Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 68: Menampakkan diri


__ADS_3

Lagi dan lagi. Sudah dua kali mereka menyusun rencana untuk mencelakai Clara tapi gagal semua. Selalu saja ada orang-orang yang melindungi gadis itu. Jessica tidak bisa lagi membendung amarah yang sudah bercampur dengan kekesalan yang tiada tara.


Dengan penuh emosi gadis itu membuang barang-barang yang ada di atas meja sambil berteriak keras. "Aaarrrggghhh, why the hell are there people protecting that damn girl? Because of them all our plans failed!"


Rebecca yang melihat kakaknya marah hanya bisa diam ditempat. Wanita itu ngeri juga saat melihat kakaknya sudah terbawa emosi. Hanya saja ia harus mengatakan sesuatu pada kakaknya.


"Sis, sister ..." Panggilannya. Jessica menoleh ke arah Rebecca dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Shut up, Rebecca... You must be incompetent with our plan, right?" Tuduh Jessica.


Rebecca tersentak kaget. Bagaimana bisa kakaknya itu menuduh dirinya tidak serius menjalankan semua rencana yang sudah mereka susun. Demi menjalankan aksi balas dendam kakaknya, ia rela menjadi kaki tangannya. Tapi kenapa dia bisa berkata seperti itu pada dirinya, ya?


Jessica memijit batang hidungnya. "Angelo and Sarah have returned to Indonesia. Not only that, even Diamond and Nicolas too. Somehow else so that he can remember his past if all his protectors are actually everyone went home."


"You take it easy, baby. I am here!" Ucap suara bariton seseorang yang sangat dikenal Jessica maupun Rebecca. Keduanya menoleh ke sumber suara. "CAREL!"


*****


"Mau kemana?" Tanya Clara saat mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil. Sebelah tangannya menggenggam erat tangan sang adik.


Raymond sama sekali tak menjawab pertanyaannya. Sepertinya anak itu sedang larut dalam pikirannya saat menatap jalanan yang cukup sepi. Tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang pagi ini.


"Ray?" Panggil Clara pada Raymond yang masih tidak bergeming. "Raymond, hei?" Clara meremas tangan adiknya yang dingin.


Raymond akhirnya menoleh dan menatap kakaknya dengan tatapan bingung. "Kenapa, kak?"


"Kamu lagi mikirin apa sih dek? Huh?"

__ADS_1


Raymond menggeleng sebagai jawaban. Clara menghela nafas panjang. Tadi Raymond merengek-rengek minta diantar pergi nyari angin. Lah, sekarang kenapa tuh bocah bengong kayak gini, ya? Aneh.


"Kita ke mall aja ya? Sekalian sarapan. Kita berdua kan belum sempat sarapan." Usul Clara yang diangguki oleh Raymond.


Mana sempat mereka sarapan kalau Raymond ngotot mau jalan-jalan sekarang?


Sesampainya di sebuah mall, Clara dan Raymond kembali berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju salah satu restoran yang ada disana.


Sesampainya di restoran yang menurutnya paling enak, Clara langsung duduk dimeja paling pojok sambil memesan makanan.  Sedangkan Raymond meminta izin untuk pergi ke toilet.


Setelah selesai memesan makanan untuk mereka berdua, Clara menunggunya beberapa saat sebelum nanti di antarkan oleh pelayan. Gadis cantik yang saat ini merasa bosan sekali itu menjelajah kan matanya ke sekitar ruangan. Tanpa sengaja gadis itu melihat seorang pria yang seperti sedang memperhatikannya dari kejauhan.


Sebuah ide terlintas di kepala Clara. Dulu ia pernah membaca trik otak terbaik yang isinya: 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝒉𝑎𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑢, 𝑙𝑖𝑎𝑡 𝑗𝑎𝑚 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑢𝑟𝑎-𝑝𝑢𝑟𝑎 𝑚𝑒𝑙𝑖𝒉𝑎𝑡 𝑗𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔. 𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝒉𝑎𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑚 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝒉𝑎𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑢.


Berbekal trik otak itu, Clara pun melihat jam tangannya. Tak disangka, pria yang seperti mengawasi Clara dari kejauhan itu juga memperhatikan jam tangannya. Clara membelalakkan mata. Rupanya ia sedang diperhatikan oleh orang asing, ya?


Rasa takut dan cemas tiba-tiba menyelimuti Clara saat pria asing itu mendekat kearahnya dan duduk di meja sebelah. Gadis itu menatap ke sekeliling, mencoba mencari keberadaan Raymond yang belum kembali dari toilet.


Clara tertekan hingga sentuhan disertai belaian menjijikkan dilengannya membuat Clara menjerit.


"Kyaaaaa." Clara berteriak sambil menyiramkan segelas air putih ke wajah pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Aksi Clara membuat para pengunjung restoran itu menatap langsung ke arahnya.


"Kau siapa hah? Berani sekali kau menyentuh lenganku!" Bentak Clara dengan mata yang berkilat-kilat marah. Menyeramkan. Orang-orang yang melihat tatapan Clara bergidik ngeri.


"Ka, kau tidak ingat dengan ku? Aku guru mu. Carel Ans Rory." Pria itu mengenalkan diri sambil bergidik. Ia tidak pernah mendengar kabar kalau gadis yang menjadi incarannya saat ini sangat buas. Lebih cocok dijadikan pemangsa daripada mangsa.


"Diam kau, brengsek. Berani sekali kau menguntit ku!"

__ADS_1


"Kak?" Panggil Raymond yang heran melihat kakaknya marah-marah dan membuat sebagian pengunjung restoran merasa ketakutan. Pemuda yang saat ini berusia delapan belas tahun itu menoleh ke arah pria yang tak jauh dari Clara. Ia membelalakkan mata kaget. "YOU!"


INI GILA! Bagaimana orang yang seharusnya mendekam di penjara itu bisa ada disini dan memperlihatkan wajahnya didepan Clara?


Setelah peristiwa memilukan itu, bagaimana mungkin Raymond lupa dengan wajah pria brengsek yang ikut menyiksa fisik kakaknya dulu? Ya Tuhan, kenapa harus sekarang sih?


Tanpa berpikir panjang, Raymond segera meletakkan sejumlah uang diatas meja yang digunakan kakaknya dan menarik lengan Clara. Membawa kakaknya pergi dari sana secepat yang ia bisa.


Kalau pria sialan itu saja bisa ada disini, bagaimana dengan wanita yang menjadi penyebab utama kakaknya disiksa dulu?


"Raymond, kamu apa-apaan sih dek? Main narik-narik aja?" Protes Clara. Ia tidak terima tangannya ditarik begitu saja oleh sang adik.


Raymond tidak segera menjawab. Pemuda itu melihat ke sekeliling mereka. Aman. Raymond menoleh ke arah kakaknya dan membuka mulut. Belum sempat ia mengatakan sepatah katapun, seseorang tiba-tiba menyapa mereka berdua.


"Hi, it's been a while, huh?"


Raymond menoleh ke sumber suara dan membeku seketika.


JDEEER!


Bagai mendengar suara petir disiang bolong pemuda itu tak lagi bisa berkata apa-apa lagi. Dunianya serasa runtuh. Bagaimana mungkin dia menampakkan diri didepan kakaknya???


Clara mengamati wajah wanita yang saat ini sudah ada dihadapannya dengan seksama. Wanita itu ... Sepertinya ia pernah melihatnya dulu, tapi dimana, ya?


Rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba menyerang kepala Clara. Gadis itu meringis kesakitan. Ia melihat wajah wanita yang saat ini mengulas senyum iblis sambil menatapnya. Juga pria yang tadi memperkenalkan dirinya bernama Carel.


Pandangan mata Clara buram seketika. Ia memegangi kepalanya yang serasa mau pecah. Potongan demi potongan puzzle yang hilang mulai melengkapi kisahnya. Perlahan tapi pasti, gadis itu mulai mengingat kembali masa lalunya dulu.

__ADS_1


Jessica Novara Alexandria ...


Clara tumbang tak sadarkan diri. Raymond menjerit histeris. Pemuda itu langsung berlari ke arah kakaknya dengan air mata yang berkaca-kaca. Ia berteriak minta tolong dan membawa kakaknya ke rumah sakit terdekat.


__ADS_2