Kisah Sang CEO Muda

Kisah Sang CEO Muda
BAB 69 CERITA ANDRA


__ADS_3

"Miko tadi sempat ngomong ama gue kalau lu kenal ama Vega, dalang utama penculik Lala setengah tahun yang lalu," kata Raihan pada Andra merubah topik pembicaraan.


"Kalau nggak salah dengar juga Miko tadi sempat nyebut kalau Vega tuh abang lu," lanjut Raihan. "Apa benar, Bang?"


Andra tidak langsung menanggapi atau menjawab ucapan dan pertanyaan Raihan barusan. Dia menatap sejenak pemuda tampan itu. Lalu tak lama terdengar dia berkata mengungkap suatu fakta.


"Nama Vega sebenarnya nama gue waktu dulu. Lalu nyokap menggantinya dengan nama gue yang sekarang, yaitu Andra Septian setelah gue muncul kembali...."


"Adapun sekarang... nama Vega itu telah diaku-aku sebagai nama oleh si Tristan bangsat, anak pertama si Darmawan yang juga sebenarnya papa gue....."


Saat berkata begitu nada suaranya tampak ditekan seperti menahan amarah. Jelas kemarahan itu ditujukan kepada Tristan yang ternyata kakaknya seayah.


"Tapi setelah dia mencampakkan gue dan nyokap gue, gue nggak lagi ngenganggap dia sebagai papa gue," lanjut Andra bernada masih menahan geram.


Raihan dan Bayu tampak mengangguk-angguk setelah mendengar penuturan Andra barusan. Kini terungkap sudah bagi mereka bahwa Vega ternyata nama kecil Andra yang sekarang sudah berganti nama menjadi Andra Septian.


Dan sekarang nama Vega itu ternyata telah dipakai oleh Tristan Aditya sebagai namanya.


Maka jelaslah di sini bahwa orang yang telah menculik, bahkan hampir membunuh Viola adalah Tristan, anak pertama Pak Darmawan yang telah menyamar menjadi Vega.


Apa maksudnya berbuat demikian?


"Apa maksud Tristan memakai nama kecil lu?" akhirnya Raihan bertanya dengan penasaran.


"Tujuan dia nggak lain agar gue keluar menampakkan diri," sahut Andra masih menggeram. "Padahal sebenarnya gue udah muncul, tapi dengan nama baru."


Ucapan Andra barusan tentu saja membuat Raihan dan Bayu heran sekaligus bingung. Miko yang mengetahui kebingungan dan keheranan kedua pemuda itu, segera berkata pada Andra bernada meminta.


"Bang! Sebaiknya lu ceritain aja kisah lu dari awal biar Rai dan Bay nggak bingung!"


"OK, baiklah!"


Lalu tanpa berlama-lama Andra segera menuturkan tentang jati dirinya. Bahwasanya dia juga sebenarnya anak Pak Darmawan yang menikah siri dengan mamanya yang bernama Bu Puspita.


Namun begitu Andra sudah berumur 5 tahun, Bu Yunita ternyata telah mengetahui perselingkuhan suaminya, Pak Darmawan dengan mamanya.


Maka pada saat itu juga Pak Darmawan menceraikan Bu Puspita, mamanya setelah disuruh oleh istri sah lelaki tersebut, Bu Yunita. Bahkan bukan hanya menceraikan, Pak Darmawan mencampakkan mamanya dan dia ke Brunai sebagai TKW.


Sampai di sini Andra bercerita, Raihan maupun Bayu tidak menyela penuturan tersebut. Meski dalam benak mereka sempat memikirkan pengakuan Pak Mahendra yang mengatakan bahwa Vega adalah anak biologis Pak Darmawan.


Artinya, Vega terlahir di dunia bukan hasil hubungan nikah, meskipun nikah siri, menurut pengakuan Pak Mahendra.


Namun Raihan dan Bayu lebih percaya fakta yang diungkapkan Andra, bahwa dia terlahir hasil hubungan Pak Darmawan dan Bu Puspita, mamanya dengan jalur pernikahan, meski nikah siri. Itu yang benar.


Adapun pengakuan Pak Mahendra yang jelas didapatkan dari Pak Darmawan, hal itu tidak benar sepenuhnya. Bisa saja Pak Darmawan atau bahkan keluarga Pak Darmawan membelokkan fakta yang sebenarnya.


Tujuannya jelas, yaitu untuk menjelekkan pribadi Vega dan mamanya, Bu Puspita.


★☆★☆

__ADS_1


Singkat cerita, Bu Puspita pulang ke Indonesia dengan masih bersama Vega kecil setelah 1 tahun kemudian. Tepatnya dia pergi ke Samarinda, Kalimantan Timur, dan mencoba peruntungan di kota tersebut.


Dan ternyata Tuhan masih memberkahinya. Tidak lama setelah itu, Bu Puspita bertemu dengan Pak Prayoga di kota itu yang menyebabkan mereka saling jatuh cinta, hingga akhirnya mereka menikah.


Dan memang Pak Prayoga adalah seorang lelaki berhati baik. Dia menerima kehadiran Vega di sisinya, merawatnya dengan baik. Bahkan sudah mengganggap Vega seperti anak kandungnya sendiri.


Perlu diketahui bahwa Pak Prayoga waktu itu telah menduda yang ditinggal mati oleh istrinya dan belum memiliki anak.


Selama menikah dengan Bu Puspita, Pak Prayoga dikaruniai dua orang anak; Mahesa dan Michella. Mahesa lahir saat Andra berumur 7 tahun. Dan Michella lahir saat Andra berumur 10 tahun.


Di samping itu pula usaha bisnis Pak Prayoga menjadi lancar dan semakin berkembang. Hingga akhirnya dia mengembangkan usaha di Kota Jakarta dan mencapai kesuksesan yang gemilang.


Sehingga Pak Prayoga bisa menjadi salah seorang pengusaha besar di Kota Jakarta.


Adapun Andra, setelah mamanya dan Pak Prayoga pindah ke Jakarta, otomatis dia dan kedua adiknya ikut pindah ke Jakarta. Saat itu Andra sudah tamat SMP atau berusia 16 tahun. Dan masih memakai nama Vega.


Singkat cerita, beberapa tahun kemudian Andra telah banyak mengenal keluarga Pak Darmawan. Termasuk banyak mengenal Tristan Aditya, kakaknya seayah.


Sebenarnya dia ingin membalas dendam terhadap keluarga Pak Darmawan akibat dulu telah menelantarkan mamanya dan dia. Namun mamanya selalu mengingatkan agar jangan mencari perkara dengan keluarga Darmawan sepanjang mereka tidak berbuat masalah.


Andra memang menuruti perkataan mamanya, tidak balas dendam terhadap keluarga Darmawan. Namun tidak dengan Tristan Aditya.


Karena manusia bejat itu telah merebut kekasihnya yang bernama Rania, kakaknya Miko, dan memfitnahnya dan menuduhnya yang bukan-bukan di depan Rania. Sehingga Rania membencinya, bahkan amat membencinya.


Hingga suatu ketika, setelah Rania berpacaran dengan Tristan selama setahun, Andra mendapat kabar kalau Rania telah hamil akibat hubungannya dengan Tristan.


Bukan main marahnya Andra yang masih bernama Vega waktu itu. Dia langsung menemui Tristan saat itu juga, lalu menghajarnya hingga hampir mati.


Bukan main sakitnya hati Vega alias Andra menyaksikan Rania berbuat begitu kepadanya. Rasa kecewanya terhadap Rania semakin dalam. Dendamnya terhadap Tristan sudah tidak tertakar lagi.


Belum hilang rasa sakit hati dan kekecewaan Andra, dia dapat kabar lagi kalau Rania telah dijodohkan dengan Fauzan, anak pertama Pak Baskoro, dan akan segera menikah secepatnya.


Tentu saja Andra yang sudah dalam keadaan kalut, tambah frustasi mendengar kabar itu. Akan tetapi ternyata lebih frustasi lagi menimpa Rania.


Dalam kekalutan pikirannya, Rania langsung menemui Andra. Dan malah meminta solusi apa yang seharusnya dia lakukan dalam menghadapi hal tersebut.


Maka tanpa banyak pertimbangan Andra mengajak Rania untuk pergi ke Kalimatan. Sedangkan Rania yang pikirannya sedang kacau langsung setuju saja.


Tapi sempat menyinggung masalah kehamilannya pada Andra. Akan tetapi Andra tidak mempermasalahkannya. Dan akhirnya mereka sepakat akan pergi ke Kalimantan.


Namun dua hari lagi hari pernikahan Rania dengan Fauzan, bertepatan dengan hari di mana Rania dan Andra akan pegi ke Kalimantan, Rania kecelakaan dan meninggal di tempat kecelakaan.


Awalnya Andra tidak tahu siapa yang menabrak Rania. Karena pelakunya langsung melarikan diri setelah menabrak Rania.


Namun setelah Andra menyelidiki, barulah dia tahu kalau yang menabrak Rania adalah orang suruhan Tristan. Itu artinya bahwa dalang dari pembunuhan terhadap Rania adalah Tristan.


Maka, tanpa menyia-nyiakan waktu, Andra langsung mencari Tristan. Akan tetapi dia tidak menemukan lagi lelaki itu karena sudah hilang seperti ditelan bumi.


Tidak lama setelah kejadian itu, Andra langsung pergi ke Samarinda, Kalimantan Timur. Mengurus perusahaan Pak Prayoga, ayah sambungnya di sana, hingga akhirnya dia menjadi CEO perusahaan itu sekaligus sebagai pemiliknya.

__ADS_1


★☆★☆


Setelah mendengar cerita Andra barusan, maka jelaslah bagi Raihan dan Bayu tentang kejadian yang sebenarnya, bahwa antara keluarga mereka dengan keluarga Miko cuma salah pahaman saja.


Sumber utama sehingga terjadi demikian yang menjadikan antara masing-masing mereka saling bermusuhan hingga bertahun-tahun, tidak lain penyebabnya adalah perbuatan kotor Tristan.


Dialah sumber mala petaka sehingga beberapa kejadian sampai terjadi.


Sebenarnya Raihan ingin menanyakan perihal tentang kebenaran alasan Rania menolak menikah dengan Fauzan, kakaknya. Tapi dia urungkan saja karena dia merasa yakin akhirnya bahwa apa yang dikatakan Andra adalah benar adanya.


Adapun tentang cerita Shafira yang menukil ucapan Fauzan bahwa Rania hendak pergi bersama Tristan adalah tidak benar sepenuhnya.


Mungkin saja Fauzan salah menduga maksud Rania hendak pergi bersama kekasihnya bahwa kekasih yang dimaksud adalah Andra, pacar pertamanya. Bukan Tristan yang merupakan perampas pacar Andra.


"Apa lu udah balikan ama Mbak Rania waktu lu ngajak dia ke Kalimantan?" malah itu yang ditanyakan Raihan.


"Ya, kami emang udah balikan lagi waktu itu," sahut Andra bernada sedikit getir.


"Apa maksud Tristan ngebunuh Mbak Rania?" tanya Bayu penasaran. "Dia 'kan mencintai Mbak Rania juga. Kenapa dia malah ngebunuh Mbak Rania?"


"Dia nggak ingin Kak Rania dimiliki oleh siapa pun," Miko yang menyahuti, "nggak Bang Andra, nggak juga Mas Fauzan. Makanya dia ngebunuh Kak Rania karena dia udah yakin nggak bakalan lagi milikin kakak gue itu."


"Lu juga tahu masalah ini, Miko?" tanya Bayu sedikit terkejut heran, seakan tidak sadar kalau Miko itu siapanya Andra.


"Asal kalian tahu," kata Miko, "gue ama Bang Andra bersahabat sudah sejak lama. Jadi, problem yang terjadi pada Bang Andra ama Tristan gue juga tahu."


"Asal kalian tahu juga," sambung Andra, "tujuan Miko nerima dijodohin ama Melinda, sampai rela mutusin Aira untuk sementara adalah untuk ngepancing Tristan keluar dari persembunyiannya."


Raihan maupun Bayu kembali menatap Miko dengan cepat setelah sebelumnya menatap Andra, seakan meminta pengakuan dari Miko atas kebenaran informasi penting yang diucapkan Andra barusan.


"Ya, Bang Andra betul," kata Miko membenarkan, "itu tujuan kami. Dan buktinya Tristan terpancing keluar dari persembunyiannya."


"Tapi sayang... Tristan belum berhasil kami ringkus keburu dia kabur lagi setelah gagal ngebunuh Viola," sambung Andra.


"Sorry, Bang," kata Raihan menanggapi ucapan Andra," gue ngebiarin aja Tristan lolos waktu itu. Lagian gue ngawatirin keselamatan Lala juga. Jadi, gue nggak fokus ama Tristan."


"Lu nggak usah ngerasa bersalah segala," kata Andra menenangkan. "Si Tristan memang manusia licin yang pintar kabur-kaburan."


"Tapi... gue minta ama lu dan adik lu itu untuk ngebantu kami buat ngeringkus Tristan," lanjut Andra meminta dengan sopan meski bernada santai.


"Lu nggak minta pun gue dan adik gue bakal ngebantu lu ngeringkus si Tristan," kata Raihan menerima permintaan Andra dengan tulus. "Lagian gue juga punya dendam ama orang itu. "


"Terima kasih," kata Andra dengan tulus.


"Gue bisa sedikit tenang sekarang," kata Miko seolah mengungkap sesuatu. "Secara... bentar lagi keluarga gue ama keluarga kalian bakal berdamai."


"Aamiiin....!"


Kata Raihan dan Bayu hampir bersamaan.

__ADS_1


Kemudian setelah itu, keempat pemuda tampan itu merundingkan tentang bagaimana caranya memancing Tristan untuk keluar dari sarangnya lagi.


★☆★☆★


__ADS_2