Kisah Sang CEO Muda

Kisah Sang CEO Muda
BAB 66 BERTEMU DENGAN ANDRA SEPTIAN


__ADS_3

Rencana untuk bertemu dengan Viola Raihan tunaikan malam itu. Waktu selepas shalat isya' dia dan Bayu berangkat ke restoran Miko.


Akan tetapi tentu saja Raihan tidak berjumpa dengan Viola saat itu. Karena Viola telah pergi ke restorannya waktu maghrib, guna untuk bertemu dengan Marsha.


Terus, siapa yang dijumpai Raihan maupun Bayu saat mereka mendatangi restoran Miko?


Begitu telah memarkirkan mobil di parkiran restoran, Raihan dan Bayu langsung menuju ke restoran. Karena Bayu telah menghubungi Miko sebelum mereka masuk ke restoran, maka Miko langsung menghampiri mereka di depan restoran laksana menyambut.


"Lala ada, Mik?" tanya Raihan langsung tanpa basa-basi. Tapi dengan nada kalem, bahkan suaranya terkesan pelan seperti takut ada yang mendengar selain mereka bertiga.


"Masuk dulu!" pinta Miko merasa kalau berbicara di luaran seperti ini tidak aman.


Raihan dan Bayu boleh dibilang tidak terlalu akrab dengan Miko. Tapi bukan berarti mereka bermusuhan. Hubungan mereka hanyalah sebatas mitra atau kolega bisnis. Atau lebih tepatnya kolega tersembunyi atau rahasia.


Raihan memang memiliki kolega rahasia. Salah satunya adalah Miko Vebrian ini. Di samping itu juga Raihan memiliki hubungan dengan beberapa agen rahasia.


Setelah berkata begitu, Miko mendahului masuk ke dalam restoran setelah penjaga pintu masuk membukanya. Barulah setelah itu Raihan dan Bayu ikut masuk dengan mengikuti Miko di belakangnya.


Tapi setelah mereka semua sudah berada di dalam restoran, Miko mensejajarkan langkahnya dengan Raihan yang berjalan di sebelah kiri. Sedangkan Bayu berjalan di sebelah kanan agak ke belakang.


"Lu terlambat ke sini," ungkap Miko di tengah mereka masih berjalan. "Dia udah keluar waktu magrib tadi."


"Ke mana?" tanya Raihan ingin tahu.


"Nggak tahu," sahut Miko jujur. "Dia nggak bilang mau ke mana. Dan gue juga nggak nanya. Mungkin... ke rumah temannya atau pulang ke rumah."


Perlu diketahui bahwa Viola tidak memberi tahu pada Miko, kakaknya kalau dia sudah berkumpul kembali dengan Marsha. Jadi Miko jelas tidak tahu dan tidak mengira kalau Viola pergi menemui Marsha di restoran Raihan.


"Terus... kenapa lu ngajak kami masuk?" tanya Raihan bernada heran tapi bersikap tenang dan santai. Tidak tersinggung atau yang semisalnya.


"Gue ingin pertemuin kalian sama seseorang," kata Miko menjelaskan maksudnya sekaligus memberi tahu.


"Siapa?" tanya Raihan seakan penasaran.


"Nanti juga kalian tau sendiri," sahut Miko seolah berteka-teki. "Yang jelas dia adalah orang yang tahu banget tentang orang yang ngenyulik Ola setengah tahun yang lalu."

__ADS_1


Mendengar penuturan Miko barusan, Raihan maupun Bayu sedikit terkejut dibuatnya. Ingatan mereka kembali pada peristiwa tersebut di mana Melinda ikut pula terlibat atas penculikan Viola.


Raihan dan Bayu semakin penasaran tentang orang yang Miko hendak pertemukan dengan mereka. Benak mereka langsung bertanya-tanya, apa hubungan orang tersebut dengan Vega, dalang dari penculikan Viola?


Sementara itu Miko terus saja berjalan menuju ke sebuah tempat yang bersifat rahasia. Sedangkan Raihan maupun Bayu terus mengikuti tanpa henti.


★☆★☆


Tidak lama kemudian, Raihan, Miko, dan Bayu telah sampai dan masuk di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas yang sepertinya kamar khusus.


Di ruangan atau di kamar itu cuma ada 6 kursi busa yang mengitari sebuah meja kaca persegi panjang yang terletak hampir di tengah ruangan. Dan sebuah lemari bercat hitam mengkilap yang terletak di salah satu sisi tembok kamar.


Ketika mereka masuk, di kamar itu di salah satu kursi memang sudah duduk seorang lelaki muda berumur kisaran 30 tahunan.


Lelaki muda itu duduk di kursi yang terletak di salah satu ujung meja yang posisinya membelakangi pintu. Jadi, saat ketiga pemuda tampan itu masuk, dia tidak langsung melihat.


Maka, ketika menyadari Raihan, Miko, dan Bayu telah memasuki ruangan, pemuda itu langsung menghentikan kegiatannya yang memainkan HP. Lalu pemuda itu segera memiringkan badannya sedikit ke sebelah kanan sembari menoleh ke belakang dengan gerakan sedikit cepat.


Dan tak butuh waktu lama sepasang matanya langsung melihat ketiga pemuda tampan itu. Dan begitu dia melihat Raihan, dia segera tersenyum kecil. Lebih tepatnya tersenyum samar.


Sementara Miko, begitu mereka telah masuk dan telah menghampiri kursi busa, dia langsung mempersilahkan Raihan dan Bayu duduk.


"Silahkan duduk!"


Lalu dia mengambil tempat duduk di kursi sebelah kiri meja. Sedangkan Bayu duduk di kursi sebelah kanan meja. Sementara Raihan duduk di kursi di seberang pemuda tampan itu.


Setelah itu Miko memperkenalkan lelaki muda itu kepada Raihan dan Bayu. Lalu memperkenalkan Raihan dan Bayu kepada pemuda tampan itu pula.


Diketahui pemuda tampan itu bernama Andra Septian, putra pengusaha besar di kota ini dan sekaligus juga seorang pengusaha muda.


Dia juga sama dengan Raihan, sudah memegang perusahaan sendiri, lepas dari perusahaan induk orang tuanya.


Dan ketika Miko memberitahukan nama kedua orang tua Andra, yaitu Pak Prayoga dan Bu Puspita, Raihan dan Bayu tentu saja terkejut. Berarti....


"Lu berarti kakaknya Michella?" tebak Raihan seakan tidak tahan untuk mengungkapkan.

__ADS_1


"Benar," sahut Andra sambil tersenyum santai penuh persahabatan, "gue memang kakaknya Sela, cewek yang dijodohin ama lu."


Mendengar kalau Raihan dijodohkan dengan Michella, adik Andra ini, tentu saja membuat Miko ikut terkejut pula.


"Lu ternyata dijodohin sama adiknya Bang Andra, Rai?" Miko tidak bisa tahan mengungkapkan apa yang dia pikirkan sambil menatap serius pada Raihan. "Gimana dengan Ola? Apa lu beneran pingin putus sama dia?"


Miko memang sama sekali belum mengetahui masalah perjodohan ini. Karena Andra juga ternyata belum membicarakan hal itu padanya.


Sedangkan Raihan tidak lantas menjawab pertanyaan Miko barusan. Karena dia masih terkejut saat mengetahui kalau Andra ini ternyata bersaudara dengan gadis yang dijodohkan dengan dia.


"Lu jangan mikir macam-macam dulu, Mik!" Bayu yang menanggapi pertanyaan Miko. "Lu tenang aja! Nggak kayak yang lu omongin itu."


"Iya, Mik," kata Andra juga menenangkan Miko. "Masalah itu juga kita bahas di sini."


Setelah Miko dapat menenangkan perasaannya yang terkejut, Raihan maupun Bayu juga demikian, Andra beralih memandang Raihan, terus berbicara bernada tanya.


"Boleh gue ngomong sama lu masalah perjodohan ini?"


"Kata Miko, lu katanya tahu tentang Vega, Bang," Raihan seakan tidak menggubris permintaan Andra. Dia juga memanggil abang pada Andra, meniru Miko. "Apa benar?"


Andra tidak langsung menanggapi pertanyaan Raihan. Dia malah beralih memandang Miko.


"Gue memang kasih tau dikit soal itu," tanggap Miko cepat. "Soalnya dia juga sampe sekarang masih nyari-nyari kakak lu itu, Bang."


Mendengar ucapan Miko yang menyebut Vega adalah kakaknya Andra, Raihan dan Bayu kembali terkejut. Sampai-sampai mereka saling bertatapan. Namun mereka masih bisa menahan untuk merespon hal itu.


"Itu memang benar," kata Andra mengakui. "Tapi entar kita bahas soal itu. Gue mau tau dulu tanggapan lu tentang perjodohan lu sama adik gue."


"Sorry, Bang, bukan gue nggak ngehargai perjodohan itu," kata Raihan hati-hati tapi tegas. "Tapi... gue masih cinta sama Lala. Gue bakal pertahanin hubungan gue ama dia."


"Dan... dengan terpaksa gue nolak perjodohan gue ama adik lu," lanjut Raihan.


Andra terdiam setelah mendengar keputusan Raihan yang tegas itu. Ekspresi wajahnya jelas menampakkan kalau dia memikirkan tentang keputusan Raihan itu.


Tapi... apakah dia menolak keputusan Raihan itu, dan tetap mendukung perjodohan Raihan dengan Michella, adiknya?

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2