
"Cla, kamu nyadar nggak kalau ini hari apa?" Tanya Guy sambil menahan lengan Clara yang hendak masuk ke dalam restoran yang sebenarnya sudah ia sewa.
Clara menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Guy dengan tatapan heran. Sedetik kemudian, gadis itu tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya. "Nggak."
PLETAK!
Guy yang merasa gemas dengan tingkah Clara langsung menyentil dahinya. "Makanya jangan fokus mulu sama kerjaan. Jadi lupa kan sama hari spesial sendiri."
Clara meringis kesakitan. Ia berdecak sebal. "Apaan sih, Guy? Memangnya aku ulang tahun hari ini? Nggak kan!"
NAH ITU DIA!
Rasanya Guy ingin teriak sekencang-kencangnya untuk memberitahu kalau Clara ulang tahun hari ini. Makanya ia berencana membawa Clara ke sini. Meski ujung-ujungnya Clara yang mau ikut sih.
Guy menggelengkan kepalanya. rasa ingin menjadikan Clara sebagai kekasihnya semakin menjadi-jadi. Tanpa berpikir panjang ia langsung menarik lengan Clara dan membawanya masuk ke dalam.
Bola mata Clara langsung membola saat melihat dalam restoran yang sudah ditata sedemikian rupa dengan balon angka bertuliskan 21. Detik itu juga gadis itu langsung ingat kalau ia ulang tahun hari ini.
"Gimana? Kamu suka nggak sama kejutan aku?" Tanya Guy sambil tersenyum manis.
"Lho, Guy? Kapan kamu revisi datang ke sini?" Tanya Clara heran. Bukannya Guy baru saja balik ke Indonesia, ya? Guy hanya menjelaskan kalau ia sudah meminta bantuan pada Amber dan Rey untuk menyiapkan segalanya. Sebelumnya Guy tidak pernah mengeluarkan banyak uang, tapi hari ini ia melakukannya untuk merayakan ulang tahun Clara.
Denting piano mulai terdengar begitu mereka berdua duduk tepat di meja yang paling tengah. Disana sudah menunggu Amber dan Guy yang langsung mengucapkan selamat ulang tahun pada Clara. Bagaimanapun juga mereka berdua adalah sahabat terbaik Clara, makanya mereka berdua tidak boleh terlewatkan begitu saja di momen yang amat spesial ini.
"Kamu jadi kan hari ini?" Tanya Rey berbisik. Amber dan Clara sedang sibuk membicarakan sesuatu sih, jadi mereka berdua tak perlu khawatir.
Guy mengangguk sambil tersenyum tiga jari. Jadi dong, masa' kagak. Percuma juga ia mempelajari cara jitu menembak cewek kalau nggak jadi. Beberapa orang pelayan dengan sigap menghidangkan makanan mewah diatas meja. Tidak hanya itu saja. Rey menyuruh mereka untuk membawakan kue tar coklat yang sudah ia dan Amber siapkan.
"Silahkan tuan dan nona."
Para pelayan lantas pergi meninggalkan mereka setelah semua menu sudah dihidangkan. Clara memuji semuanya, ia sangat tersanjung dengan kejutan yang sudah disiapkan oleh ketiga orang berharga dalam hidupnya. Ia tidak menyangka sih kalau kepulangan Guy akan berakhir seperti ini. Mereka berempat merayakan ulangtahun Clara. Meski tidak dirayakan besar-besaran, tapi Clara sudah merasa sangat bahagia kok.
Meski ia merasa masih ada yang kurang sih. Kurang karena keluarganya tidak ada disini merayakan ulang tahun dirinya yang ke 21 tahun. Clara kita sudah tumbuh dewasa guys!
Setelah mereka selesai makan, Amber dan Rey memberi kode pada Guy lewat isyarat mata. Guy mengangguk mengerti. pemuda itu mengerjakan matanya berkali-kali. Rasa gugup menyelimuti hatinya. ia jadi ragu untuk menembak orang yang selama ini disukainya.
__ADS_1
Guy merogoh saku celananya. Mengeluarkan sebuah kotak perhiasan beludru dari dalamnya. Ia membuka kotak perhiasan itu dan mengambil salah satu cincin. Lalu memasangnya dijari manis.
"Pakai ini." Kata Guy sambil melemparkan satu cincin lagi pada Clara. Clara menangkap cincin itu dan menatapnya dengan tatapan heran.
"Untuk apa ini?" Tanyanya heran.
Guy mengangkat sebelah tangannya yang sudah terpasang cincin. "Bukti kalau kita sepasang kekasih!" Jawab Guy enteng. Kalau kita berada dalam posisi terdesak maka bisa memikirkan solusinya dengan sangat cepat. Otak akan langsung encer nantinya.
"Hah?"
"Ya aku mau ngejadiin kamu sebagai kekasih aku. Nggak mau?"
Amber dan Rey yang menjadi saksi Guy menyatakan cinta pada Clara mengerjapkan mata berkali-kali. Tak habis pikir dengan cara Guy yang luar biasa tidak romantis. Kalah di novel-novel yang selama ini pernah mereka baca.
Clara memutar bola matanya malas. "Nggak mau!" Tolak Clara sambil meletakkan cincin itu diatas meja begitu saja.
π΅ππ€π πππ, π ππππ‘πππ ππππππ πππππ ππ¦π π πππππ π‘πππ πππ¦π’π πππππ . πΏπππ’πππ ππππππ ππππππ‘ππ . Guy mengingat perkataan ayahnya beberapa hari yang lalu. Dan merasa kalau caranya ini lebih romantis. Bukankah Feng bilang itu kemarin?
Dah lah ambyar. Ruangannya sih sudah tepat, cuma caranya saja yang salah dan bisa dikatakan luar biasa tidak romantis. Makanya Clara menolak jadi kekasih Guy, meski dia sebenarnya mau sih. Mungkin belum saatnya mereka berdua pacaran.
πππ, π ππ‘ππππ πππ π ππ·πΎπ ππππ πππ¦π ππππ πππ€ππ π¦πππ πππππ πππππππ πππ‘ππ ππ’ππ’ππ π’ππ‘π’π ππππππ. ππ, πππ€ππ ππππππ π πππππ’ πππππππ‘πππππ π ππππππ π ππ ππππππ π¦πππ ππππ’π ππππ’πππ ππ’ππ’ππππ π‘πππππππ ππππ’ππ’. πΎπππππ‘π ππππππππ πππππ ππππ’π‘π’π ππππ’πππππππ ππππ πππ€ππ ππ’ππ πππππππ πππππ π¦πππ πππππππ πππ‘ππ π’ππ‘π’π πππππ’ππππππππ πππππ πππππ¦π.
πΎππππ’ ππππ πππ¦π ππππππ πππ€ππ ππ‘π’ ππππππ πππ‘π-πππ‘π ππππππ‘ππ πππ π’πππππππ-π’πππππππ ππππππππ, ππππππππππ ππ’π π‘ππ’ ππππ¦ππ πππππ’πππ’πππ ππππ ππππ’ π’ππ‘π’π ππππ¦ππ‘ππππ πππππ πππ. πΆπππ-ππππ ππππ’ πππ π‘ππππππππ ππππππ π‘ππππ ππππππ πππππππ‘ ππππππ‘ππ π‘πππ ππ’π π‘ππ’ ππππππ’πππ ππππππ π‘ππππ-π‘ππππππ, ππππ‘π’π ππ’ππ’, πππ ππππ π ππππππππ¦π. πππππππ¦π, ππππ π¦πππ ππππππ’πππ π’ππ‘π’π ππππππ πππ€ππ πππ πππ‘ππππππ π‘ππππ πππ πππππ‘ππ. "
"ππππππ ππππππ πππππ¦ππ‘πππ πππ‘πππ‘ππππππ πππ πππππππππ π’ππ‘π’π πππππππ πππ πππππ, ππππ πππ¦π ππππππ’πππ π ππππππ πππππππ π‘πππππππ ππ‘ππ’ πππππππ πππππ ππππ π πππ’ππ π’π πππ ππ·πΎπ. π΄ππ ππππ¦ππ π πππππ ππππ ππππππ π¦πππ ππππππ ππππ’π πππππππ ππ πππ‘πππππ‘, ππππ’π ππππππ π πππ’πππ¦π ππππ¦ππππππ ππππππ π‘ππππππ’ ππππ’π ππππππ ππππ-ππππ ππππππππ¦π π πππ, ππ’πππππ¦π πππππππ‘ππππ ππππππ π-ππππππ π π¦πππ πππππ’π ππ πππ πππππ‘ππ π’ππ‘π’π ππππππ.
π΄πππ π‘ππππ ππ’π‘π’π ππππ ππππππ π¦πππ ππππππ ππππ’π, π¦πππ π΄πππ ππ’π‘π’ππππ ππππππ π π‘πππ‘πππ ππππππ ππππππ ππππ’π π¦πππ π πππππ‘ ππππππππππ ππ. π½πππ ππ’ππππππ π€πππ‘π’ 10 πππππ‘, ππππππ’π‘ πππ ππππππ ππππππππ ππ π π‘πππ‘πππ 6 πππππππ ππππππ π‘ππππππ π’ππ‘π’π π΄πππ:
π΄πππππππ ππππ ππππππππ¦π ππ ππ’πππ πππ¦π, ππ’πππ ππ’πππ ππ¦ππ‘π.
__ADS_1
ππππ-π πππππ ππππ ππππππ ππππππ¦π, ππππ πππππ’ π πππππ ππππ π.
π΅π’ππ‘ ππππ π΄πππ π‘πππππππ‘ πππππ ππππ’.
π΅πππ πππ πππ-πππ πππππ πππ ππ πππ π‘ππππ ππππππππππ ππππ’ π ππππππ’π.
πΆπππ‘π ππππ’ π ππ‘πππ ππππππ π’πππ π¦πππ ππππ’ ππππ’πππππ.
πππππππππ ππππππ ππππ ππππππ‘ππ ."
Tanya saja cara terakhir tidak dilakukan Guy dengan baik. Malahan berkesan sama sekali tidak romantis.
Dua referensi itu Author dapat di google. Kalau penasaran liat aja sendiri di Mbah Google pasti ada ππ€£ππ
__ADS_1