
Sebenarnya Viola tidak ingin memberitahukan kepada keluarganya tentang musibah yang menimpanya. Namun karena dibujuk oleh Raihan dan Marsha serta Shafira dan Aira, akhirnya Viola mau menghubungi keluarganya.
Itupun Viola baru setuju menghubungi keluarganya saat dia sudah 5 hari pindah di bangsal, tepatnya di ruang VIP.
Bukan tanpa alasan Viola menolak untuk menghubungi keluarganya. Dia takut apa yang diperingatkan Dr. Kenzie terjadi.
Seperti diketahui kalau antara keluarga Pak Baskoro dengan keluarga Pak Mahendra terjadi perseteruan yang panjang. Kedua konglomerat besar itu belum ada yang mau saling berdamai hingga sekarang.
Ketika Viola menghubungi keluarganya, yang dia hubungi adalah mamanya. Maka ketika Bu Hellen tahu bahwa putri bungsunya telah masuk rumah sakit, dia langsung terkejut panik bukan main.
Lalu tanpa banyak pikir dia langsung ke rumah sakit setelah Viola memberi tahu alamat rumah sakitnya. Tidak lupa dia mengajak Jennie.
Adapun suaminya, Pak Mahendra dan putranya, Miko jelas tidak mau ikut ke rumah sakit meski sudah dikabari. Apa yang terjadi dengan Viola, bapak dan anak itu sudah tidak menghiraukannya lagi.
Ketika Bu Hellen dan Jennie tiba di rumah sakit, tepatnya di ruang VIP di mana Viola dirawat, mereka mendapati Raihan, Marsha, dan Bayu di ruangan itu selain Viola.
Maka ketika pertemuan yang tidak disangka-sangka itu membuat masing-masing mereka terkejut bukan main, selain Viola dan Marsha.
Tentu saja Jennie langsung mengenal Raihan dan Bayu. Dia tidak menyangka kalau kedua pemuda tampan itu adalah teman Viola, adiknya. Kedua orang itulah yang membuatnya terkejut bukan main.
Tidak kalah terkejutnya pula ketika dia tahu kalau ternyata Marsha adalah teman adiknya. Dia tidak terlalu mengenal gadis itu, tapi dia cukup mengenal ayah sang gadis.
Sedangkan Bu Hellen jelas tidak mengenal Raihan maupun Bayu karena dia baru melihatnya. Yang dia kenal hanya Marsha, putri Pak Baskoro, seorang pengusaha kaya yang menjadi pesaing bisnis keluarganya.
Sementara Raihan maupun Bayu tidak menyangka kalau Jennie adalah kakaknya Viola.
Sungguh dunia ini memang sempit. Kenapa mereka harus bertemu lagi gadis itu di tempat seperti ini? Lebih dari itu Jennie otomatis pula putri Pak Mahendra. Sedangkan hingga saat ini gadis itu masih saja mencari-cari masalah dengan Raihan.
Begitu memasuki ruangan mewah ini, Jennie menatap tajam pada Raihan sambil melangkah. Sedangkan Bu Hellen, seakan tidak menghiraukan orang-orang yang menjaga putrinya, dia langsung melangkah cepat menemui Viola.
"Apa yang terjadi sama kamu, Sayang?" tanya Bu Hellen bernada cemas. Sedangkan wajahnya yang masih cantik sudah berubah sedih. "Kenapa bisa kamu masuk rumah sakit?"
"Udahlah, Ma! Aku udah nggak papa," kata Viola tidak mau membahas tentang kecelakaannya. "Mama nggak usah khawatir gitu!"
"Gimana mama nggak khawatir, Ola," kata Bu Hellen makin sedih, "kamu udah lama masuk rumah sakit baru bilang sama mama. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu?"
"Udahlah, Ma, nggak usah dibahas!" kata Viola tetap enggan. "Aku nggak papa."
Karena Viola tidak mau memberi tahu pada Bu Hellen dan Jennie apa yang terjadi pada dirinya, maka Jennie langsung bertanya kepada Raihan. Nadanya begitu ketus penuh permusuhan.
"Apa yang terjadi ama adik gue, Raihan? Lu dan teman lu itu pasti tahu."
__ADS_1
★☆★☆
Bu Hellen tidak terkejut saat mengetahui kalau Jennie mengenal Raihan dan Bayu. Dia hanya sedikit heran Jennie mengenal pemuda tampan itu.
Yang terkejut adalah Viola dan Marsha. Sungguh mereka tidak menyangka kalau antara Jennie dengan Raihan sudah saling kenal.
"Kak Jenn, kamu udah kenal Mas Rai?" tanya Viola tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Sebenarnya apa yang udah terjadi sama kamu?" tanya Jennie tidak menggubris pertanyaan Viola.
"Kamu aja yang jawab, Mas Rai!" pinta Viola masih enggan membahas tentang kecelakaannya. "Aku malas omonginnya."
Tanpa berlama-lama, setelah menarik napas sedikit, Raihan menceritakan secara singkat apa yang terjadi dengan Viola hingga masuk rumah sakit.
Tentu saja Bu Hellen dan Jennie kembali terkejut saat tahu penyebab Viola masuk rumah sakit karena ditusuk oleh salah seorang preman yang mengeroyoknya. Dan Bu Hellen semakin sedih bercampur panik dibuatnya.
"Aku udah nggak papa, Ma," kata Viola menenangkan kepanikan mamanya. "Bentar lagi udah sembuh kok. Mama tenang aja."
"Kamu ini. Gimana mama mau tenang kalau kamu bikin ulah begitu," omel Bu Hellen seakan menegur. "Cobalah hidup normal! Nggak usah banyak tingkah."
"Mama jangan mulai lagi deh!" kata Viola mulai jengkel Bu Hellen mengungkit tentang perbuatannya. "Aku juga sedang berusaha semampuku. Mama nggak bisa memaksaku untuk berubah secara cepat."
"Siapa kamu berani coba-coba mengatur saya hah?" ketus Bu Hellen dengan agak kasar setengah membentak.
"Ma! Mama nggak bisa ngomong kayak gitu sama Mas Rai!" Viola mulai emosi sambil menatap kesal pada mamanya. "Mas Rai hanya nyampein apa yang diomongin dokter."
"Udah, Lala, kamu harus tetap tenang demi kesehatanmu!" kata Raihan menganjurkan Viola. "Jangan emosi kayak gitu!"
Mendengar anjuran Raihan itu Viola langsung mendengar dan menerimanya. Dia berusaha tetap tenang, menjaga perasaannya agar tetap stabil.
"Apa 3 orang ini teman kamu, Ola?" tanya Bu Hellen bernada ketus sambil menatap sinis pada Raihan, Marsha dan Bayu.
Sedangkan Marsha maupun Bayu, kalau suasana sudah seperti ini mereka lebih memilih diam, tidak mengangkat suara sama sekali. Seakan mereka bersepakat untuk diam.
"Ya, mereka teman aku," sahut Viola sedikit ketus.
Viola tidak mungkin mengatakan terus terang kepada mamanya kalau Raihan adalah pacarnya pada situasi seperti ini. Makanya dia menyamakan Raihan dengan Bayu dan Marsha.
"Sekarang kamu suruh pergi semua teman kamu ini!" kata Bu Hellen makin ketus ucapannya memerintah.
"Mama dan kakakmu yang akan menggantikan menjagamu sekarang," lanjut Bu Hellen.
__ADS_1
★☆★☆
"Mama nggak bisa ngomong kayak gitu sama mereka!" protes Viola dengan suara agak tinggi. "Kalau bukan karena mereka yang nolongin aku, mungkin aku udah mati, Ma."
"Udah, Lala, nggak papa," kata Raihan bijaksana. "Mama kamu benar. Kini giliran mamamu dan kakakmu yang jaga kamu sekarang."
"Maafin mama aku ya, Mas Rai," kata Viola bernada pilu.
"Nggak papa, Lala, kamu tenang aja!" kata Raihan menenangkan. "Yang penting kamu nggak usah mikirin yang macam-macam. Fokus pada penyembuhan kamu."
"Kami pamit dulu ya, Lala," kata Raihan selanjutnya meminta diri.
"Iya," kata Viola yang sebenarnya tidak rela Raihan pergi. "Kapan ke sini lagi?"
Sedari tadi Jennie memperhatikan kedekatan antara Viola dan Raihan. Dan dari suasana ucapan mereka yang sepertinya ada yang lain, Jennie curiga kalau antara keduanya ada hubungan spesial.
Melihat hal itu membuatnya tidak senang. Memikirkan akan hal itu membuatnya merasa cemburu. Ada apa dengan perasaannya?
Oleh karena itu, dia langsung menyahuti ucapan Viola dengan nada cemburu bercampur amarah.
"Lu nggak usah ketemu Viola lagi! Selamanya...!"
"Kak!" seru Viola agak keras dalam kejut amarahnya.
Seperti tidak menghiraukan ucapan Jennie, Raihan terus membujuk Viola agar tetap tenang. Diikuti dengan ucapan-ucapan yang membuat Viola kembali tenang.
Tak lama Raihan berpamitan kepada Bu Hellen yang diikuti oleh Marsha dan Bayu. Tapi sebelum pergi, kedua orang itu berpamitan kepada Viola dulu dan memberikan ucapan-ucapan penyemangat dan motifasi.
Sepeninggal Raihan, sang kekasih, Marsha dan Bayu membuat Viola bersedih. Sehingga tanpa terasa dia menangis hingga meneteskan air mata.
Saat ini dia lebih memilih diam. Tidak menanggapi ucapan Bu Hellen maupun Jennie. Juga tidak menjawab semua pertanyaan ibu dan anak itu.
Dia tetap diam saja sambil memikirkan akan nasib cintanya dengan Raihan.
Dia sudah bisa membayangkan kalau alur perjalanan cinta antara mereka berdua pasti tidak akan berjalan mulus. Belum ada sehari dia jadian dengan Raihan, keluarganya sudah menentangnya terang-terangan.
Tapi dia tidak akan menyerah. Dia tetap akan memperjuangkan cintanya dengan Raihan apapun yang akan terjadi. Siapapun yang menentang cinta mereka berdua, dia akan terus maju.
Saat ini dia harus berdamai dulu dengan situasi. Saat ini dia masih sakit. Tunggu nanti sembuh secara total baru dia mengatur langkah selanjutnya.
★☆★☆★
__ADS_1