
"Daddy dan Mummy jadi balik ke Amerika?" Tanya Clara saat melihat Mummy-nya memasukkan pakaian ke dalam koper.
Sarah tersenyum, "jadi dong. Kan pekerjaan disana masih banyak!" Jawabnya.
"Yaah, padahal Clara kan masih kangen sama Daddy dan Mummy." Ucapnya dengan bibir yang sudah mengerucut. Aaaa gemesnya, jadi pengen tabok.
"Kangen gimana? Mummy sama Daddy kan sudah lama pulang ke Indonesia. Jadi kita mesti balik ke Amerika."
Clara mendengus kesal. Apa-apa Amerika, apa-apa Amerika. Kapan majunya nanti? Iya sih Daddy dan Mummy-nya sudah dua bulan lebih pulang ke Indonesia. Tapi kan dia baru bersama mereka beberapa Minggu saja!
Melihat anaknya cemberut gitu, Sarah pun berjalan menghampirinya. Diusapnya puncak kepala Clara dengan penuh kasih sayang.
"Selama kami pergi, kamu yang nurut ya sama Angky dan Ommy. Jangan bandel kayak kemarin. Kamu tahu kan kamu dan Raymond mewarisi darah langka dari Daddy? Jadi kamu jaga diri kamu baik-baik, ya? Mummy sama Daddy sayang sama kalian berdua." Sarah mengecup pipi Clara dan meminta anaknya itu untuk tidur dikamarnya karena ini sudah larut malam.
Clara menurut. Ia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam. Angelo sudah menidurkan Raymond tadi. Jadi ia tidak perlu susah-susah mengusap rambut pirang adiknya.
Seperti anak kecil memang. Tapi apa boleh buat kan? Namanya juga kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Raymond terbiasa tidur dengan kepala diusap, jadi mereka semua terbiasa mengusap rambutnya.
Clara merebahkan tubuhnya dikasur. Matanya terpejam sambil tersenyum menjemput mimpi. Semoga bermimpi indah.
Zzzzzzzzzzzzz
"Clarissa? Clarissa?"
Clara membuka matanya saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ia mengusap-usap matanya yang masih agak lengket. Dan betapa terkejutnya ia saat sudah berada di dunia mirip negeri dongeng.
Didepannya sudah berdiri seorang putri cantik yang memiliki rambut kuning (read: pirang) yang sama dengan rambut miliknya.
"Apa kamu baik-baik saja, Clarissa?" Tanya putri itu. Seorang putri yang tak lain dan tak bukan adalah putri berambut pirang.
Jadi ceritanya, setelah penerjemah bahasa untuk putri berambut pirang tewas, para pengawal menemukan sosok putri Clarissa yang juga terkena kutukan seperti putri berambut pirang yang aslinya bernama Esmeralda Ester.
__ADS_1
Karena bahasan kutukannya sama dengan putri berambut pirang, mereka akhirnya membawa Clara ke istana untuk dijadikan teman bermain putri Esmeralda.
Nah benar saja, baru saja mereka berdua bertemu. Putri Clarissa dengan putri Esmeralda langsung akrab begitu saja. Seolah mereka memang ditakdirkan untuk bertemu. Semua terjadi secara alami, seolah menghirup udara.
Dan saat sedang bermain bersama, tiba-tiba putri Clarissa jatuh tergelincir dan pingsan.
TOKOH UTAMA KITA JADI PUTRI, GUYS! MANA PUTRI NEGERI DONGENG LAGI!!!
"Esmeralda ...?"
Putri Clarissa atau Clarissa bangkit dari rebahannya dibantu oleh putri Esmeralda atau Esmeralda. Clara meringis saat merasakan kepalanya terasa sakit.
"Kepalaku ..." Lirihnya.
"Tadi sempat membentur batu, maaf ..." Cicit Esmeralda. Ia menundukkan kepalanya karena merasa telah melukai teman bermainnya. Padahal kan itu sebuah ketidaksengajaan.
"Esmeralda?!" Panggil seseorang yang baru masuk ke dalam kamar yang disediakan untuk Clarissa. Itu dia pangeran berambut hitam yang memiliki nama lengkap Atalanta Dean McDermott.
Lah, kok putri berambut pirang dengan putri berambut pirang disini berbeda dengan yang dilihat Clarissa tahun lalu, ya?
Dan lagi, sosok didepannya ini merupakan sosok yang ada dimimpinya, bukan sosok yang ada di penglihatan Clara. Ini kok bisa kayak gini, ya?
Dan satu lagi penglihatan Clara saat ia dan pangerannya sedang menaiki kuda. Waktu ada suara penyihir berambut hitam yang mengatakan sesuatu tentang usaha yang sia-sia. Lalu pangerannya bilang kalau apapun yang terjadi dia akan melepaskan kutukan yang melekat pada Clara.
Hmm, apa jangan-jangan ... Selain menjadi tokoh utama di dunia nyata, Clara juga menjadi putri berambut pirang yang mengalami kutukan yang sama dengan Esmeralda? Berarti ada dua orang putri berambut pirang yang kena kutukan dong?
Wahh, sangar juga penyihir itu.
"Pangeran Dean?" Panggil Esmeralda.
"Esmeralda, I heard you fell and hit a rock, didn't you?"" Tanya Dean sambil memegang tangan putri Esmeralda dengan cemasnya.
__ADS_1
"Bukan aku yang jatuh kok, tapi teman ku, Putri Clarissa." Jawab putri Esmeralda dengan wajah yang merona. Ia sudah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Dean dan yang lainnya. Juga sebaliknya.
Clarissa yang dinegeri dongeng memalingkan wajahnya. Ia iri melihat kedekatan pangeran Dean dan putri Esmeralda. betapa bahagianya mereka berdua. Lalu, apa kabarnya dengan dirinya? Bahkan pangeran berambut hitam pujaan hatinya tidak tampak batang hidungnya.
Saat menolehkan mukanya, ia amat sangat terkejut melihat seorang pangeran tampan berambut hitam yang menggantikan posisi Pangeran Dean dan Putri Esmeralda.
"Pangeran Cool Guy ...?" Lirih Clarissa menyebut nama Pangeran yang menjadi kekasih hatinya itu.
"Do you find worrying other people so much fun?" Tanya Cool Guy sambil menatap Clarissa dengan tatapan sinis. Ia berkata dengan begitu dinginnya sampai-sampai putri Clarissa merasa kalau Pangeran Cool Guy itu orang lain.
"You fell and hit a rock. You should have been more careful while I wasn't by your side.You make me very worried, daughter Clarissa. Luckily your condition is fine. otherwise I don't know what will happen next. Are you so happy to have friends that you don't care about your own condition?You should think about yourself first before thinking about others!" Nasihat Pangeran Cool Guy.
Putri Clarissa menundukkan kepalanya. Ia tidak menyangka kalau pangeran Cool Guy akan memikirkan kondisinya seperti ini. Ia pikir Pangeran Cool Guy tidak peduli lagi padanya.
"Maafkan aku ..." Ucapnya sambil menatap Pangeran Cool Guy dengan mata berkaca-kaca. Pangeran Cool Guy mengalihkan perhatiannya ke tempat lain. Ia lemah sekali kalau dipandangi seperti itu oleh pujaan hatinya.
"Well never mind. Promise not to do it again. Do you understand?"
"Iya ..."
*****
"Kakak!"
Raymond menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya agar lekas bangun. Hari ini hari Minggu. Rencananya mereka berempat mau mengantarkan Angelo dan Sarah ke Bandara.
Seperti yang sudah dikatakan kemarin, Angelo dan Sarah kembali ke Amerika untuk menyelesaikan pekerjaan disana setelah memastikan kondisi Clara baik-baik saja.
Segala macam wejangan tak henti-hentinya disampaikan oleh Angelo dan Sarah pada keluarganya. Terutama menasihati Clara yang agak bandel dan pelawan sama Nicolas.
Clara yang dinasihat seperti itu menganggukkan kepalanya. Entah ia akan mematuhinya atau tidak.
__ADS_1
Clara dan Raymond melambaikan tangannya saat Angelo dan Sarah masuk ke dalam pesawat ekslusif. Hahhh, pasti Clara akan sibuk kembali. Baru juga sembuh. Tapi mau bagaimana lagi.
Tidak ada gunanya memikirkan. Asalkan kita jalani itu sudah cukup.