
Pencarian terhadap Clara pun dilakukan secara menyeluruh. Beberapa kali mereka melewati gubuk tua tempat Clara berada, tapi tidak ada satu orang pun yang berniat untuk memeriksa tempat itu.
Clara, entah karena bosan atau memang masih mengantuk, malah tertidur pulas di dalam pondok tersebut. Ia sama sekali tidak menyadari kalau dirinya sedang di cari kemana-mana.
Zzzzzz zzzzzz
Siang itu, putri berambut pirang tengah bermain bersama hewan-hewan yang ada di kerajaan. Ia mengatakan pada hewan-hewan yang menjadi temannya tentang dua orang tamu berambut pirang. Yang satu laki-laki, dan satunya lagi perempuan. Mereka berdua datang dari kerajaan tetangga bersama ayah mereka yang juga sahabat ayah putri berambut pirang.
Entah dari mana asalnya, tiba-tiba putri berambut pirang mendapatkan bisikan aneh yang tidak diketahui dari mana asalnya.
"Wahai putri berambut pirang yang cantik jelita, berhati-hatilah kamu terhadap dua orang tamu-mu itu. Yang laki-laki jatuh cinta sejak pertama kali melihat mu, sedangkan yang perempuan menyukai pangeran berambut hitam. Kedua orang itu sepertinya hendak memisahkan mu dari pangeran berambut hitam. Dan lagi, Ayah mereka berdua sepertinya bernafsu ketika melihat mu!" Bisikan itu memperingatkan, "Ingatlah pesanku selalu, putri yang cantik jelita. Jangan sampai kelalaian mu memisahkan kamu dari pangeran berambut hitam!"
Putri berambut pirang menoleh kesana-kemari, berusaha mencari tahu asal suara itu. Namun sayangnya, tidak ada seorangpun manusia yang ada di taman kecuali diri. Aneh. Apa putri berambut pirang mendapatkan bisikan gaib, ya? (memang iya!)
Seorang pelayan datang menghampiri putri berambut pirang dan memberi hormat, "Princess, King looking for you since! You too long to be alone here, daughter! " Kata pelayan itu dengan penuh takzim.
Putri berambut pirang hanya menatap pelayan itu sekilas. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan pelayan itu padanya. Ah ~ rasanya sudah lama sekali Putri berambut pirang menyendiri di sini. Pasti orang-orang di istana mencarinya.
Putri berambut pirang bangkit dari tempat duduknya. Ia menepuk-nepuk gaunnya sebentar dan melangkahkan kakinya menuju ke istana diikuti oleh pelayannya.
Sesampainya di istana, ia disambut oleh raja dan dua orang tamunya. Tamu perempuan berambut pirang mencibir saat melihat kedatangan putri berambut pirang. Sepertinya ia tidak suka melihat putri berambut pirang yang lebih cantik daripada dirinya.
Sementara itu, tamu laki-laki berambut pirang tampak terpesona melihat putri berambut pirang yang memiliki wajah cantik dan manis.
"You're from anywhere, my daughter?" Tanya raja, ia sangat mencemaskan keadaan putrinya yang telah dikutuk penyihir berambut hitam dengan sangat keji. Kutukan tersebut ialah, putri tidak bisa berkomunikasi dengan bahasanya sendiri atau bahkan mengerti. Bahasanya amat berbeda dari semua orang yang ada di negeri itu. Ia bahkan tidak mengerti apa yang dikatakan orang-orang padanya.
Putri berambut pirang menatap ayahnya dengan tatapan kosong. Apa yang mau dikatakan sang ayah padanya setelah nasib buruk yang telah menimpanya?
Raja seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya. Ia segera memanggil seorang penerjemah bahasa yang sengaja ia datangkan dari negeri seberang untuk menjadi perantara putri berambut pirang berkomunikasi.
"Ask my daughter, the language of the language translator, from anywhere." Pinta raja.
"All right, Your Majesty King!" Penerjemah bahasa itu menghadap ke putri berambut pirang yang masih saja berdiam diri seperti orang yang bisu, "Anda dari mana saja, tuan putri?" Tanya penerjemah bahasa itu pada Putri berambut pirang.
Mendengar penerjemah bahasa itu menggunakan bahasa yang sama dengannya, putri berambut pirang itu tampak kaget sekaligus senang. Ia tidak menyangka kalau ada orang yang bisa berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa yang sama.
"A, aku, aku dari taman ... Wahai bibi yang bisa berkomunikasi denganku!' kata putri berambut pirang dengan agak terbata.
"Jangan gugup tuan putri berambut pirang, di tempat asalku memang menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa mu saat ini, kok!"
__ADS_1
"Apa anda juga dikutuk?" Tanya putri berambut pirang hati-hati. Ia bisa berbahasa seperti itu karena dikutuk oleh penyihir berambut hitam.
Untuk sesaat, penerjemah bahasa itu tertegun sejeak. Ia tidak menyangka kalau putri akan bertanya seperti itu padanya. "Tentu saja tidak, putri yang cantik jelita. Itu memang bahasa persatuan yang ada di negera saya. Mungkin penyihir yang mengutuk anda itu berasal dari negeriku!"
""What do my daughter asked, language translator?" Tanya raja. Dalam hati, ia merasa senang karena putrinya bisa akrab secepat itu dengan penerjemah bahasa.
"Ah, that, the blond daughter did go to the palace park, the king!" Jawab penerjemah itu.
Sebuah senyuman terukir jelas di bibir raja. Ia harap, dengan adanya penerjemah bahasa ia dan putrinya bisa berkomunikasi dengan baik.
"Thank you for being a language translator for me and my daughter, Opportiate the language translator ..." ucap raja dengan sepenuh hati.
"This is an honor for me, the noble King! "
Raja menepuk-nepuk pundak penerjemah bahasa itu, lalu masuk ke dalam istana beserta yang lain. Ia sama sekali tidak memperhatikan bahwa ada orang-orang yang tidak suka dengan putri berambut. Orang-orang itu sama sekali tidak senang kalau raja menemukan orang uhtuk menjadi penghubung antara ia dan putrinya.
Seperti yang telah di duga oleh raja, keberadaan penerjemah bahasa itu sangat bermanfaat bagi mereka semua. Selain bisa berkomunikasi dengan putri, penerjemah bahasa itu bisa menjadi teman ngobrol yang baik untuk tuan putri.
"Kamu tahu, sejak aku di kutuk, aku selalu merasa terasingkan sendiri, lho!" Kata putri berambut pirang pada si penerjemah bahasa, "Aku merasa Ayahanda tidak lagi mempedulikan ku, makanya aku selalu menyendiri di sini!" Kata putri berambut pirang.
Setelah dua bulan bersama, ia sudah mulai bisa mengungkapkan isi hatinya pada si penerjemah bahasa. "Aku ....juga tidak bisa berkomunikasi dengan pangeran berambut hitam ..." Raut wajah putri berambut pirang yang semula ceria berubah mendung seketika saat putri menyebut nama Pangeran berambut hitam.
Putri berambut pirang melihat ke arah penerjemah bahasa itu. Ia menyunggingkan senyum tipis. "Terima kasih ya, penerjemah bahasa ... Berkat mu aku bisa berkomunikasi dengan semua orang ..." Ucap Putri Berambut Pirang dengan senyum sepenuh hati.
Entah dari mana asalnya, suara penyihir berambut hitam kembali terdengar oleh Tuan Putri berambut pirang.
"Sia-sia saja, putri berambut pirang ... kau tetap tidak bisa berkomunikasi dengan pangeran menggunakan bahasa yang sama meski ada penerjemah bahasa itu ... kutukan ku masih belum lenyap!"
Putri berambut pirang mengusap sisa-sisa air matanya dan bangkit dari duduknya. "Kamu, apa kamu belum puas menjadikan ku seperti ini?" Tanya putri berambut pirang dengan lantangnya.
"Ya ... Aku belum puas meski penerjemah bahasa mu meregang nyawa sekalipun!"
"Dasar licik!" Maki putri berambut pirang. Disaat yang sama, ia merasa dunianya runtuh sekarang. Kalau boleh jujur, sebenarnya putri berambut pirang ingin sekali berkomunikasi dengan semua orang menggunakan bahasa yang sama. Tapi kenapa hanya bahasanya sendiri yang berbeda?
Setidaknya, putri masih bersyukur karena ada penerjemah bahasa. ia jadi bisa berkomunikasi dengan semua orang meski menggunakan perantara orang lain.
"The daughter of blonde...!" Sebuah suara yang amat familiar di telinga putri berambut pirang mengalun indah bagaikan melodi di telinganya.
Gadis itu menoleh ke sumber suara, benar saja, pangeran berambut hitam tengah berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"I was told by here. So right, yes if you already have a connecting in communicating?! " Tanya pangeran berambut pirang sambil melirik ke arah si penerjemah bahasa.
"True, it is me, the black haired prince ..." Kata si penerjemah bahasa itu dengan penuh takzim.
"Pangeran berambut hitam ..." Putri berambut pirang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan hatinya saat melihat pangeran berambut hitam ada disana. "A, Aku senang anda datang ke sini untuk menemui ku!"
"The daughter is glad you came to see him, the black-haired prince ..."
"Yes ... I'm also happy to meet him ..." Kata pangeran berambut hitam, matanya terus menatap putri berambut pirang yang merona saat melihatnya, astaga .. baru beberapa Minggu ini ia tidak menemui putri berambut pirang sudah seperti berabad-abad saja rasanya, "What did the blonde daughter are fine? "
Penerjemah bahasa itu menanyakan kabar putri berambut pirang. Tak lama kemudian, ia pun berkata, "Yes ... I think the blonde daughter is fine ... "
Pangeran berambut hitam tersenyum simpul. Berkat adanya penerjemah bahasa, ia dan Putri bisa berbicara banyak hal. Ia sangat senang. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena sebuah anak panah tiba-tiba melesat ke arah putri berambut pirang.
Penerjemah Bahasa yang melihat itu langsung menyelematkan putri bermbut pirang meski ia harus merelakan anak panah itu menembus jantungnya.
Kejadian itu begitu cepat. Penerjemah bahasa itupun langsung tewas ditempat. Mendapati penerjemah bahasanya tewas setelah menyelamatkan nyawanya, putri berambut pirang pun menangis histeris.
Para prajurit yang mendengar suara itu langsung berhamburan datang ke tempat kejadian.
"Quickly search for the shooter's! The lives of the master is being targeted!" Pinta pangeran berambut hitam. Ia sangat geram penerjemah bahasa tuan putrinya tewas, da ia bertambah geram saat mengetahui fakta kalau nyawa kekasih hatinya sedang diincar meski ia ada di dekatnya.
Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan, namun sayang, pelaku penembak anak panah itu tidak ditemukan dimana pun.
*****
"Hiks ...!"
Clara menangis dibawah alam sadarnya saat melihat penerjemah bahasa itu tewas karena menyelamatkan putri berambut pirang yang sedang diincar.
Karena tidak tahan lagi, Clara akhirnya terbangun dari tidur panjangnya. Rupanya Clara terbangun saat membaca buku novel serian buatan Mummy-nya.
Sudah lama sekali Clara berada di sini. Di luar pun sudah larut malam. Sudah waktunya untuk pulang, Clara. Begitu pikirnya. Clara pun merapikan pakaiannya yang tampak lusuh. Gadis itupun keluar dari dalam pondok dan mendapati kalau hari sudah larut malam.
Baru beberapa meter Clara berjalan menjauhi pondok, ia merasa sebuah tangan menyentuh pundaknya dari belakang. Clara tersentak kaget.
"Clara!"
Suara itu ...
__ADS_1
"Guy!"