie ke sini. Tapi yang dia pikirkan kalau sampai kakaknya itu tahu kalau dia sering ke mari.
__ADS_1
Tentu Jennie akan melaporkan hal itu kepada mama dan papa mereka. Kalau sampai hal itu terjadi, tentu akan fatal akibatnya. Pasti dia tidak akan bisa ke sini lagi. Yang lebih penting, dia tidak akan bertemu dengan Raihan di sini.
★☆★☆
"Apa Kak Jenn sempat ngeliat kita?" tanya Viola amat takut bercampur khawatir.
"Gue nggak tau," kata Michella mengaku tapi heran melihat ekspresi Viola yang ketakutan. "Gue hanya ngeliat dia yang bakal nyamperin ketiga cowok itu."
"Lu kenapa, La?" tanya Michella bernada heran, tak bisa menahan rasa penasarannya. "Lu kok takut gitu ada Kak Jenn di sini?"
"Nanti gue jelasin," kata Viola cepat. "Sebaiknya kita cepat-cepat ke tempat Sasa. Mudah-mudahan aja Kak Jenn nggak ngeliat kita."
Lalu Viola berjalan lebih cepat lagi setengah berlari menuju ke suatu tempat di samping restoran. Michella yang belum mengerti terpaksa mengikuti laju langkah Viola.
Sedangkan Bagas yang tidak ingin berkomentar apa-apa tetap mengikuti kedua gadis cantik di depannya ke mana pun mereka pergi.
Benaknya tidak mau dulu memikirkan banyak hal selain memikirkan Marsha yang sedianya akan ditembak nanti. Bagaimana cara yang terbaik untuk menembak gadis yang sudah lama disukainya itu.
Sementara Jennie terus melangkah lebar menuju ketiga pemuda tampan yang masih asyik berbincang sambil berjalan. Sorot matanya begitu tajam mengekspresikan rasa penasarannya, mau apa Miko ke restoran Raihan?
Bahkan dilihatnya kakaknya itu sudah begitu akrab dengan Raihan dan Bayu. Sejak kapan?
"Kak Miko!" seru Jennie memanggil yang sudah cukup dekat dengan ketiga pemuda itu.
Nyaris bersamaan Jennie memanggil kakaknya, pintu masuk restoran terbuka, dan muncul Aira yang bersama Shafira.
Lalu Aira yang telah melihat Miko segera melangkah ke luar menghampiri sang kekasih sambil tersenyum gembira, sambil berseru dengan nada yang amat senang....
"Mas Miko...!"
Mendengar 2 suara yang amat dikenalnya yang memanggilnya, tentu saja membuat Miko terkejut, bahkan amat terkejut.
Awalnya dia menoleh pada Jennie yang semakin dekat menghampirinya, karena gadis itu yang pertama kali memanggilnya.
Terus menoleh pada Aira, sang kekasih yang lebih dekat lagi jaraknya dengan dia. Karena ternyata dia bersama kedua pemuda tampan yang bersamanya sudah berada di serambi restoran.
Dan akhirnya....
"Mas Miko...."
Tanpa banyak pikir, seolah tidak tahu atau tidak menyadari akan kehadiran Jennie, Aira langsung memeluk Miko dengan begitu mesra.
Sedangkan Raihan maupun Bayu, melihat Aira memeluk Miko sebenarnya tidak merasa kenapa-napa. Tapi setelah menyadari ternyata Jennie juga ada di sini, mereka jelas langsung kenapa-napa.
Apakah yang akan terjadi nanti?
__ADS_1
★☆★☆★