Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 52: Magang di perusahaan Bian


__ADS_3

Sepertinya yang sudah dikatakan kemarin, hari ini Clara melanjutkan jadwal magangnya di perusahaan keluarga Adi. Gadis itu tersenyum kikuk saat memasuki area perkantoran.


Orang-orang yang sudah diberitahu soal kedatangannya yang hendak melanjutkan magang selama beberapa hari tersenyum ramah. Sambutan mereka terasa hangat, berbeda sekali dengan yang Clara dapatkan dari perusahaan keluarganya sendiri.


Karyawan dan karyawati disana pada umumnya bersikap baik setelah tau kalau ia anak kandung Presdir Angelo Juanda Wiratama. Hal itu membuat Clara muak dan memutuskan untuk melanjutkan magangnya di perusahaan milik keluarga Bian Saputra Adi.


Guy sempat kecewa dengan hal ini sih. Padahal ia berharap kekasih hatinya itu satu kantor dengannya. Tapi karena Nicolas sudah memutuskan dan sialnya Diamond juga setuju dengan alasan pekerjaan, makanya ia terpaksa menerimanya dengan berlapang dada.


π‘†π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ 𝐺𝑒𝑦 ... π‘†π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ. πΎπ‘Žπ‘› 𝑙𝑒 π‘šπ‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘˜π‘’π‘‘π‘’π‘šπ‘’ π‘ π‘Žπ‘šπ‘Ž πΆπ‘™π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘’π‘šπ‘Žπ’‰!


Asisten Pak Vian yang melihat kedatangan Clara langsung berjalan menghampirinya. "Dengan mbak Clarissa Rasandra Wiratama?" Tanyaya ramah.


Clara mengangguk sambil ikut tersenyum. "Ya, saya sendiri."


"Saya Mulan Asmara, sekertarisnya Pak Vian. Den Bian meminta saya untuk mengantarkan mbak ke ruangannya." Jelas sekertaris yang bernama Mulan Asmara itu.


Bian?


Dalam hati, Clara penasaran dengan apa yang hendak dikatakan Bian padanya. Ia mengangguk dan mulai berjalan mengikuti sekertaris itu ke ruangan tempat Clara berada.


"Disini mbak, mbak masuk aja." Pinta sekertaris itu. Meski agak ragu Clara mengangguk dan mengetuk pintunya. Lalu masuk ke dalam.


"Permisi ..."


Bian yang sejak tadi tengah menunggu kedatangan pujaan hatinya tersenyum saat melihat Clara masuk ke dalam ruangannya.


"Hai, Cla!" Sapanya. Ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


"Oh, hai!"


"Gak nyangka ya Cla, kamu melanjutkan magang disini. Meski cuma beberapa hari saja sih." Ucap Bian. Ia meminta Clara untuk duduk dikursi yang ada didepannya. Clara menurut.


"Yahh, mau bagaimana lagi, ini semua kan gara-gara Ray. Sahut Clara sambil memasang wajah cemberut. Bian tertawa mendengarnya. Dia sudah diberi tau sama ayahnya apa yang sebenarnya terjadi pada Clara sih.


"Btw, kamu ngapain nyuruh aku ke sini?" Tanya Clara sambil menaikkan sebelah alisnya. Gadis itu menatap Bian dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Bian menghela nafas. Inilah yang selalu ia sukai dari Clara. Tatapannya yang selalu mencerminkan isi hatinya. Kalau dia menatapnya seperti ini tandanya Clara penasaran.


"Gak ngapa-ngapain." Jawabnya sambil tersenyum.


"Idih,"


"Sans aja kali, Cla. Orang aku mau memperlihatkan ruangan kerja kamu, kok." Ucap Bian sambil berdiri dari tempat duduknya. Clara mengangguk. Ia juga berdiri dan mengikuti Bian yang berjalan mendahuluinya.


Bian berhenti tepat di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup rapat. Ia membuka pintunya dan masuk ke dalam. Diikuti oleh Clara.


Clara mengamati ruangan itu dengan tatapan memuja. Keren juga ruangan ini. Mana ada AC-nya lagi.


"Ini nih Cla, ruangan kamu!" Ucap Bian sambil tersenyum ke arah Clara.


Clara membelalakkan matanya. Ia senang saat tahu ruangan ini akan menjadi ruangannya selama ia magang disini. Mana rasanya nyaman banget disini.


"Terimakasih!"


"Sama-sama. Oh iya, kalau kamu butuh apa-apa panggil saja aku. Ruangan ku kan ada disebelah ruangan ini."


Clara duduk di kursinya dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Tadi pas berangkat Nicolas sempat mengatakan apa-apa saja yang harus ia kerjakan di perusahaan ini.


Saat jam istirahat, Bian datang menghampiri Clara dan mengajaknya untuk pergi ke kantin. Berhubung Clara lapar dan belum tahu dimana letak kantin, makanya ia iyain aja ajakan Bian.


Orang-orang yang melihat mereka menyapa sambil tersenyum ramah. "Bian, letak pantry di kantor ini ada dimana, ya?" Tanya Clara pada Bian yang berjalan mendahuluinya.


"Oh, tempatnya nggak jauh dari kantin kok. Kalau kamu perlu apa-apa telepon saja nomor Office." Jawab Bian sambil melirik ke arah Clara yang berjalan dibelakangnya. Ia yakin sekali. Clara pasti akan kaget nantinya.


Bian dan Clara duduk di meja paling tengah. Clara sebenarnya menolak untuk duduk disana sih, tapi karena Bian memaksanya makanya ia kembali mengiyain aja. Apalagi sudah tidak ada tempat kosong yang bisa mereka duduki selain di meja paling tengah.


"Mau pesan apa, Cla?" Tanya Bian sambil menatap ke arah Clara yang sedang memainkan ponselnya.


Clara melirik ke arah Bian sekilas, "Samakan saja dengan kamu." Ucapnya sambil tersenyum manis. Ia bingung mau memilih makanan apa. Asalkan enak dan bisa dimakan itu sudah cukup kok.


Bian mengangguk. Ia senang saat Clara memintanya untuk menyamakan pesanan mereka berdua. Ia memesan beberapa makanan yang menurutnya paling enak di kantor ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pesanan mereka berdua pun datang. Mereka makan dengan lahap. Disela-sela makan, Clara teringat sesuatu. "Oh iya, mereka berdua apa kabarnya?" Tanya Clara sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Mereka?" Tanya Bian cengo.


"Bryan dan Paula. Mereka berdua pun magang disini."


Mendengar pertanyaan yang tak disangka itu, Bian buru-buru minum karena nyaris tersedak makanan yang belum ditelannya.


"Oh mereka ya, sebenarnya mereka berdua ditempatkan dibagian karyawan atau karyawati seperti anak magang pada umumnya sih."


"Lalu?"


"Yaa ... Karena mereka berdua nggak begitu becus mengoperasikan komputer, makanya mereka terpaksa ditempatkan dibagian Office."


Clara membulatkan matanya saat mendengar hal itu. Sepertinya dugaan Bian sebelumnya tepat. Ia sudah menduga kalau Clara akan terkejut saat mendapat kabar kalau Bryan dan Paula ditempatkan dibagian Office.


"Aku minta maaf, ya?" Ucap Bian. Ia takut kalau Clara akan marah dan kecewa tanpa alasan yang jelas.


"Kenapa harus minta maaf? Kamu nggak punya salah apa pun kok. Mereka kan nggak begitu bisa mengoperasikan komputer, jadi wajar dong kalau mereka ditempatkan di bagian office. Tapi yaa nggak seterusnya mereka ditempatkan dibagian Office sih. Mereka kan anak magang yang sama seperti kita." Jelas Clara. Ia sebenarnya agak kasian juga pada mereka berdua, sih.


"Oh iya, Cla. Kamu sudah memutuskan mau ngapain setelah lulus kuliah?" Tanya Bian.


Clara menggelengkan kepalanya sambil cengengesan tidak jelas. "Nggak tau juga sih, nurut sama orang tua."


"Kalau orang tua kamu bilang kalau kamu langsung nikah setelah lulus kuliah gimana?"


Clara mendelik saat mendengar pertanyaan Bian yang ia anggap ngaco itu. "Enak aja. Yang ada aku pengen jadi wanita karir dulu kali. Kalau sudah matang baru mikirin soal nikah!"


"Jangan terlalu matang, Cla. Gak baik. Entar jadi perawan tua tau rasa."


"Doa kamu, Bian. Nggak lucu banget."


"Bercanda elah, Cla."


"Nggak lucu."

__ADS_1


Bian menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melihat ke arah Clara yang melanjutkan acara makannya. Apa-apaan ia tadi? Kenapa rasanya Bian ingin meminang Clara saat ini juga, ya?


__ADS_2