
Raihan sudah bertekad akan mempertahankan Viola sebagai pasangan hidupnya. Bukan wanita lain meskipun itu adalah pilihan ibunya. Dan dia tetap menentang perjodohan yang diatur oleh ibunya.
Akan tetapi tentunya dia tidak secara langsung menentang perjodohan itu. Dia tidak ingin melukai perasaan ibunya meskipun luka yang dibuat ibunya terhadapnya belum sembuh betul.
Dr. Kenzie, kakak iparnya memberitahukan kepadanya kalau Bu Retno baru sebulan sembuh dari penyakit jantungnya. Dan penyakit itu bisa saja sewaktu-waktu kambuh jika perasaannya tidak enak, atau ada sesuatu yang melukai perasaannya.
Makanya Dr. Kenzie berpesan pada Raihan agar tetap menjaga perasaan ibunya. Jangan sampai melakukan suatu tindakan atau mengucapkan sesuatu yang melukai perasaan ibunya. Sehingga membuat penyakit ibunya kambuh lagi.
Dan Raihan perduli akan nasehat Dr. Kenzie itu. Dia akan tetap perduli perasaan ibunya, dan mengesampingkan luka yang digores ibunya di masa lalu.
Raihan akan tetap berpura-pura seolah-olah dia menerima perjodohan itu di hadapan ibunya, walaupun hati kecilnya tidak menerima.
Tapi untuk sementara.... Ya sementara saja, sepanjang perasaan ibunya tetap terjaga. Sembari dia memikirkan bagaimana cara menghindari perjodohan itu tanpa harus melukai perasaan ibunya.
Tentunya dia akan membicarakan tentang masalah ini kepada adik sepupu sekaligus sahabat karibnya, Bayu Anggara Mulyono. Dia tidak ingin melibatkan Michella dalam membicarakannya, untuk sementara.
Sementara itu malam terus merambat semakin larut....
Raihan pulang ke rumahnya sekitar jam 10 lewat. Setelah turun dari mobilnya, dia membiarkan saja mobil sedan mewah itu di depan serambi rumah yang nantinya akan dimasukkan oleh penjaga rumah ke dalam garasi.
Pemuda tampan itu terus melangkah lebar sedikit cepat. Begitu telah masuk ke dalam rumah dia bertemu dengan seorang pembantu yang sepertinya menghampirinya.
"Bayu ada di kamarnya, Mbak?" tanya Raihan langsung.
"Tidak ada, Den," sahut sang ART dengan sopan memberi tahu. "Den Bayu ada di taman belakang bersama Non Sela."
"O iya, terima kasih, Mbak."
"Mau dibikinkan minuman, Den?" tanya pembantu wanita itu menawarkan.
"Nggak usah aja," tolak Raihan dengan halus dan ramah.
Kemudian Raihan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Sedangkan pembantu wanita itu, setelah tuan mudanya berlalu, dia pergi menuju ruang tamu. Sepertinya hendak mengunci pintu.
Sementara Raihan terus saja berjalan yang sekarang menuju pintu belakang rumah. Dan tidak lama kemudian, dia telah sampai dan berada di serambi belakang.
Dari tempatnya berdiri dia dapat melihat Bayu dan Michella tengah duduk-duduk di tengah taman kecil sambil ngobrol. Sayup-sayup terdengar obrolan mereka.
Perlu diketahui bahwa, letak taman belakang rumah itu berada di depan serambi belakang sebelah kanan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat kolam renang.
__ADS_1
Raihan dapat melihat kalau antara Bayu dan Michella sudah mulai akrab. Tampak mereka saling ngobrol begitu santai dan lepas, seakan-akan kedua anak muda itu sudah saling mengenal sejak lama. Padahal mereka baru sore tadi bertemu.
Apakah itu tandanya mereka berjodoh?
Pertanyaan itu seketika terbetik dalam benak Raihan. Dan setelah memikirkan hal itu, dia langsung disergap rasa ragu akan niatnya hendak menemui Bayu.
Apakah dia akan tetap membicarakan tentang perjodohan dia dan Michella dengan Bayu? Bagaimana kalau antara Bayu dan Michella sudah saling suka sama suka?
Tentu dia akan merusak hubungan mereka kalau tetap memaksakan diri hendak membicarakan tentang perjodohan itu kepada Bayu.
Pastinya Bayu akan mengalah kepada kakaknya, dan terpaksa mendukung perjodohan itu meskipun Bayu telah menyukai Michella. Misalkan....
★☆★☆
Memikirkan hal itu dan setelah mempertimbangkan akan kemaslahatannya, Raihan menunda niatnya menemui Bayu malam ini. Dia akan membicarakan perjodohannya dengan Michella kepada Bayu suatu saat nanti.
Yang penting malam ini dia tunda dulu niatnya itu. Dia biarkan saja dulu Bayu dan Michella menikmati malam dengan cuma berdua saja.
Akhirnya, tak lama setelah itu Raihan kembali masuk ke dalam rumah, dan langsung menuju kamarnya. Dia ingin cepat tidur malam ini dan melupakan untuk sejenak tentang masalah perjodohan.
Sementara itu Bayu dan Michella terus saja saling ngobrol seakan-akan pembicaraan mereka tidak berujung.
Bermula mereka saling menceritakan tentang diri mereka dan keluarga mereka masing-masing. Dan yang lebih rinci menceritakan tentang hal itu adalah Michella, terutama tentang dirinya.
Michella lebih senang menceritakan tentang dirinya kepada Bayu. Seakan-akan gadis itu tidak ingin menyembunyikan tentang siapa dirinya kepada Bayu. Sampai pun tentang kisahnya yang pernah berpacaran, tapi sekarang sudah putus.
Entah kenapa Michella begitu gampang membuka tentang dirinya kepada orang yang baru dia kenal? Apakah hal itu suatu pertanda kalau dia mulai suka dengan Bayu?
Apakah secepat itu?
Entah apa yang dirasakan saat ini, yang jelas Michella merasa nyaman dan tentram jika bersama Bayu. Jika hal itu sebagai pertanda kalau dia mulai atau bahkan telah suka dengan Bayu, dia tidak merasa khawatir atau cemas. Malahan dia amat senang.
Dan kalau mau jujur, Michella memang sudah mulai suka kepada Bayu. Tapi dia tidak mau dulu terlalu larut dalam kegembiraan. Lebih-lebih lagi dia tidak mau dulu mengutarakan perasaannya itu.
Dia harus menjaga image sedikit. Nanti Bayu mengira dia cewek apaan. Baru kenal sudah mengutarakan perasaan. Tahan-tahan dulu saja lah! Atau jangan-jangan Bayu malah tidak menyukainya karena sudah punya pacar. Misalkan....
Sementara Bayu juga tidak terlalu rinci menceritakan tentang keluarganya. Sedangkan tentang dirinya sebenarnya juga tidak terlalu rinci. Akan tetapi dia menceritakan yang penting-penting tentang kisah perjalanan hidupnya.
Seperti menceritakan bahwa dia selalu bersama Raihan sejak mereka masih bocah hingga sekarang. Sama-sama menjalani pahit-manisnya hidup hingga sukses sampai sekarang.
__ADS_1
Bayu juga menceritakan kalau dia belum pernah pacaran. Dia fokus saja menjalani hidup bersama Raihan dan akan selalu menjadi perisai bagi Raihan dari segala gangguan orang-orang jahat.
Di samping itu, bukan dia tidak suka kepada perempuan. Hanya saja dengan keadaan dirinya yang miskin, dia menjadi minder untuk berpacaran. Apalagi sekedar mendekati seorang gadis.
★☆★☆
"Gimana dengan keadaan lu yang sekarang?" kata Michella menanggapi penuturan Bayu. "Secara... lu 'kan sekarang udah sukses, tentu udah banyak duit. Apa lu masih minder untuk pacaran?"
"Biar gimanapun gue tetap harus mencari pasangan hidup," kata Bayu bernada bijak. "Gimanapun keadaan diri gue. Bukankah kayak gitu?"
"Ya mestinya gitu lah," dukung Michella. "Lu nggak usah minder, gimanapun keadaan diri lu."
"BTW..., tipe cewek yang pingin lu jadiin pasangan hidup yang kayak gimana?" tanya Michella selanjutnya seperti memancing sekaligus menguji. "Apakah dia cewek yang harus sempurna, gitu?"
"Nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini, Sela," sahut Bayu lagi-lagi bernada bijak. "Masing-masing kita memiliki kekurangan di samping kelebihannya."
Michella cukup tersentuh dengan ucapan Bayu yang bijak itu. Membuatnya makin kagum akan diri seorang Bayu.
"Yaaa... kalau itu gue juga tau sih," kata Michella jujur. "Cuman... lu pasti punya spesifikasi dong. Mungkin... harus cantik. Atau dari cewek yang kaya, sama kayak lu."
"Gue nggak nentuin target yang muluk-muluk buat gue jadiin pasangan hidup," ungkap Bayu jujur. "Yang penting bisa saling ngejaga kesetiaan, kejujuran, dan saling ngerti antara satu sama lain...."
"Kalau lu?" kata Bayu selanjutnya bertanya sambil menoleh sebentar pada Michella. "Tipe cowok yang pingin lu jadiin pacar kayak gimana?"
"Ya... sama kayak lu lah," sahut Michella spontan, "yang setia, jujur, dan pengertian."
"Lu ngikutin gue ya?" tegur Bayu seolah serius.
"Yeee... sapa yang ngikutin lu?" bantah Michella memasang muka kesal tapi juga tersenyum. "Bukankah gitu impian semua orang?"
Bayu cuma melirik gadis cantik itu sebentar sambil memamerkan senyumnya yang menawan. Dan Michella amat senang melihat Bayu tersenyum seperti itu. Soalnya pemuda dingin itu jarang sekali tersenyum.
Kemudian kedua anak muda itu kembali larut dalam obrolan santai dan ringan. Tapi Michella sempat bertanya tentang diri Raihan. Sedangkan Bayu cuma menceritakan secara singkat dan garis besarnya saja.
Termasuk menuturkan kalau Raihan pernah berpacaran, bahkan sudah dua kali. Tapi Bayu tidak merinci Raihan pacaran dengan siapa dan bagaimana. Dan Michella juga tidak terlalu kepo tentang diri Raihan.
Sementara hingga saat ini Michella belum memberi tahu kepada Bayu bahwa sebenarnya pemuda yang dijodohkan dengannya adalah Raihan.
Sedangkan Bayu juga tidak mengangkat masalah itu dalam obrolan mereka. Seakan-akan Bayu tidak begitu tertarik dengan siapa Michella dijodohkan.
__ADS_1
Setelah mereka sudah puas berbincang-bincang, mereka sama-sama masuk ke dalam rumah. Waktu mereka masuk sekitar jam setengah 12. Artinya belum begitu lama setelah Raihan masuk ke dalam rumah.
★☆★☆★