
Ruangan yang tidak terlalu besar itu masih terkurung sunyi beberapa saat lamanya. Kebisuan masih membungkam 4 pemuda tampan di kamar itu.
Tidak tampak mimik kemarahan atau kekesalan di wajah Andra setelah mendengar pernyataan Raihan yang menolak perjodohan dengan Michella, adiknya.
Hanya saja ada terselip sedikit kekecewaan di balik wajah tampan yang tenang penuh persahabatan itu. Atau lebih tepatnya Andra menyayangkan tidak bisa beriparan dengan pengusaha muda yang baik hati itu.
Andra sudah mengetahui tentang profile seorang Raihan dari Miko, sahabatnya itu. Dia amat percaya apa yang diberitahukan Miko kepadanya tentang pemuda tampan yang berjiwa arif dan bijaksana itu.
Makanya dia agak menyayangkan tidak bisa menjadi ipar dengan Raihan. Bersamaan dengan itu dia tidak bisa memaksakan kehendak atas penolakan Raihan tersebut.
Sedangkan Miko, mendengar keteguhan Raihan dalam mempertahankan adiknya sebagai kekasih, merasa senang dibuatnya. Sekaligus pula dia salut atas kesetiaan Raihan terhadap Viola.
"Apa lu nggak kepingin kenal adik gue lebih dekat dulu?" tanya Andra seperti mengetes sambil sedikit menarik senyum. Ucapannya barusan sekaligus memecah suasana kebisuan di ruangan itu.
"Lu gimana sih, Bang?!" dengus Miko sewot. "Rai udah nyatain nolak dijodohin sama adik lu. Malah lu nyuruh kenalan segala!"
"Lu nggak usah sewot gitu!" tegur Andra tenang saja. "Gue cuma nyaranin Rai agar mengenal Sela lebih dulu. Siapa tahu setelah mengenal Sela Rai jadi suka...."
Lalu dia beralih menoleh pada Raihan, terus bertanya, "Gimana Rai, iya nggak?"
Dari nada ucapan Andra sudah dapat dipahami kalau dia masih berusaha membujuk Raihan agar menerima perjodohan itu, tapi dengan cara santui. Sedangkan Miko, mendengar ucapan Andra itu, semakin mendengus kesal.
Sementara Bayu yang lebih senang diam tetap diam saja, seakan tidak mau memberi tanggapan apa-apa. Sampai pun wajah tampannya yang dingin, tanpa memberi reaksi apa-apa. Tetap saja dingin dan datar.
Kalau begitu, bagaimana tanggapan Raihan?
"Wah... kayaknya gue nggak kepingin banyak mengenal cewek untuk saat-saat sekarang ini dulu, Bang," kata Raihan tetap menolak tapi dengan cara halus dan tersirat. "Bagi gue cukup mengenal satu cewek aja."
"Banyak mengenal cewek ngebuat kepala jadi pusing," lanjut Raihan sambil tersenyum seakan bercanda. Tapi ucapannya itu terkandung keseriusan penolakannya.
"Hahaha...! Lu bisa aja Rai," kata Andra tetap santai sembari tertawa pelan. "Masa' kenal banyak cewek bikin kepala pusing sih?!"
"Omongan Rai tuh benar, Bang," kata Miko jelas mendukung Raihan. "Satu cewek aja udah bikin kepala jadi pusing. Gimana kalau kalau banyak...?"
__ADS_1
Andra yang bermode santai dan tenang cuma terkekeh pelan. Lalu dia kembali berkata pada Raihan menawarkan, seolah masih belum mau berhenti membujuk.
"Kalau gitu lu temenan biasa aja sama Sela. Nggak papa 'kan?"
"Ya... nggak papa sih kalau cuma temenan biasa," kata Raihan seakan sudah sungkan menolak terus.
"Napa lu nggak tawarin sama Bay aja adik lu itu, Bang?" kata Miko sambil melirik sebentar pada Bayu. "Dia juga nggak jauh beda sama Rai, abangnya. Yaaah... 11 12 lah."
Bayu yang sedari tadi hanya tertunduk diam, seketika mengangkat kepala dan langsung menatap Miko dengan kaget. Dia tidak menyangka Miko bakal berkata seperti itu.
Sedangkan Raihan cuma tersenyum mendengar ucapan Miko barusan. Tapi dia mendukung ucapan itu dalam hati. Karena sesungguhnya dia juga ingin mengucapkan seperti itu kepada Andra.
★☆★☆
Andra tidak langsung menanggapi ucapan Miko yang seperti bercanda itu. Sejenak dia menatap pemuda dingin itu lekat-lekat. Dan belum lama menatap Bayu, Andra langsung tahu kalau Bayu berkarakter cool.
Menyadari akan karakter Bayu tersebut, dia langsung teringat akan adiknya. Dan teringat pula akan perkataan Michella bahwa kalau dia hendak berpacaran, dia ingin berpacaran dengan cowok cool, kalau bisa cool abis.
Kemudian seketika dia bersikap seolah teringat akan sesuatu. Lalu kembali memandang Raihan, terus bertanya sesuai apa yang tercetus dalam benaknya. Nada ucapannya kalem saja, tidak bersifat memaksa agar harus dijawab.
"Semalam Sela nggak pulang ke rumah. Apa lu tahu ke mana adik gue bersembunyi?"
Raihan tidak lantas menjawab pertanyaan Andra barusan. Malah dia tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Tapi cepat-cepat dia melenyapkan keterkejutannya dengan kembali bersikap tenang.
Lalu dia memandang Bayu agak perlahan. Sedangkan Bayu seketika menatap Andra dengan tatapan datar. Tapi mimik wajahnya begitu dingin, tidak tampak kalau dia terkejut.
Tapi siapa sangka kalau benaknya maupun benak Raihan tengah memikirkan tentang pertanyaan Andra barusan.
Raihan maupun Bayu belum mengetahui secara detail tentang profile Andra ini. Tadi Miko memperkenalkan kepada mereka hanya secara singkat saja.
Oleh karena itu, jelas mereka belum tahu tentang karakter seorang Andra Septian yang sesungguhnya. Apakah sifat yang tampak luaran itu sudah menunjukkan karakter Andra, mereka belum bisa memastikan.
Bagaimana seandainya jika mereka berterus terang kalau Michella ada bersama mereka semalam, apakah Andra akan murka?
__ADS_1
Sedangkan Andra maupun Miko yang sempat melihat Raihan terkejut, maka terbetik dugaan dalam benak mereka seolah sudah janjian.
Akan tetapi Miko masih bisa menahan untuk tidak mengungkapkan dugaannya itu. Seolah dia bersikap tidak mau ikut campur tentang masalah hilangnya Michella semalam.
Sedangkan Andra, sepertinya tidak bisa menahan untuk mengungkapkan dugaan dalam benaknya. Maka dia kembali bertanya seperti mengulang pertanyaannya.
"Lu tau ke mana Sela semalam, Rai?"
"Sebelum gue jawab pertanyaan lu, gue harap lu nggak mikirin macam-macam dulu tentang gue dan Bayu," kata Raihan meminta kesepakatan.
"OK," kata Andra langsung sepakat tanpa pikir panjang.
"Sebenarnya Sela semalam ada bersama kami," sahut Raihan hati-hati, tapi berusaha tetap tenang.
Sebenarnya Andra sudah menduga kalau Michella ada bersama Raihan. Tapi meski begitu dia tetap terkejut pula. Tentu saja benaknya langsung bertanya, kenapa bisa demikian?
"Gimana ceritanya Sela bisa ada sama kalian?" tanya Miko cepat seakan mewakili Andra bertanya sesuai yang ada dalam benaknya.
"Sebenarnya Bay tanpa sengaja bertemu ama Sela," kata Raihan mulai menuturkan. Lalu menoleh pada Bayu, terus meminta Bayu saja yang menceritakan.
Maka Bayu, tanpa terlalu berlama-lama dia langsung menceritakan kenapa bisa Michella bersama mereka.
Mulai dari pertemuannya dengan gadis itu tanpa sengaja di depan mini market. Mengantarkan ke rumah Raihan hingga bermalam segala. Sampai pun mengantarkan Michella ke kampus tadi pagi Bayu memberi tahu.
Tapi Bayu tidak menceritakan kalau dia sempat ngobrol lama dengan Michella hingga jauh malam. Apalagi part di mana mereka sempat saling curhat, tambah Bayu tidak ingin menceritakan.
Sedangkan Andra, selama Bayu bercerita dia tidak menyela sedikit pun. Seakan dia ingin menjadi pendengar yang baik. Keadaan dirinya tetap saja tenang. Mimik wajahnya tetap saja terlihat santai penuh persahabatan.
Sementara Miko yang tidak ingin ikut campur juga tidak menyela selama Bayu bercerita. Dia memilih diam saja, bertindak sebagai pendengar yang baik.
"Sebenarnya gue udah duga kalau Sela ada sama kalian," ungkap Andra setelah beberapa saat lamanya Bayu selesai bercerita. "Orang gue sebenarnya ngelihat lu ama Sela sewaktu lu ngantar Sela ke kampus...."
★☆★☆★
__ADS_1