Kisah Sang CEO Muda

Kisah Sang CEO Muda
BAB 75 TANTANGAN MICHELLA


__ADS_3

Sungguh tidak disangka bahwa ternyata antara Marsha dengan Bagas terpendam rasa suka di antara mereka masing-masing, tanpa mereka sendiri menyadarinya.


Bagas memendam rasa suka terhadap Marsha sudah sejak lama, semenjak mereka duduk di bangku SMA. Sebagaimana hal itu sudah diceritakan.


Dan yang lebih menariknya lagi terungkap sebuah fakta, bahwa ternyata Marsha juga menyukai Bagas semenjak mereka masih SMA pula, tanpa Bagas menyadarinya.


Makanya, karena mereka memang dari awal sudah saling suka sama suka meski masing-masing mereka tidak menyadari, begitu Bagas menyatakan rasa sukanya pada Marsha, Bagas menembak Marsha, gadis itu langsung menerimanya dengan suka cita tanpa banyak pertimbangan.


Hingga akhirnya pada sore menjelang magrib, sepasang insan yang saling menyukai sejak lama itu jadian, Marsha dan Bagas resmi berpacaran.


Dan tentunya hubungan mereka besar kemungkinan tidak ada larang dari kedua orang tua masing-masing. Karena orang tua mereka tidak saling berseteru, walaupun orang tua mereka belum terjalin dalam hubungan bisnis.


Sekarang, bagaimanakah hubungan antara Raihan dengan Viola? Apakah mereka dapat mengakhir break di antara mereka hari ini? Menjalin hubungan kembali seperti dulu kala?


Yang tidak kalah pentingnya pula, bagaimanakah nasib asmara antara Michella dengan Bayu? Apakah mereka bisa jadian hari ini juga?


Akan tetapi Michella berpikir, mumpung ada Bayu juga di restoran ini, maka dia berencana akan menyatakan perasaannya kepada Bayu, bahwa dia suka sama pemuda berkarakter dingin itu.


Apalagi Andra, kakaknya sudah memberi lampu hijau terhadapnya. Adapun urusan dengan orang tuanya dan perjodohan yang mereka buat antara dia dengan Raihan, itu urusan belakangan.


Dia yakin kakaknya tidak tinggal diam. Andra pasti akan membantunya menerangkan kepada orang tuanya kalau dia tidak suka dengan perjodohan itu. Dia sudah punya lelaki yang dia sukai sendiri.


Sementara itu, selepas shalat magrib....


Selagi Marsha dan Bagas saling ngobrol, selagi Viola dan Michella juga saling ngobrol tentang nasib asmara mereka di rungan yang sama, seketika rombongan Miko datang ke ruangan tersebut.


Rombongan Miko yang dimaksud, yaitu dia sendiri dan kekasihnya, Aira; Andra yang ternyata juga bersama Jennie; dan terakhir masuk Raihan bersama Bayu.


Tentu saja masuknya rombongan itu di ruangan yang agak luas ini, membuat 4 orang muda-mudi yang ada di situ terkejut. Yang lebih terkejut lagi adalah Viola.


Michella cuma terkejut heran kenapa Jennie juga ikut masuk di ruangan ini? Lebih khusus lagi Jennie masuk ke dalam ruangan sambil merangkul lengan kakaknya, Andra. Ada apa di antara mereka?


Marsha tidak terkejut melihat Miko, Raihan serta Bayu. Yang membuatnya terkejut sekaligus heran pula melihat Jennie di tempat ini. Ditambah lagi kehadiran Andra, yang dia belum tahu siapa adanya Andra.


Sedangkan Bagas tidak terpengaruh dengan kehadiran orang-orang yang baru masuk itu. Termasuk tidak terkejut saat melihat Andra. Karena dia belum tahu kalau pemuda berkarakter tenang itu adalah kakaknya Michella.


Kecuali saat melihat Raihan dan Bayu. Tentu saja dia terkejut melihat mereka, karena kedua pemuda tampan itu adalah kedua kakaknya Marsha, pacarnya saat ini.


Namun setelah mengetahui kalau kedua pemuda itu adalah 2 pengusaha yang baik hati, dan merasa yakin kalau keduanya tidak menentang hubungannya dengan Marsha, maka hatinya tenang kembali.


Di samping itu juga dia sudah cukup akrab dengan kedua pemuda itu. Hal itu dikarenakan ternyata dia dengan Raihan sedang menyusun sebuah kerja sama terkait usahanya di bidang cake, terkhusus kue brownis buatannya.


★☆★☆

__ADS_1


Sementara Viola, melihat kakaknya, Jennie hadir juga di tempat ini tentu saja membuatnya terkejut bukan main. Itu artinya Jennie telah mengetahui kalau dia berteman kembali dengan Marsha.


Itu artinya Jennie telah mengetahui kalau Miko sudah balikan sama Aira. Karena sepasang kekasih itu juga ada di tempat ini.


Viola lebih terkejut lagi saat melihat Raihan juga ternyata hadir di tempat ini. Tidak kalah terkejutnya karena kehadiran Raihan bersamaan dengan kehadiran Jennie.


Viola membutuhkan beberapa saat lamanya untuk mencerna fenomena yang berlangsung di depan matanya. Akan tetapi begitu dapat menguasai gejolak perasaannya, Viola malah keheranan sekarang.


Saat dia melihat ekspresi Jennie yang tidak menunjukkan kemarahan atau kekesalan kepadanya, itulah yang membuatnya heran. Malah Jennie menatapnya sambil tersenyum yang terselip kebahagiaan dan keceriaan.


Ada apa dengan kakaknya itu?


Sekarang dilihatnya Jennie dengan pemuda lain. Apakah pemuda itu pacar baru kakaknya?


Dia memang telah mengetahui kalau Jennie sudah putus dengan Dimas. Sekarang Jennie telah bersama pemuda yang tidak lain adalah Andra. Mungkin itu pacarnya. Karena Viola melihat kakaknya begitu mesra dengan Andra.


Apakah secepat itu Jennie bisa mendapatkan pacar? padahal dia tahu kalau Jennie itu bukan sembarang lelaki bisa menjadi pacarnya. Apakah lelaki itu mempunyai keistimewaan sehingga Jennie langsung menyukainya?


Perlu diketahui bahwa Viola memang belum mengenal atau mengetahui perihal Andra, kakaknya Michella. Dan dia juga baru kali ini melihatnya.


Tentu Viola lebih tidak tahu kalau sebenarnya Jennie sudah mengenal Andra sejak lama, sejak Andra yang saat itu masih bernama Vega berpacaran dengan Rania, kakak mereka.


Begitu sepasang mata Indahnya kembali memandang Raihan, seketika terselip rasa malu dalam dirinya. Mengingat dia memutuskan pemuda itu secara serampangan, padahal dia masih menyukainya.


Dan dia juga mengetahui dari Marsha bahwa Raihan ternyata masih menyukainya. Bahkan pemuda itu menganggap kalau mereka belum putus.


Dan saat Viola memandang ke arahnya, Raihan langsung menyunggingkan senyum mempesonanya. Membuat Viola semakin malu terkesan nervous.


Namun untuk mengatasi atau menutupi kegugupannya, Viola cepat menoleh pada Marsha, terus bertanya dengan nada agak pelan bagai berbisik dan suaranya dijaga agar tampak biasa, padahal jantungnya sedikit deg-degan.


"Lu ngundang mereka semua juga ke sini, Sa?"


"Ah nggak," sahut Marsha bernada heran menjelaskan. "Gue cuman ngundang Kak Rai dan Mas Bay."


Saat ini Marsha masih saja memandang orang-orang yang baru datang itu yang tidak diundangnya. Dan begitu sepasang mata indahnya kembali memandang Aira, dia langsung bertanya.


"Kak Aira! Kok banyak yang datang ke mari sih? Sebenarnya.... gue cuma ngundang Kak Rai dan Mas Bay loh."


Aira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Marsha barusan. Dan yang lainnya juga yang disinggung dalam pertanyaan Marsha juga tampak tersenyum santai.


Sedangkan Raihan yang tadinya masih menatap Viola, sang pujaan hatinya, begitu mendengar Marsha berbicara, dia langsung beralih memandang adiknya itu. Kebetulan ekor matanya sempat melihat Bagas yang berada cukup dekat di samping Marsha.


"Kamu udah jadian sama boss brownis itu, Sa?" tanya Raihan seketika begitu beralih memandang Bagas. Terus memandang Marsha kembali. Pertanyaannya seakan tidak menggubris ucapan Marsha.

__ADS_1


Bukan tanpa sebab Raihan dapat melontarkan pertanyaan seperti itu. Dia memang sudah cukup kenal dengan Bagas. Atau lebih tepatnya mereka sudah saling mengenal.


Bagas pernah menanyakan tentang Marsha kepadanya. Juga Bagas memberitahukan kalau kepadanya kalau pemuda pendiam itu adalah teman Marsha di SMA dulu.


Meski Bagas tidak secara langsung menyatakan kalau dia menyukai Marsha, tapi dari pembicaraan Raihan dengan dia, Raihan dapat mengetahui kalau Bagas menyukai adiknya, Marsha. Makanya Raihan bertanya seperti itu.


Dan pertanyaan Raihan barusan sukses membuat perhatian orang-orang yang ada di situ. Maksudnya, mereka langsung beralih memandang Marsha dan Bagas secara bergantian.


Tak ada tanggapan penentangan atau ketidaksenangan dari sorot mata mereka yang tampak berbinar. Malah mereka terkesan mendukung dan merasa senang.


Sedangkan Marsha yang ditanya cuma senyum-senyum saja sedikit malu-malu. Sementara Bagas malah sedikit terkejut mendengar pertanyaan bernada tebakan yang tepat itu. Terkesan sedikit merasa takut.


Tapi dia cepat meyakinkan dirinya kalau Raihan pasti tidak bakalan marah. Bahkan dia yakin Raihan pasti mendukung hubungan mereka.


★☆★☆


Sementara Bayu, sebenarnya hendak berkata atau hendak mengomentari pertanyaan itu. Namun Michella langsung main sambar saja, dia langsung menjawab pertanyaan itu.


"Ya iya lah, Mas Rai. Sasa ama Bagas emang udah jadian.... Belum lama kok. Gue ama yayang lu ini saksinya."


Sambil berkata begitu, Michella melirik pada Viola yang berada di sampingnya sambil senyum-senyum. Sedangkan Viola diam saja mendengar ucapan Michella barusan.


Sepasang matanya yang berbinar juga tidak menatap Raihan seakan tidak berani atau kikuk. Dia malah seperti sibuk memandang Jennie yang terus memepet dengan Andra seolah tidak ingin lepas.


Lalu memandang Miko dan Aira yang makin mesra saja hubungan mereka. Terakhir memandang Bayu yang tampak menatap Michella.


"Akhirnya lu bisa juga nyatain perasaan lu ke Sasa," kata Raihan berkomentar sambil sedikit tersenyum, "setelah sekian lama lu mendam dalam hati lu...."


"Selamat ya! Semoga hubungan kalian tetap langgeng selamanya," lanjut Raihan mendoakan.


Dan yang lain juga mengucapkan kalimat apresiasi yang senada dengan ucapan Raihan. Membuat Marsha dan Bagas amat senang gembira karena mendapat dukungan penuh dari orang-orang yang baru datang itu.


Kecuali Bayu, karena dia tampak diam saja. Namun seketika dia terkejut karena mendengar ucapan Michella yang ditujukan padanya.


"Mas Bay! Bagas udah nembak Sasa tadi, dan... mereka sekarang udah resmi pacaran. Lu kapan nembak gue? Lu juga suka ama gue 'kan, Mas Bay?"


Bayu tidak memungkiri kalau dia memang menyukai Michella, semakin suka. Dan dia yakin kalau Michella juga menyukai dirinya. Tapi gadis itu menanyakan padanya, kapan dia akan menembak gadis itu?


Kalau hanya mereka berdua mungkin dia berani nyatain perasaannya kepada Michella, dan akan menembaknya. Tapi di tengah orang banyak seperti ini, apakah dia berani?


Terus terang saja Bayu belum pernah berpacaran seumur hidupnya. Jelas dia belum punya pengalaman menyatakan rasa sukanya kepada seorang gadis. Lebih-lebih lagi menembak cewek.


Ucapan Michella barusan benar-benar membuat Bayu terdiam sekaligus terkejut sembari menatap lekat-lekat gadis itu. Dia menjadi bingung, ucapan apa yang harus dia lontarkan untuk menjawab tantangan Michella.

__ADS_1


Ya, ucapan Michella itu seakan menantang dirinya, apakah dia berani menembak gadis itu di tengah orang banyak seperti ini? Sementara dia belum punya pengalaman tentang hal itu.


★☆★☆★


__ADS_2