Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 29: Makalah, Aliando, dan Bahtera


__ADS_3

"Kalian lagi ngapain?" Tanya Clara yang duduk disebelah Amber. Sedangkan Rey duduk di sebelah Guy. Posisinya sekarang ada di dalam kelas.


Amber menatap Clara, lalu kembali sibuk dengan laptopnya. "Membuat tugas, Cla!"


Tugas? Perasaan gak ada deh. Pas Clara nanya di grub bilangnya kagak ada, terus sekarang kenapa bisa ada?


Clara melirik makalah yang ada di atas meja Amber. Ia pinjam sebentar dan melihat isinya. "Makalah apa nih?"


Amber mencubit pipi Clara dengan gemasnya. "Tugasnya dosen  Bahtera."


"Oh," Clara mengangguk. Seketika ia teringat sesuatu. "HAH?!"


Untung Clara sempat membuatnya beberapa hari yang lalu. Ia juga sudah memprin tugas itu. Tapi bentar deh. Kok kayaknya Clara kelupaan sesuatu, ya?


Clara memeriksa isi tasnya dan mencari makalahnya. Gak ketemu. Clara bertambah panik. Pasalnya nih tugas harus dikumpulkan sekarang juga. Meski gak separah Nicolas, dosen Bahtera yang memiliki nama lengkap Atalanta Bahtera Jaya ini punya sifat tegas dan gak suka sama mahasiswanya yang tidak tepat waktu.


"Kamu kenapa CLA? Kok kayaknya panik gitu?" Tanya Bian yang sejak tadi memperhatikan Clara.


"MAKALAH GUE!!!" Teriak Clara histeris. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas. Tujuan utamanya sekarang adalah loker. Mana tahu Clara menyimpan tugasnya di sana.



Kalau kagak ada tuh tugas bisa-bisa Clara tidak naik kelas.  Jadi mahasiswa semester lima abadi gitu? Ogah!


Ditengah pelajaran, semua mahasiswa baru pada ngeliatin Clara aneh. Gadis itu baru sadar kalau dirinya gak pakai sepatu dan hanya pakai kaos kaki.


Nggak apa-apa. Clara ratu kampus, jadi tidak usah malu. Ia menelusuri koridor kayak orang kesetanan. Dua puluh menit lagi kelas akan dimulai dan Clara belum sampai ditangga utama menuju loker. Waktu Clara belok, ia tidak sengaja menabrak seseorang. Clara merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Ia tersenyum kikuk, "Maaf kak, Clara gak sengaja!"


Cowok itu mengangguk. Ia mengulurkan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya membawa beberapa buah buku tebal.  "Santai aja. Kenalin, nama gue Aldiano Kaliandra!"



Clara menatap cowok itu sekilas sebelum akhirnya menjabat tangannya. Kayaknya ia kenal sama cowok itu deh. Tapi siapa, ya?


"EHEM!" Seseorang berdehem keras dibelakang. Sontak Clara dan Aldiano menoleh ke sumber suara.


Pak Bahtera.


Clara menelan ludah kasar. Pak Bahtera berdiri ditengah-tengah. Bahtera ini merupakan teman dekat Nicolas sejak SMA. "Ini kampus, jangan pacaran apalagi pegang-pegang tangan seperti itu!"


Pak Bahtera melihat sinis ke arah tangan Clara yang masih menjabat tangan Aldiano. Dengan cepat gadis itu menarik tangannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu, pak!" Ujar Aldiano. Ia berjalan menuju ruang dekan.


Sekarang tinggal Clara dengan Pak Bahtera. Gadis itu hanya bisa berdoa dalam hati karena pak Bahtera menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kamu mau kemana?" Tanya Pak Bahtera dengan suara berat.


Clara menundukkan kepalanya dan menggeleng, "Saya mau melihat makalah saya di loker, Pak!"


"Sepuluh menit lagi kelas saya dimulai!" Bahtera melirik jam tangannya yang melingkar dipergelangan tangan kiri.

__ADS_1



"I, iya Pak, sebentar lagi, Pak!" Aduh Clara, Clara. Ngomong kayak gitu aja susah amat.


"Cepetan. Saya tidak suka sama mahasiswi yang tidak disiplin waktu!"


"I, iya!" Clara mengangguk.


*****


"Ada nggak makalahnya?" Tanya Amber.


Clara hanya menggelengkan kepalanya dengan lesu. Ia sudah mengobrak-abrik isi lokernya tapi makalahnya gak ketemu. Besar kemungkinan kalau makalahnya ketinggalan dirumah.


"Tugasnya dikumpulkan!" Kata Bahtera yang membuat semua mahasiswa mengambil makalah dari dalam tas masing-masing.


"Kamu nggak mengumpulkan tugas, CLA?" Tanya Bian heran. Akhir-akhir ini ia makin perhatian sama Clara.



"Punya gue ketinggalan, An!" Jawab Clara hampir menangis. Pasalnya tugas itu ia buat sendiri tanpa bantuan Nicolas sama sekali. Apalagi makalahnya sudah lama.


"Ada yang belum mengumpulkan?" Tanya Bahtera terdengar ke segala penjuru ruangan yang membuat suasana kelas menjadi sepi dan sunyi.


Apakah ini yang dinamakan dengan Sapi, eh sepi?


Clara mengangkat tangannya dengan perasaan takut. "Sa, saya pak!"


Tuh kan! Mana Pak Bahtera melihat Clara dengan tatapan tajam lagi. "Makanya tuh otak dibersihkan, jangan pacaran saja kerjaannya!" Sindirnya kurang ajar.


"Enak aja kalau bapak ngomong! Saya gak punya pacar ya!" Tegas Clara.


"Yahh, kamu cantik, tapi gak laku!" Kata Pak Bahtera yang membuat Clara mendelik kesal. Ingin rasanya ia mencakar wajah dosennya itu kalau gak sayang nilai.


"Hi both of you. This is a campus, not a courtroom. If you want to debate, then just after class is over!" Tegur Nicolas yang tahu-tahu sudah masuk ke dalam kelas Clara. Ia mengenakan setelan jas rapi, mungkin mau pergi ke kantor. Bakalan melihat live action menarik nih.



"Shut up. You didn't see your nephew didn't collect my coursework!"


Nicolas menatap Clara sekilas, "Oh, he has a girlfriend next time!"


"Sembarangan aja kalau ngomong! Mentang-mentang Clara masih jomblo malah diketawain!" Sembur Clara. Kalau sudah begini ia tidak akan takut sama mereka berdua. Ingat kan kalau Clara punya sifat tak mau kalah?


Bahtera dan Nicolas saling pandang satu sama lain. Lalu tertawa terbahak-bahak. Gak jelas emang nih dosen. Dimana letak kekillerannya coba??


"By the way, what are you doing here? You can't see what I'm teaching here!" Tegur Bahtera sambil menatap Nicolas dengan tatapan pura-pura marah.


Kalau dua orang ini ketemu, alamat sama-sama nggak ngajar ntar!


"take it easy, Ark. I'm just here to give my niece's paper that I left at home!" Jawab Nicolas. Ia menghampiri Clara dan menyerahkan makalah yang ia maksud. Lalu keluar kelas.

__ADS_1


Selamat.


*****


"Hai, CLA!" Suara itu dari belakang Clara. Sontak semua yang ada di meja menoleh kompak. Saat ini mereka sedang duduk di kantin kampus.


"Eh?" Jawab Clara kaget, "Ehm, yang tadi gue tabrak ya?" Clara itu susah banget mengingat nama orang, sedangkan wajah, ia hapal betul kalau itu orang yang sempat ditabrak Clara.


Cowok itu mengangguk, "Aldiano kalau Lo lupa!"


Clara meringis tidak enak hati. "Gak apa-apa, lama-lama juga Lo bakal hapal sama nama gue!" Dia tersenyum ramah sama anak-anak sekitar, "kalau begitu gue pesan makanan dulu, bye!"


Clara tersenyum. "Iya!"


Sahabat dan teman-teman Clara jadi heboh. Mereka semua pada menatap Clara dengan tatapan horor. Clara yang melihat itu hanya mengangkat sebelah alisnya heran.


"Kak Aldiano Kaliandra?" Tanya Amber.


Clara mengangguk sambil menyeruput minumannya. "Kamu kenal?"


Amber mengangguk mantap. "Kenallah! Di kampus ini gak ada yang nggak kenal sama dia!" - kecuali Clara.



"Hah?!"


"Dia ketua organisasi kampus, kali CLA." Jangan lupakan Bian yang aktif di organisasi. Jadi wajar saja kalau ia kenal sama Aldiano.


Paula berdecak kagum, "Aldiano is so handsome!"


Mata Clara yang sejak tadi fokus sama makanan dan minuman yang ada dihadapannya jadi beralih ke Paula. "Kamu juga kenal?"


"Yes you know! He's the son of the rector of this campus. If I'm not mistaken, he is a law student.Moreover, his appearance is very handsome, so it's only natural that his contemporaries all like him!" Bahkan Paula yang masih tergolong mahasiswa baru kenal sama Aldiano. Masa' Clara enggak?



"Kamu kok bisa kenal sama kak Aliando?" Tanya Reynaldy.


Yang membuat Clara heran, kenapa Rey memanggil Aldiano dengan sebutan kak?


Clara mengangguk. "Kenal. Waktu itu aku nggak sengaja menabrak bahunya. Btw, kok Lo panggil Aldiano dengan sebutan kak sih?"


"Pertama, dia kakak tingkat. Kedua, dia senior kita!"



Mata Clara membola, "lah?"


"Mantan raja dan ratu kampus. Kan dia yang megang organisasi!"


Sehebat itu kah?

__ADS_1


Soal ganteng, Clara akui Aliando lebih ganteng dari pada Rey dan Guy. Tapi sayangnya, nasibnya tak jauh beda dengan  mereka berdua. Kalah sama kegantengan adik kesayangannya, RaySea. Raymond Sea Wiratama.


Guy memalingkan wajahnya. Entah kenapa ia merasa kalau Aliando itu bisa menjadi saingannya dalam merebut hati Clara, sama seperti yang lainnya. semoga saja dugaannya meleset. "Claire, when the time comes, then you will be mine. completely!" batinnya.


__ADS_2