
Selama penyembuhan Viola belum pernah lagi ketemuan atau saling telepon dengan Raihan. Bukan karena Viola maupun Raihan tidak mau saling ketemuan. Bukan karena mereka tidak ingin saling menelpon.
Sebabnya tidak lain tidak bukan karena Bu Hellen dan putrinya, Jennie tidak mengizinkan Viola bertemu dengan Raihan.
Bukan hanya tidak mengizinkan, bahkan Bu Hellen menyita handphone putrinya segala. Sehingga otomatis Viola tidak bisa menghubungi Raihan.
Sebab Bu Hellen tidak mengizinkan Viola bertemu atau saling kontak dengan Raihan maupun Marsha, terkait permusuhan antara keluarga Pak Mahendra dengan keluarga Pak Baskoro.
Karena seperti yang Bu Hellen ketahui kalau Marsha adalah putri Pak Baskoro. Makanya Bu Hellen melarang Viola berteman lagi dengan Marsha.
Adapun kaitannya dengan Raihan, sebenarnya Bu Hellen belum mengetahui kalau Raihan adalah putra ke tiga Pak Baskoro. Tapi karena Raihan di samping katanya teman Viola, juga berteman dengan Marsha.
Ya, Bu Hellen masih menyangka kalau Raihan cuma teman putrinya, bukan pacarnya menurut pengakuan Viola. Di samping itu juga Viola belum memberi tahu keluarganya kalau sebenarnya Raihan adalah seorang CEO.
Sedangkan Jennie punya maksud pribadi kenapa sampai melarang adiknya berhubungan atau berteman dengan Raihan. Dia cemburu melihat kedekatan Raihan dengan adiknya itu.
Entah kenapa boss muda nan cantik itu cemburu terhadap Viola? Apakah diam-diam Jennie sudah mulai suka dengan Raihan? Kalau benar demikian, dia mau kemanakan Dimas kalau begitu?
Bersamaan dengan itu pula Viola jelas tidak tahu kalau sebenarnya Raihan sudah beberapa kali menghubunginya lewat handphone. Begitupun juga dengan sahabatnya, Marsha.
Namun kedua kakak beradik itu tidak bisa mendapat kabar tentang Viola dengan sebab pelarangan Bu Hellen. Sehingga membuat mereka menjadi bingung sekaligus amat khawatir, bagaimana kabar Viola.
Apalagi Raihan yang semakin hari semakin mencintai Viola. Sudah sebulan dia tidak bertemu dengan Viola, membuat rasa rindunya dalam dirinya semakin tebal.
Raihan mencoba datang ke apartemen Viola, berharap sang kekasih ada di situ. Namun ternyata Viola tidak ada di apartemennya.
Dia lantas berpikir kalau Viola tentu sudah dipindahkan ke rumahnya. Tapi sayangnya dia belum tahu di mana rumah Viola.
Marsha pun juga tidak mengetahui. Karena selama mereka berteman belum pernah saling berkunjung ke rumah masing-masing. Paling Marsha cuma mengetahui apartemen Viola.
Sama halnya pula yang terjadi dengan Viola. Semakin hari pula dia semakin mencintai Raihan. Sejak pertama kali mereka jadian hingga sebulanan ini mereka tidak saling kontak tentu membuat rasa rindu di dalam hatinya semakin menggebu-gebu.
Seperti dugaan Raihan, sepulangnya dari rumah sakit Bu Hellen langsung membawanya ke rumah mereka, bukan ke apartemennya. Viola hanya bisa menuruti kehendak mamanya tanpa berusaha untuk membantah.
Viola mulai mengikuti nasehat Raihan, sang kekasih agar tidak selalu membantah orang tuanya. Terutama terhadap papanya yang selalu menuntutnya merubah penampilan dan gaya hidupnya yang kelaki-lakian itu.
Ya, Viola memang menuruti kehendak papanya. Dia kini merubah penampilan dan gaya hidupnya secara total, menjadi wanita secara utuh.
Viola tidak lagi berpenampilan ala kelaki-lakian, kini dia mulai memakai atribut perempuan, termasuk memakai anting-anting. Dan hal itu tidak terlalu sulit baginya. Karena dia memang sudah belajar pada Marsha.
Meskipun Viola dalam berpakaian belum mau memakai rok, tapi setidaknya sekali orang melihat penampilannya akan langsung menganggap kalau dia itu perempuan.
Dengan sebab itu semua keluarganya, terutama papa dan kakak laki-lakinya tidak lagi membencinya. Akan tetapi mereka masih mewanti-wanti padanya untuk tidak bergaul dengan keluarga Pak Baskoro.
Dan mulai saat itu Viola harus tingga di rumah, tidak boleh lagi tinggal di apartemen. Semetara Viola, demi untuk berdamai dengan situasi, tidak melakukan penentangan.
__ADS_1
★☆★☆
Luka tusuk di perut Viola boleh dibilang sudah sembuh. Dia juga sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Tapi orang tuanya belum memperbolehkannya keluar rumah, baik itu berangkat ke kampus, apalagi sekedar untuk jalan-jalan.
Sehingga membuatnya BT berada di dalam rumah terus sebenarnya, apalagi sudah sebulan lamanya, bahkan lebih. Akan tetapi belum pernah sekalipun Viola meminta kepada mama atau papanya untuk keluar dengan alasan sekedar jalan-jalan.
Dia sudah memperkirakan kalau ortunya maupun kedua kakaknya pasti tidak akan mengizinkannya. Mereka sudah beranggapan kalau Viola pasti akan menemui Raihan ataupun Marsha.
Lagi-lagi Viola harus berdamai dengan situasi. Tidak memaksakan diri untuk bertemu dengan Marsha, terutama Raihan. Di tidak ingin memancing keluarganya untuk lebih mengekang pergerakannya.
Untung saja dia jago dalam hal masak memasak. Jadi, untuk mengurangi kejenuhannya dia lampiaskan dengan memasak sesukanya.
Tentu saja semua keluarganya kaget. Terkejut bukan karena Viola sekedar bisa masak. Melainkan terkejut tidak menyangka bahwa seorang yang dulunya tomboy, ternyata jago dalam hal memasak. Bahkan mereka amat menyukai masakannya.
Tapi jujur, Viola sama sekali tidak merasa puas atas reaksi positif keluarganya terhadap apa yang telah dilakukannya itu. Viola pinginnya keluarganya mengizinkan dia agar bisa bertemu dengan Raihan.
Semakin lama tidak bertemu dengan Raihan, rasa rindu di hatinya semakin tak tertahankan.
Di samping itu juga Viola khawatir kalau Raihan sampai beranggapan bahwa dia tidak mau lagi bertemu dengan pemuda itu disebabkan karena menuruti kemauan keluarganya.
Sementara Viola tidak bisa menghubungi Raihan karena handphonenya masih dipegang oleh mamanya. Jadi, dia tidak bisa mengabarkan kepada Raihan kalau dia terpaksa menuruti kehendak keluarganya.
Rasanya Viola tidak sanggup lagi menghadapi situasi semacam itu. Dia semakin kesal, marah, benci kepada kedua ortu dan kedua kakaknya. Dia merasa keluarganya sudah memenjarakan dirinya di rumah yang megah ini.
Maka Viola berniat untuk kabur dari rumahnya. Dia mulai menyusun rencana tentang cara agar dia bisa kabur. Dan menunggu momen yang tepat agar niatnya terlaksana.
Namun Viola jelas sudah merencanakan sesuatu.
★☆★☆
"Ola!" panggil Bu Hellen yang sudah berada di depan pintu kamar Viola. "Kamu udah siap, Sayang? Udah mau berangkat nih!"
Namun tidak ada reaksi dari dalam kamar. Sampai pun Bu Hellen sudah memanggil beberapa kali, tetap juga Viola tidak membuka pintu apalagi menyahuti.
Akhirnya Bu Hellen membuka pintu, dan terus masuk ke dalam kamar. Namun dia mendapati Viola sudah terbaring di tempat tidurnya yang indah seolah sudah tidur.
Bu Hellen melangkah mendekati pembaringan, ingin memastikan apakah Viola sudah tidur atau bisa dibangunkan?
Begitu Bu Hellen sudah berada di tepi pembaringan, dia telah mendengar dengkuran pelan dan halus dari Viola. Hal itu menandakan kalau Viola memang benar-benar sudah tidur pulas.
Akhirnya, karena tidak tega membangunkan putrinya, Bu Hellen segera meninggalkan kamar itu. Setelah berada di luar kamar, wanita tua namun masih tampak cantik itu menutup kembali pintu kamar dengan rapat.
Selang beberapa menit kemudian, terdengar dari luar suara mesin mobil. Hampir bersamaan kedua mata Viola segera terbuka. Kejap berikut dia langsung turun dari tempat tidur dengan cepat.
Lalu langsung menuju jendela dengan cepat. Begitu sampai Viola membuka tirai jendela sedikit, lalu melihat 2 buah mobil sedan keluar dari pintu gerbang pagar.
__ADS_1
Setelah kedua mobil sedan itu telah lenyap dari pandangannya, pintu gerbang telah ditutup kembali, Viola mulai beraksi melaksanakan niat untuk kabur.
Mengganti bajunya dengan segera. Merapikan keadaan dirinya sedikit, terutama wajah cantiknya yang sedikit berantakan. Memeriksa keadaan dompetnya yang ternyata masih ada beberapa uang cash dan kartu kreditnya.
Kemudian, setelah menaruh dompetnya dalam tas belakangnya, terus melangkah keluar kamar sambil mengenakan tasnya di punggungnya.
Begitu sudah berada di luar kamar, menutup kembali pintu kamar. Lalu melangkah cepat menuju lantai dasar. Namun baru saja dia berada di lantai bawah, salah seorang ART perempuan menegur ramah kepadanya.
"Maaf, Non Ola hendak pergi ke mana?"
"Sorry, Bibi, aku hendak menjenguk temanku yang lagi sakit," sahut Viola jelas berbohong.
"Tapi, Non, Tuan Besar sudah berpesan agar tidak membiarkan Non Ola keluar rumah," kata ART itu lagi.
"Sorry, Bi, aku nggak bisa lama-lama. Pamit bibi ya!"
Lalu dia melangkah cepat setengah berlari menuju pintu keluar. Sedangkan sang ART hendak mengejarnya. Tapi dia cepat dicegat oleh ART laki-laki yang seolah tiba-tiba muncul.
"Biarkan Non Ola pergi!" kata ART laki-laki menerangkan. "Kasihan dia terkurung terus di rumah ini."
"Tapi kalau Tuan Besar tahu, pasti Tuan Besar marah pada kita," kata ART perempuan masih berargumen.
Sementara Viola terus saja melangkah cepat menuju pintu keluar, tanpa menghiraukan kedua ART yang masih berdebat kecil.
Begitu sudah berada di teras depan dia terus saja melangkah tanpa berhenti. Tapi ketika tinggal beberapa meter lagi sampai di pintu gerbang pagar, satpam penjaga langsung mencegatnya.
"Maaf, Non Ola mau ke mana?" tanya sang satpam dengan sopan.
"Aku mau menyusul mama," sahut Viola juga berbohong.
"Maaf, Non Ola, Tuan Besar berpesan agar tidak mengizinkan Non Ola keluar," kata satpam itu memberi tahu.
"Sorry, Mang, aku terpaksa melakukannya," kata Viola sambil maju ke hadapan satpam dengan cepat.
Lalu dengan cepat pula salah satu sisi telapak tangan kanannya menghantam tengkuk pak satpam dengan keras.
Saking cepatnya serangan itu, membuat pak satpam tidak bisa menghindar. Saking kuat dan kerasnya pukulan itu, membuat satpam itu langsung pingsan. Lalu jatuh bergedebuk cukup keras di atas paving.
Sedangkan Viola tidak menghiraukan lagi nasib pak satpam. Setelah membuka sedikit pintu pagar, lalu keluar dengan cepat. Dan tidak lama kemudian, Viola sudah meninggalkan rumahnya tanpa menengok-nengok lagi.
Hal yang lebih utama dipikirkan adalah bagaimana caranya menemui Raihan malam ini.
Untuk ke rumah Raihan jelas tidak bisa karena Viola belum tahu di mana rumah pemuda tampan itu.
Maka langkah pertama yang dilakukan adalah mencari perusahaan Raihan. Meski dia belum tahu di mana letaknya, tapi dia sudah tahu apa nama perusahaan Raihan, sang pujaan hati.
__ADS_1
★☆★☆★