Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 53: Model Perusahaan


__ADS_3

Amberta langsung turun dari taksi setelah membayarnya, lalu berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah keluarga Wiratama.


"Lho, Amberta? Kamu kenapa bisa ada disini?" Tanya Nicolas yang pertama kali melihat kedatangan Amber. Amber yang melihat Nicolas jadi gugup setengah mati. Astaga, baru aja menginjakkan kaki disini, udah ketemu yang seger-seger aja.


Clara yang tanpa sengaja melihat sahabatnya dari ujung tangga segera menghampirinya. Ia mengerutkan kening heran. "Lho, Am?"


Amber yang melihat kedatangan sahabatnya itu tersenyum lega. Kalau ada Clara mah, rasanya gak begitu gugup meski ada Nicolas.


"Itu, ada masalah di kantor!" Jawab Amber akhirnya.


"Masalah apa?" Tanya Nicolas lagi.


"Salah satu model perusahaan membuat ulah. Dia tidak mau pemotretan kalau bapak tidak ada di sana!" Ujar Nicolas.


"Apa urusannya?"


"Jangan sok nggak tau deh, Ang." Cibir Raymond yang tau-tau sudah ada disana. "Model mana yang nggak cari perhatian pas pemotretan produk perusahaan kita!"


"Jessica yang waktu itu aku mintai tanda tangan?" Tanya Clara yang sejak tadi hanya menyimak saja.


"Iya. Dia juga ngamuk pas kamu sebagai penanggung jawab proyeknya nggak ada di sana."


Clara mengerutkan keningnya heran. Waktu itu ia cuma disuruh meminta tanda tangan kontrak. Tapi kenapa sekarang ia yang jadi penanggung jawabnya?


"Kenapa jadi Clara?" Tanya Clara sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Karena kak Diamond yang meminta kamu untuk jadi penanggung jawabnya. Sesekali katanya." Jawab Nicolas sambil menoleh ke arah ponakannya itu.


Clara memutar bola matanya malas. Kalau sudah ada kata sekali gak akan pernah ada kata sesekali. Liat aja nanti, pasti ia sering disuruh buat jadi penanggung jawab kontrak.


"Jadi gimana? Angky sama kakak mau pergi ke sana?" Tanya Raymond. Karena ia sedang libur dan nggak ada kegiatan, makanya ia memutuskan untuk ikut mereka ke kantor.

__ADS_1


"Iyalah, kakak kan mau liat gimana cara ngamuknya." Ucap Clara sambil tersenyum simpul.


Mereka semua kini berangkat ke kantor dengan menumpangi mobil mewah Nicolas.


Clara sibuk memainkan ponselnya yang sedang menstalking Jasmine, si model yang sedang naik daun. Clara berulang kali menggelengkan kepalanya saat melihat postingan model seperti itu. Jujur saja, kalau masalah cantik, dia gak kalah jauh dibandingkan Clara. Cuma kok sifatnya kayak gitu, ya? Mentang-mentang lagi naik daun eh malah ngamuk-ngamuk di kantor perusahaan yang sudah mengontraknya.


"Turun, Cla." Ucap Amber yang duduk disebelah Clara saat mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan lobi kantor yang berada dibawah pimpinan Nicolas.


Clara menatap Amber sekilas, lalu menatap ke sekeliling memastikan keberadaannya. Nicolas dan Raymond masuk duluan ke kantor. Disusul oleh Amber dan Clara dibelakang.


"Apa seperti ini sikap seorang model yang sedang naik daun?" Tanya Nicolas sambil menatap tajam ke arah Jasmine yang sedang melihat penampilannya di cermin genggam.


Jasmine kaget saat tau kalau Nicolas sudah ada disana. Yang ia tau Nicolas tidak akan datang ke sana. Lalu kenapa  ia ada disini? Tidak hanya itu saja, disana juga ada cewek cantik berambut pirang yang beberapa hari yang lalu meminta tanda tangan kontrak pada asistennya.


Nicolas menatap Jasmine dengan tatapan datar dengan kedua tangan yang tersimpan di saku celana.


"Saya kira direktur utama tidak datang." Ucap Jasmine sambil tersenyum dan berjalan menghampiri Nicolas.


"Kenapa? Memangnya saya tidak boleh datang ke kantor yang ada dibawah naungan saya?"


"Why should you wait for my arrival? Am I going to be your shooting partner?"


"Bukan seperti itu."


"If the quality of your work is like this, I'm thinking of changing your model position right now."


Jasmine tertawa hambar saat mendengar perkataan Nicolas, "There was no way the chief director would do that." Ucap Jasmine dengan percaya diri. "With my current career, using me as a model is more profitable for Wiratama's company"


"Jangan sombong dengan karir mu yang sedang naik daun itu, nona. Apalagi bersikap kekanak-kanakan pada ku. Aku bahkan bisa mengontrak super model tingkat dunia yang lebih hebat dari mu." Ucap Nicolas.


Bodoh kalau ada yang menganggap itu cuma gertak sambal. Tapi itulah yang sedang dipikirkan oleh Jasmine. Model yang sedang naik daun itu hanya mengira kalau perkataan Nicolas hanya gertak sambal belaka.

__ADS_1


"Clarissa, coba kamu hubungi Chyntia Aulisa Rora atau Aurora. Angky dengan dia sudah datang ke Jakarta." Ucap Nicolas tidak main-main.


Clara yang mendapat perintah seperti itu hanya mengangguk malas dan menghubungi Aurora, memintanya untuk datang ke sana.


Semua orang kenal dengan siapa yang dimaksud oleh Nicolas. Chyntia Aulisa Rora atau yang lebih dikenal dengan nama Aurora merupakan salah seorang super model yang menjadi andalan perusahaan Wiratama.


Ia sempat cuti selama beberapa hari dan dikabarkan sudah ada di ibu kota Jakarta. Dan benar saja, pas Clara menghubunginya dia langsung bergegas ke sana.


"Bentar lagi dia bakal kesini, Ang." Kata Clara sambil melirik ke arah pamannya itu.


Nicolas mengangguk. Ia menatap sinis kearah Jasmine yang menurutnya sangat keterlaluan itu.


"Saya sudah peringatkan tadi, jangan main-main dengan saya. Sekarang sudah tidak ada lagi kontrak untuk mu. Semua sudah batal.Just so you know, yes. If I want, I can make you lose your job right now!" Kata Nicolas sambil berlalu meninggalkan tempat ini.


Jasmine kelabakan sekarang. Ia tidak menyangka semuanya akan seperti ini. Nasi sudah menjadi bubur. kalau seorang Nicolas sudah membuat keputusan maka tidak bisa diganggu gugat.


Apalagi saat seorang model papan atas memasuki area kantor. Banyak pasang mata yang iri melihatnya. Aurora memiliki darah China sih, makanya bisa secantik itu. Meski tokoh utama kita juga tidak kalah cantik sih.


Clara yang melihat teman lamanya itu langsung berlari dan memeluk Aurora yang juga antusias saat melihatnya. Dia anak salah satu rekan bisnis Diamond sih. Tapi akrab banget sama Clara.


"Sudah lama nggak liat kamu malah makin cantik aja!" Puji Jasmine. Dulu ia sempat menyarankan agar Clara bisa masuk ke dunia hiburan seperti dirinya, tapi malah ditolak.


"Kamu juga makin cantik aja kok." Ucap Clara sambil tersenyum manis.


Kedua orang itu masuk ke dalam ruangan Nicolas yang masih kesal saat mendapati model yang bersikap seperti itu padanya.


"Angky!" Panggil Clara sambil menunjuk ke arah teman lamanya.


Nicolas yang melihat Aurora sedikit merasa lega. Ia menyuruh Aurora untuk bergegas melakukan pemotretan saat ini juga. Tak peduli pada model yang baru naik daun yang bersikap kurang ajar padanya.


"Clara, kamu juga siap-siap gih, kamu juga bakal jadi model produk baru kita." Suruh Nicolas. Tidak ada salahnya sih kalau ponakannya itu sesekali menjadikan model diperusaha keluarga mereka. Secara, Clara kan cantik banget. Jadi nggak ada salahnya kan?

__ADS_1


Clara yang mendengar perkataan Angky-nya mengerjapkan matanya berkali-kali. Cobaan apa lagi ini? Tadi ia suruh jadi penanggung jawab kontrak, tapi kenapa ia sekarang disuruh jadi model buat perusahaan keluarganya bersama Aurora?


Hadehhh


__ADS_2