
Clara dan Guy berangkat menaiki pesawat menuju ke Bali untuk segera berlibur. Clara sudah tidak sabar mau menginjakkan kaki disana dan membangun kenangan bersama kekasih hatinya. Suatu saat nanti, Clara ingin sekali pergi bersama anak-anak mereka berdua kelak.
Beberap lama setelah penerbangan, akhirnya mereka berdua pun tiba. Bola matanya berseri-seri saat melihat keindahan Bali yang sudah lama tidak ia nikmati.
Guy sudah menyewa villa yang akan mereka tempati selama seminggu liburan. Tempatnya sangat indah karena berhadapan langsung dengan birunya lautan yang sangat disukai Clara.
"Gimana? Kamu suka sama Villa nya?" Guy memeluk Clara dariĀ belakang seraya bertanya. Mereka berdiri di balkon lantai dua villa mereka. Dari atas sini, suasana laut yang tenang langsung terlihat. Clara rasa tempat ini cocok sekali untuk menenangkan pikiran. Ia pasti betah berlama-lama ada disini.
"Suka lah. Aku kan pecinta laut. Terimakasih ya, Guy, sudah mau mengajak aku kesini!" Ucap Clara sambil membalikkan badannya menghadap Guy. Gadis itu mengecup pipi Guy dengan wajah yang merona. Meski sudah sering mengecup pipi Raymond, ia malu mengecup pipi Guy yang kini sudah resmi menjadi tunangannya.
Pasangan kekasih itu bahkan melupakan fakta kalau mereka baru sampai di Bali. Harusnya istirahat menjadi pilihan yang tepat, atau paling tidak menyusun barang-barang mereka yang masih di koper.
"Kamu milikku, Clarissa!" Desis Guy. Tubuh Clara meremang mendengarnya. Guy memang sangat posesif sih, apalagi jika menyangkut dirinya.
"Iya, aku milik kamu selamanya!" Balas Clara.
*****
Hari berikutnya, Guy membawa Clara menikmati suasana indah di salah satu pantai yang cukup ramai oleh pengunjung. Clara menggunakan mini dress warna abu-abu yang membuat paha putihnya terlihat. Ini pantai, nggak mungkin Clara menggunakan long dress atau maxi dress.
Guy memegang telapak tangannya erat dan memberikan perlindungan seutuhnya. Ia mengajak Clara mendekati air laut dan membiarkan ombak menyapu kaki mereka.
"Disini indah sekali ya, Guy!" Ucap Clara. Gadis itu duduk di pasir yang lembut sembari menunggu kedatangan ombak berikutnya. Guy duduk dibelakang Clara dan memeluk tubuhnya. Clara tak berhenti tertawa, ia menyentuh lengan Guy yang memeluknya dari belakang. Ombak laut sudah cukup membuatnya merasa sangat senang.
"Kamu senang bisa ada disini, Honey?"
__ADS_1
"Iya, sayang. Aku sudah lama pengen ke pantai bersama kekasih. Akhirnya kejadian juga." Jawab Clara.
******
Suasana di Bali terasa sedikit berbeda dengan Jakarta. Disini Clara bisa memandangi indahnya lautan sesuka hatinya. Clara kembali masuk ke dalam villa setelah cangkir teh yang dibawanya kosong. Ia masuk ke dalam kamar Guy yang ada disebelah kamarnya.
Hari ini Clara memutuskan untuk menghabiskan waktu di villa saja. Masih banyak yang bisa ia lakukan, seperti berenang misalnya. Kolam renang disini cukup luas dan berhadapan langsung dengan laut.
"Bangun, Guy. Udah jam delapan, lho." Panggil Clara. Ia duduk ditepi ranjang dan menatap wajah Guy yang masih terlelap di pagi yang cerah ini. Pe-ma-las. Gadis itu mengusap pipi Guy dan merapikan rambutnya yang berantakan.
Clara mendekatkan bibirnya dan mencium pelipis Guy sebagai ucapan selamat pagi. "Masih ngantuk." Gumam Guy dengan suara parau. Ia semakin mempererat pelukannya di bantal guling dan mencari posisi yang nyaman diatas tempat tidur.
"Aku mau berenang lho, yakin nggak mau gabung?" Pancing Clara sambil menaikkan sebelah alisnya. Entah apa maksudnya sampai berkata seperti itu. Guy akhirnya membuka matanya dan menatap wajah Clara yang tersenyum manis. Wajah cantik sang kekasih membuatnya betah menatapnya lama-lama.
"Kamu duluan saja deh, nanti aku nyusul." Clarissa menghela nafas panjang. Ia segera menjauhkan dirinya dari Guy.
Clara mencelupkan kakinya ke dalam kolam sebelum setengah badannya terendam air. Dirumahnya juga ada kolam renang. Clara sering sekali berendam disana gara-gara kecintaannya pada laut.
Baru saja selesai melakukan satu kali putaran, Clara melihat kekasih hatinya keluar dari pintu belakang dan berjalan menghampirinya.
Guy meraih pinggang Clara dan memeluknya dari samping. Lalu menghadiahi kekasihnya itu sebuah kecupan di pipi. Mereka belum nikah. Ingat? Makanya gak nyium di bibirš¤£š¤£
"Kamu udah lama nungguin aku, ya?" Tanya Guy.
Clara menggelengkan kepalanya. "Nggak kok. Kan baru selesai satu kali putaran." Jawabnya. Guy lantas mulai berenang. Sama seperti Clara, ia tidak mau menyia-nyiakan semua fasilitas villa yang sudah ia sewa selama seminggu.
__ADS_1
Rencananya, nanti malam mereka berdua akan pergi ke pantai untuk menikmati makan malam romantis. Guy sudah menyiapkan segalanya untuk membahagiakan kekasih hatinya.
"Guy, pantai sama lautnya bagus juga, ya? Nggak kalah sama yang ada dilukiskan." Ucap Clara. Ia menumpukan kedua tangannya dipinggir kolam supaya dapat menikmati suasana laut yang indah.
"Kalau kamu senang, aku bisa membelikan villa ini untuk kamu. Jadi kalau kita berdua mau melihat laut, nggak perlu mencari lokasi yang bagus lagi!"
"Jangan boros kayak gitu dong. Memangnya kita mau ke sini tiap bulan?" Tanya Clara sambil menggelengkan kepalanya tidak setuju. Guy tersenyum sombong. Siapa bilang ia tidak bisa mengajak Clara ke sini tiap bulan. SULTAN MAH BEBAS.
"Kenapa nggak sekalian kita kesini tiap minggu aja?"
Clara tertawa mendengar lelucon Guy. Kayak mereka berdua nggak punya kerjaan aja. "Udah ah, peluk-peluknya. Berenang sana!"
"Aku maunya peluk kamu aja gimana?" Goda Guy. Clara menggeleng penuh penolakan. Nih anak ada-ada aja. Ada banyak hal yang bisa mereka lakukan selama liburan.
Splash!
Clara memercik air kolam ke wajah Guy lalu menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Ia berenang ke sudut kolam dan tertawa saat melihat Guy mengejarnya. Gadis itu semakin tak bisa menghentikan tawanya saat Guy berhasil menangkapnya dan menggelitik perutnya dari belakang.
"Kena kau!" Gurau Guy. Mereka berdua bercanda tawa seolah hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi keduanya. Clara merasa sangat bahagia berada didekat Guy. Begitu juga sebaliknya. Keduanya berharap akan seperti ini selamanya.
*****
Disisi lain, Feng yang tidak tahan saat tau kalau Clara dan Guy pergi liburan ke Bali memutuskan untuk kembali ke negara asalnya dan bekerja dibawah pimpinan Diamond Sky. Janganlah kalian berpikir bahwa keluarga Feng itu tidak ada apa-apanya. Keluarga Liu memiliki pengaruh yang sangat besar di negeri tirai bambu bahkan sejak zaman dinasti Han.
Hidup bergelimang harta tidak membuat Feng menjadi besar kepala. Pemuda itu bahkan rela bekerja dibawah pimpinan ketiga pamannya untuk mencari pengalaman.
__ADS_1
Sama seperti Guy, Feng juga anak tunggal. Ayah dan ibunya berharap banyak padanya. Begitu juga dengan sang nenek yang masih hidup.
Mengenal hubungan kekerabatan Clara dengan Feng, nenek Clara dan nenek Feng itu saudara kandung. Keduanya pun masih hidup sampai sekarang dan masih tetap sehat.