Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 2: Tamu yang Tidak Terduga


__ADS_3

Nggak percaya!


Clara jelas tahu kalau ciuman pipi itu salam orang sana dan tidak ada salahnya. Tapi ini kan Indonesia!


Kejadian tadi siang masih terbayang jelas ingatan Clara meski ia tengah memasak sekarang. Memikirkannya saja sudah membuat Clara malu setengah hati.


"Kakak kayaknya bete, deh." kata Raymond, adik Clara yang penampilannya tak jauh berbeda dari Clara.



...Cast Raymond Sea Wiratama (Rea)...


"Ya, begitulah ..." Sahut Mummy Clara yang bernama Sarah D'angelo Thomson. "Clara, sebentar lagi tamu kita akan datang, lho. Kamu harus menyambutnya dengan sebuah senyuman!" Sarah memperingatkan.



...Cast Sarah D'angelo Thomson (Sarah)...


"Iya juga ya," Clara membenarkan saran Mummy-nya. Ini tidak ada hubungannya dengan tamu mereka. Clara harus menyambut tamunya itu dengan tangan terbuka. Lupakan saja pemuda aneh tadi.


"Oh iya, Clarissa. Tolong sampaikan buku baru ini pada Amberta, ya." Pinta Mummy sambil menyerahkan karya terbarunya pada Clara, "Sudah lengkap dengan tanda tangannya, nih ❤️, dia minta tanda tangan ku, kan?"


Clara menerima buku itu sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal. "Terimakasih, Mum. Pasti Amber senang sekali!" Ucap Clara. Ia membayangkan ekspresi Amber yang senang saat menerima buku plus tanda tangan Mummy-nya itu. Dan pasti akan dia simpan baik-baik.


Meski Clara sudah berkali-kali membaca novel karya Sarah, ia tetap tidak begitu menyukainya.


- Pada zaman dahulu kala, ada dua buah kerajaan yang saling bersengketa. -


Ting tong


Bel pintu rumah Clara berbunyi. "Wah, mungkin itu orangnya"


Clara meletakkan buku yang sempat ia baca sekilas di atas meja dan segera berjalan menuju ke arah pintu. "Biar aku yang buka, Mum!"


- Pangeran berambut hitam dan putih berambut pirang bertemu dan saling jatuh cinta pada pandangan pertama. -


Clara semakin dekat ke arah pintu.


-Cinta yang tidak akan mungkin bisa ... dipisahkan oleh apapun. -


Clara meraih gagang pintu dan membukanya.


- Penyihir berambut hitam yang murka mengutuk sang putri dengan kutukan yang sangat keji -

__ADS_1


"Halo!" Clara tersenyum ramah saat membukakan pintu untuk tamunya. Tanpa diduga, ternyata tamu itu adalah ...


- Kutukan itu ... -


Senyuman di wajah Clara luntur seketika saat melihat bahwa pemuda yang tanpa sengaja bertemu dengannya tadi adalah tamu yang dimaksud oleh Mummy-nya. Pemuda itu tersenyum dan membalas sapaan Clara sebelumnya.


Wajah Clara jadi merah padam. "PADAHAL AKU SUDAH SUSAH PAYAH UNTUK MELUPAKANNYA!!!"


- Akan musnah ... kalau pangeran dan putri bisa mengucapkan bahasa yang sama -


Kenapa disaat seperti ini cowok itu malah muncul, sih?!


Sarah mengetuk pintu kamar Clara yang tertutup rapat, "Clarissa, keluar dong. Jangan begitu pada tamu kita, ayo minta maaf ..." Pintanya.


"Tidak mau!" Sahut Clara dari dalam kamar. Tubuhnya bergetar tanpa sebab. Ia vergelung di balik selimutnya yang hangat dan nyaman.


"Guy, I'm sorry, this one of my children really doesn't speak English. (Guy, maaf ya, anakku yang satu ini memang tidak bisa berbahasa Inggris)" Kata Sarah pada Guy Sebastian Vazero yang ada di dekatnya.



...Cast Guy Sebastian Vazero Ethan (Guy Ethan)...


"English?" Tanya Guy, "Oh yes ... then ... "


Mendadak, handphone Clara berbunyi. Ia segera meraih benda pipih itu dan melihat siapa yang meneleponnya. Tertera nama Rey disana. Pas banget nih. "Wuaaah, tolooong!" Pinta Clara saat teleponnya sudah tersambung, "kamu dengar, Rey?" Tanya Clara memastikan.


Dari seberang sana Rey pun menjawab, "kedengaran dengan sangat jelas, kenapa Clarissa? Apa ada masalah?"


Ditanya Seperti itu, mendadak Clara jadi ingat saat Guy mencium pipinya tadi. Ia jadi tidak bisa ngomong. "Tamu kami dari luar negeri, bisanya cuma ngomong pakai bahasa Inggris saja. Aku bingung, ha ha ha." Kata Clara akhirnya.


"Kamu ini ... jangan menghakimi orang karena kebudayaan yang berbeda. Sama dengan dia, Clarissa juga tidak suka diomongin berdasarkan penampilan saja, kan?"


"Iya ... aku tahu ..."


Kalau di pikir-pikir mungkin ini hukum dari langit untuk Clara. Ia terlalu keras sih, "tapi aku tidak mau diam saja dirumah!"


" ... Kalau begitu datang saja main ke sini?" Tawar Rey. Ia mengatakannya dengan wajah memerah.


"Iya, boleh. Aku ajak Amber juga, ya!" Jawab Clara bersemangat.


Rey yang mendengarnya jadi kesal sendiri, "Dasar lamban!"


"Eh, apa?"

__ADS_1


"Nggak apa-apa."


"Terimakasih, Reynaldi. Aku jadi bersemangat sekarang. Nanti aku main ke tempatmu!" Reynaldi memang baik dan setia kawan.


"Yah, kalau ada apa-apa ... kamu bisa bicara dengan ku kapan saja kok!"


Telepon pun terputus. Rey benar. Clara telah berbuat salah. Ia harus meminta maaf. Dia memang sangat bertentangan dengannya, tapi ...


Zzzz zzzz zzzz


Saat membuka kedua matanya, Clara tiba-tiba mendapati bahwa dirinya tengah berada di sebuah gunung. Ini ada dimana, ya?


Tiba-tiba, terdengar sebuah suara misterius yang tidak diketahui berasal dari mana. "Kamu akan aku kutuk, dan kutukan itu tidak akan bisa bilang sebum kamu bisa berbicara dengan bahasa yang sama dengan bahasa pangeran."


Itu dialog yang sama dengan yang ada di novel karya Sarah saat si penyihir hendak menyihir putri berambut pirang. Kenapa bisa sama seperti ini, ya? Jadi aneh, nih!


Clara melihat sosok dari belakang itu. Ia langsung tahu kalau itu adalah pangeran berambut hitamnya. Ia tidak bisa berbicara menggunakan bahasa yang sama dengan pangeran berambut hitam.


Saat pangeran itu menoleh, ternyata pangeran berambut hitam itu mirip sekali dengan Guy!


Saat melihat itu, Clara pun terbangun dari tidurnya. Rupanya itu semua hanya mimpi. Entah kenapa jantung Clara jadi berdegup kencang. Mimpi apa'an tadi?


"Sejak kapan aku ketiduran?!" Tanya Clara dalam hati. Ia membuka pintu kamarnya dan mendapati kalau Guy sedang lewat di depan kamarnya.


Entah kenapa, muka Clara menjadi merah padam. Ia tidak tahu harus ngomong apa. Kenapa Guy sama sekali tidak bicara, ya?


Tanpa sengaja, kaki Clara terpeleset hingga membuat gadis itu hendak jatuh. Namun, dengan cepat Guy meraih lengan Clara agar gadis itu tidak jatuh.


"Terimakasih sudah menolongku ..." Kata Clara. Tidak bisa ... Omongannya tidak nyambung.


"Tikasih tolong ku!"


Tikasih tolong ku?


Clara tidak mengerti, "lho, apa maksudmu?" Sepengetahuan Clara sih, Tikasih tolong ku itu bukan bahasa Inggris, juga bukan bahasa Inggris.


"This ... that ..."


Clara terkesiap saat menyadari sesuatu. Guy berusaha mengingat bahasa Indonesia, padahal dia tidak perlu bersusah payah. Di rumah itu kan, cuma Clara yang tidak bisa berbahasa Inggris.


"Clara!" Ucap Guy sambil tersenyum.


Kenapa Clara jadi deg-degan begini, ya? "Aku benar-benar minta maaf karena sudah membuatmu repot! Kamu tidak perlu pikirkan aku, bicara dan lakukan saja sesuka mu!" Setelah mengatakan itu, Clara pun kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Clara ngoceh pakai bahasa Indonesia. Ia dan Guy benar-benar tidak nyambung. "Terus bagaimana, dong?" Badai musim penghujan akan terus mengamuk, menggulung semua yang ada disekitarnya!


__ADS_2