
"Itu tuh, yang warna rambutnya mencolok!"
"Mahasiswa tingkat 3?"
"Iya,"
"Si anak blasteran yang benci bahasa Inggris"
DEG!
Jantung gadis cantik bernama lengkap Clarissa Rasandra Wiratama itu berdetak kencang saat mendengar suara beberapa orang mahasiswa tengah membicarakan dirinya.
...Cast Clarissa Rasandra Wiratama (Clara)...
SRET
Gadis itu menoleh ke sumber suara dan berteriak kesal karena mereka seenaknya saja membicarakan dirinya. "Kalau mau cari gara-gara, ayo sini!" Teriaknya. Ia benar-benar emosi sekarang.
Untunglah, sahabat Clara yang bernama Amberta Loli segera menenangkannya. "Cla, jangan ladeni mereka, deh!"
...Cast Amberta Loli Yolanda (Amber)...
"Mereka memang suka usil ngomongin orang, ya ..."
"Kamu ini ... sudah jangan dilayani ..." Kata Amber lagi.
Clara menghela nafas panjang. Sudah sering ia diomongin orang seperti ini. Membuat orang kesal saja.
"Hei! Pagi-pagi begini kalian sudah ribut?" Tanya seorang cowok yang baru datang menghampiri Clara dan Amber. Nama cowok itu adalah Reynaldi, sahabat mereka sejak kecil. "Suara Clarissa menggema ke seluruh kampus!" Imbuhnya.
...Cast Reynaldy Riyan Pramudya (Rey)...
__ADS_1
"Rey, kamu juga berisik, lho!" Clara memperingatkan. Ia masih kesal dengan kejadian tadi.
"Hei, Clarissa! Kalau sikapmu begitu terus, kamu gak bisa punya pacar, lho!" Rey balik memperingatkan.
"Kayak punya pacar saja.💢 Lagian mereka yang salah, bukan aku!"
"Benar, mereka usil ngomongin Clara!" Amber membenarkan Kalimat terakhir yang diucapkan Clara.
Rey yang mendengar itu tampak berdiam diri sejenak, "Oh, begitu. Jangan dipikirkan, deh!"
"Tidak, kok!"
"Tapi ... ini akhir Minggu. Kamu harus pikirkan nilai hasil ulangan harian bahasa Inggris 2. Juga nilai rapor nanti!"
Peringatan Rey kembali membuat Clara kesal. "Memangnya kamu guru bahasa Inggris?!" Teriaknya. Wah, marah lagi.
Yap, Clarissa Rasandra Wiratama atau biasa dipanggil Clara ini merupakan anak blasteran Indonesia-Amerika Harusnya ia bisa bicara bahasa Inggris dengan fasih, tapi ternyata tidak.
Saat pulang kuliah bersama Amber dan Rey, Clara melihat pesawat yang melintas di atas kepala mereka bertiga. "Ah ... pesawat itu terlihat dekat sekali, ya." Kata Clara pada dua sahabatnya.
"Kayak mau melakukan serangan udara saja." Sahut Amber.
Sedetik kemudian, Clara berteriak saat melihat kertas yang berisi hasil ulangan bahasa Inggris-nya yang jauh dibawah rata-rata. "Gyaaa! Jangan ngomong yang sial-sial seperti pergi ke Amerika, dong!" Pinta Clara dengan air mata yang menggenang di ujung matanya.
"Kamu yang mulai duluan ..." Rey membela diri. Ia tidak menduga Clara akan bersaksi seperti ini nantinya, meski itu cuma bertahan beberapa detik saja.
Ketiga orang itu akhirnya sampai di sebuah toko buku yang menjual berbagai macam jenis buku mulai dari komik, novel, cerita pendek, dongeng, dan majalah. "Eh, ini buku novel serian ... buatan Mummy Clara ...❤️" Kata Amber antusias saat tanpa sengaja melihat buku novel buatan Mummy Clara yang juga di jual disana. Tanpa berpikir panjang dia pun langsung mengambilnya.
Clara yang mendengar itu hanya tertegun sejenak.
"Aku suka sekali dengan novel ini, serial cerita dongeng percintaan untuk dewasa." Imbuh Amber. Ia heran melihat wajah Clara yang seperti orang kebingungan, "kenapa muka mu seperti itu?" Tanyanya heran.
"Aku tidak mengerti dimana bagusnya isi novel yang dibuat Mummy." Jawab Clara jujur. Ia menyelipkan rambutnya dibelakang telinga.
"Yah, ini memang bukan tipe buku kesukaan Clara ..." Sahut Amber.
"Iya, iya ... Ah!" Clara mendadak teringat sesuatu.
__ADS_1
"Apa?"
"Mulai hari ini keluarga kami kedatangan tamu ... Aku di suruh cepat pulang nih. Hari ini kalian berdua saja ke warnet. Dah!" Setelah mengatakan itu, Clara pun bergegas pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
Memang, rencananya setelah pergi ke toko buku mereka bertiga mau lanjut ke warnet sih. Tapi karena Clara pulang lebih dulu, makanya tinggal Amber dan Rey saja yang hendak pergi ke sana.
"Yahh, padahal aku mau main sama Clara!" Sesal Amber.
"Tamu ... mulai hari ini?" Tanya Rey.
Amber tiba-tiba menatap Rey dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu pasti mikir, 'bagaimana kalau tamunya cowok sebaya?' iya, kan! Kamu ini memang terlalu pencemas tapi tidak berani ngomong!"
"Tidak, kok! Lagipula sikapmu beda sekali saat tidak ada di dekat Clarice!" Protes Rey. Saat berada di dekat Clara, Amber menjadi sosok gadis yang baik dan manis. Dan saat tidak ada Clara, ia berubah menjadi gadis yang tidak ada bedanya dengan Clara yang selalu ribut dengan Rey.
"Clara kan lamban. Gimana kalau kamu terus terang saja menyampaikan perasaan mu?" Amber memberi saran.
"Tapi aku, kan ... Ah, sudahlah ..." Rey tidak melanjutkan perkataannya.
Sementara itu, Clara tengah melirik jam yang melingkar indah di pergelangan tangan kirinya. Untung masih keburu waktu. Mummy-nya paling bawel kalau soal waktu.
Tanpa sengaja, Clara melihat seorang pemuda berambut hitam tengah sibuk bertanya kesana kemari dengan orang-orang yang lewat didekatnya. Namun anehnya, tidak ada satu orangpun yang bersedia menolongnya.
Sepertinya pemuda itu sedang dalam masalah. Waktu Clara sudah mepet sih, tapi ... dia tidak bisa membiarkan orang yang kesusahan itu begitu saja, kan?
Karena itulah Clara pun bergegas menghampiri pemuda itu. "Maaf ... Ada masalah, ya?"
Pemuda itu menoleh ke belakang. Clara cukup terpesona saat melihatnya. "Ma, maaf ..." Rambut hitam yang lembut, beda dengannya. Apalagi wajahnya khas Nusantara.
Pemuda itu tersenyum saat melihat Clara. "EXCUSE ME" kata pemuda itu.
Clara sangat terkejut mendengarnya. Ia kelabakan sendiri saat pemuda itu mulai bertanya dalam bahasa Inggris. Gawat, dia ngomong apa nih? Tampangnya Indonesia banget! Tapi kenapa ngoceh pakai bahasa Inggris, sih? Clara sama sekali tidak mengerti omongan pemuda itu. Pasti karena dia melihat tampang Clara yang anak Blasteran itu ... Rasanya pepatah yang mengatakan Don't judge someone by their appearance itu berlaku di sini ...
"Stooop!" Karena tidak tahan lagi, Clara akhirnya menghentikan ocehan yang sama sekali tidak ia mengerti itu. Ah, sekarang sudah di stop. Sekarang bagaimana?
Tanpa sengaja, Clara melihat tempat privat bahasa Inggris yang tak jauh dari tempat mereka berada. Tanpa berpikir panjang, Clara pun membawa pemuda itu ke sana. "Sebenarnya aku enggan melakukan ini, sih ... tapi apa boleh buat!" Kata Clara dalam bahasa Indonesia pastinya. Seolah mengerti apa yang di ucapkan Clara, pemuda itupun tersenyum. Sepertinya dia orang baik.
"Maaf, sepertinya orang ini dalam masalah. Tolong di bantu, dong!" Pinta Clara dengan nafas tersengal. "Sudah ya, kamu bisa tanya-tanya sama guru bahasa Inggris di tempat kursus ini!" Clara hendak pergi dari sana. Tapi segera ditahan oleh pemuda itu.
__ADS_1
"Thank you" Wajah pemuda itu semakin dekat dengan wajah Clara hingga pemuda itu akhirnya mencium pipi Clara.
Clara yang mendapati hal itu terkejut setengah mati dan menjerit histeris, lalu pergi dari sana.