
Clara duduk di samping Nicolas yang sejak tadi berkutat dengan laptopnya. Irit bicara, namun sekali mengeluarkan suara, terkadang membuat Clara sakit hati dan tertekan. Tak jarang pula Clara sampai emosi dibuatnya.
...Clarissa Rasandra Wiratama...
Clara mulai bosan, karena acara televisi sama sekali tidak menarik untuk ditontonnya. Kedua orangtuanya memilih untuk istirahat dikamar, sedangkan Raymond jalan-jalan bersama Guy dan Diamond.
Clara ingin pergi ke kamarnya, namun dilarang Nicolas yang membutuhkan bantuannya. "Angky mau Clara bantuin apa, sih?" Tanya Clara.
Yang ditanya tidak segera menjawab. Nicolas menyerahkan laptopnya ke Clara, "Coba kamu masukkan rekap nilai ke laptop Angky, kamu bisa kan?" Katanya kemudian.
...Nicolas Franklin Demasa Wiratama...
Clara mencibir sambil membuka berbagai fitur aplikasi yang ada di laptop Angky Nicolas. Kalau memasukkan rekap nilai mah, siapa aja bila kali!
Namun, sedetik kemudian Clara harus dibuat emosi karena laptop Nicolas menggunakan sistem bahasa Inggris. SISTEM BAHASA INGGRIS!!!
"Angky mau ngerjain Clara atau mau minta tolong, sih? Kok laptopnya pakai Bahasa Inggris, gini?" Tanya Clara penuh emosi.
"Ck, memangnya kenapa sih, kan kamu masih bisa memasukkan rekap nilai ke laptop Angky!"
"Tapi Clara gak tahu ini itunya dimana Ang!" Nada bicara Clara mulai tinggi, "Angky ubah sistem bahasanya atau Clara gak jadi nolong Angky?!"
"Kamu mau mengancam Angky?" Tanya Nicolas sambil menaikkan sebelah alisnya. Bukannya mengubah sistem bahasa menjadi bahasa Indonesia malah ikutan emosi.
"Kalau ada kesempatan kenapa tidak?!" Clara mendongakkan kepalanya dengan angkuh. Pagi ini ia jadi sensian banget karena dapat jatah bulanan.
"Kalau begitu, Angky juga akan mengancam kami juga, dong. Kalau kamu gak mau nolongin Angky, maka Angky akan memberi kamu nilai E di matkul Angky!"
"ANGKY!!!" Clara benar-benar emosi sekarang. Mentang-mentang dosen, Nicolas jadi seenaknya saja membawa-bawa nilai atau urusan kuliah!
"Clara, Nicolas, apa sih yang kalian ributkan dari tadi? Berisik banget!" Tegur Sarah yang muncul bersama Angelo.
"Itu lho Mum, Angky, niatnya mau minta tolong malah ketahuan banget kalau dia mau nyusahin Clara!" Jawab Clara sambil menatap sinis ke arah Nicolas
...Sarah D'angelo Thompson...
__ADS_1
"Iya, iya," Nicolas dengan amat terpaksa segera menyambar laptopnya dan mengubah sistem bahasanya ke bahasa Indonesia. Lalu menyerahkannya ke Clara kembali, "Masukkan rekap nilainya yang benar!" Katanya sebelum beranjak menuju dapur untuk mengambil minuman kaleng.
"Hmm," peringatan Nicolas hanya dibalas deheman kelewat santai oleh Clara. Kalau urusan IT sih, Clara jagonya! Nyombong dikit gak apa-apa kan?
Namun, Clara harus ngedumel gak jelas saat melihat betapa banyaknya rekap nilai yang harus ia salin. Nih paman niat banget buat nyusahin Clara.
"Ini semuanya yang harus Clara masukin, Angky?" Tanya Clara. Kepalanya rasanya mau pecah melihat banyaknya deretan angka yang harus ia masukkan ke dalam laptop.
"Iya." Jawab Nicolas. Singkat. Padat. Dan jelas. Orang itu malah memasang ekspresi wajah yang seolah minta di gibeng.
Clara melirik sinis ke arah Nicolas yang tengah memainkan ponselnya sambil menyesap minuman kalengnya, "Enak, ya yang mainin ponselnya sambil minum ... nah Clara? Mana masih banyak lagi yang harus Clara salin ke laptop!" Gerutunya.
Nicolas menatap Clara sambil menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa, Cla? Menolong orang kan bisa dapat pahala. Yahh, itung-itung buat ngurangin dosa kamu yang luar biasa banyaknya sama Angky!"
Itung-itung buat ngurangin dosa kamu yang luar biasa banyaknya sama Angky ...
Itung-itung ngurangin dosa ...
Cih! Emangnya salah ya kalau Clara melawan setiap perkataan yang diucapkan Nicolas? Emang pada dasarnya Nicolas yang nyebelin banget kok.
Pertama, Nicolas selalu membahas soal nilai bahasa Inggris Clara yang dibawah rata-rata. Kadang gak tahu tempat dan situasi sih.
Ketiga, Nicolas sepertinya niat banget untuk mengajarkan bahasa Inggris pada Clara.
Kalau urusan yang ketiga ini, padahal Sarah dan Angelo sudah mewanti-wanti Nicolas agar ia tidak berusaha mengingatkan kembali Clara akan bahasa Inggris. Sebab, kalau Clara bisa berbahasa Inggris, maka ia akan ingat pada masa lalunya yang sangat-sangat kelam. Lebih kelam dari kata kegelapan.
Kejadian delapan tahun yang lalu menyisakan luka yang amat sangat mendalam di hati dan pikiran mereka sampai kapanpun juga. Karena itulah mereka tidak mau Clara sampai mengingat masa masa lalunya itu.
"Iya Clara emang banyak dosa sama Angky. Lalu, apa kabarnya dengan Angky yang selalu menyusahkan Clara dimana pun juga?" Tanya Clara sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu niat gak sih, nolongin Angky masukkan rekap nilai itu?" Yang ditanya malah balik nanya.
"KAGAKK!"
"Oh ya sudah, padahal itu bisa jadi tambahan nilai buat kamu, lho!"
Lah, kok malah bawa-bawa soal nilai tambahan sih. Kalau itumah, lain lagi ceritanya.
"Serius Angky?" Tanya Clara dengan senyuman yang merekah. Namun senyumannya mendadak luntur saat Nicolas tiba-tiba berkata,
"Bercanda ..."
__ADS_1
Asli, kesal Banget Clara. Rasanya mau nangis darah! Ingatkan Clara untuk membeli sianida besok!
Niatnya Clara mau memaki-maki pamannya yang satu ini, namun urung saat melihat Raymond, Diamond, dan Guy berjalan ke arah mereka. Masing-masing menenteng plastik berisi berbagai macam barang dan makanan. Dah pada pulang dari jalan-jalan, ya ...
Jalan-jalan tapi gak ngajak Clara.
"Kak Clara, liat deh, Ray punya hadiah yang bagus untuk kakak, lho!" Kata Raymond sambil mengosek isi plastiknya, lalu mengeluarkan gulungan kanvas dan menyerahkannya pada Clara.
...Raymond Sea Wiratama...
Clara menerima kanvas itu dengan keheranan. Ia membuka gulungan kanvas itu dan melihat isinya. Gadis itu sangat terkejut saat melihat betapa indahnya lukisan laut itu.
"Kyaaa, Reamond, terimakasih banyak ya, dek!" Clara sangat senang saat melihat lukisan itu. Saking senangnya ia tidak melihat ekspresi wajah Raymond yang kikuk saat ia mengucapkan terimakasih padanya. Diam-diam Raymond menatap Guy yang tampak senang melihat ekspresi wajah Clara.
...Lukisan ini sebenarnya dipesan Guy Ethan, khusus dihadiahkan untuk Clara....
"Aku mau nyimpan lukisan ini dulu, ah!" Kata Clara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Jangan lupa masukkan semua rekap nilai itu, Cla!" Nicolas mengingatkan.
"Ck, iya iya ..." Meski agak kesal, Clara membawa laptop Angky-nya ke kamar.
Setelah Clara tidak ada lagi disana, Nicolas beralih untuk menatap ke arah Diamond Sky, Raymond, dan Guy. "Where did you get the painting? " tanyanya. Sepengetahuan Nicolas, lukisan itu hanya ada di luar negeri.
"Oh, that ... there was exhibit by Diota, so we bought it for Clara. Brother like to be the same sea!" Jawab Nicolas dengan agak terbata. Seperti ada yang berusaha ia sembunyikan dari Nicolas.
"Nothing you need to hide, Raymond. I know that the painting is deliberately booked from the outside of the country, right."
Strike! Tepat sasaran!
"Come on Nicolas, do not question the painting. Tooh, Clara is very happy when it receives!" Tegur Diamond. Ia agak risih dengan sikap Nicolas yang selalu memperhatikan apa yang mereka berikan pada Clara, "After all we did not give anything to make him remember with his past,"
...Diamond Sky Wiratama...
Damn!
__ADS_1