
"Mum, kakak mana?" Tanya Raymond saat tidak mendapati kakaknya ada di rumah pas ia pulang sekolah. Sarah yang sibuk berkutat di dapur menatap heran ke arah anak bungsunya itu.
"Masih dikampus sayang, kenapa? Kamu kangen ya, sama kakak kamu?" Sarah balik bertanya sambil menggoda anak bungsunya.
"Idih, siapa juga yang kangen sama kakak jelek kayak gitu?" Cibir Raymond. Ia mengambil apel yang ada di atas meja dan memakannya. Dari dulu ia penasaran dengan kampus kakaknya. Tanya ke Mummy, ah. Mungkin dia tahu seperti apa kampus kakak! Pikir Raymond.
"Mum," Panggil Raymond.
"Apa lagi sih dek? Kamu gak liat Mummy lagi masak?" Malah kena sembur.
"Hehehe, Ray mau nanya. Kampusnya kakak itu seperti apa ya, Mum?" Tanya Ray ragu. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh itu ... Kamu liat sendiri aja kampus kakak kamu kayak gimana."
"Gimana caranya, mum?" Ray mulai antusias.
"Ya pergi ke sana lah!" Turun rahang.
"Emangnya boleh ya, Mum?" Tanya Raymond ragu. Emang boleh ya kalau anak SMA seperti dirinya pergi ke kampus? Ntar disangka mahasiswa lagi.
"Ya boleh lah, disana kan ada Angky Nicolas! Udah ah, Mummy mau lanjut masak dulu!"
Raymond membenarkan perkataan Mummy-nya. Di kampus Clara kan ada Nicolas. Kalau ada yang nanya bilang aja kalau ia mau ketemu sama Angky-nya itu.
"Kalau begitu Ray pergi dulu ya, Mum!" Pamit Raymond.
"Mau pergi kemana lagi sih dek? Baru aja pulang sekolah, udah mau kelayapan aja kamu!"
"Ih Mummy, kan adek mau ke kampus kakak. Masa' gak boleh sih!" Raymond pura-pura merajuk. Hancur sudah harga dirinya. Gak sampai gitu juga kali.
"Ohh ya udah, sekalian bawa ini juga, ya!" Sarah menyerahkan dua buah kotak makan pada Raymond. "Isinya camilan untuk kamu dan kakak kamu. Ingat, jangan sampai jajan sembarangan, ya. Entar kalian bisa sakit!" Jelas Sarah tanpa diminta. Seperti biasa, ia akan memberi wejangan pada anak-anaknya yang mau keluar rumah.
Raymond pun pamit dan pergi ke kampus Clara. Sesampainya di Kampus Clara, kedatangan Raymond langsung menjadi pusat perhatian karena wajahnya sangat ganteng dan mencolok dengan rambut berwarna pirang.
"Gilaaaa! Pangeran dari mana itu?"
"Genteng banget, astaga!"
"Kayaknya dia bukan mahasiswa sini deh!"
__ADS_1
"Lagi nyari siapa, ya?"
Raymond yang mendengar perkataan itu hanya mengabaikannya saja. Karena apa? Karena ia memang sudah sering mendapatkan pujian seperti itu. Baik di rumah maupun di sekolah. Semua mengatakan kalau ia tampan. Memang begitu sih. Cuma satu orang yang mengatakan kalau ia jelek: Clara.
Raymond sebenarnya ingin bertanya ke salah satu mahasiswa/ mahasiswi, hanya saja ia malas karena mereka terus-terusan membicarakan dirinya yang baru pertama kali menginjakkan kaki disana. Makanya ia memutuskan untuk mencarinya sendiri.
Hingga Raymond tanpa sengaja menabrak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Guy yang kebetulan lewat.
"Whoa, Ray? How come you're here, anyway?" Tanya Guy.
"Mummy told me to take this to my sister." Jawabnya sambil menunjukkan kotak makan yang ia bawa. Alesan. "By the way, where's Clara?"
"If I'm not mistaken he went to the canteen with his best friend. Want me to deliver? I happen to be hungry too!" Tawar Guy.
Ray mengangguk dan tersenyum lebar. Mereka berdua pun berjalan menuju kantin. Guy di depan, Ray dibelakang. Seperti sebelum-sebelumnya, banyak cewek-cewek yang menjerit saat Guy lewat. Tapi, mereka langsung kesetanan saat melihat betapa gantengnya Raymond Sea yang berjalan dibelakang. Kehebohan pun langsung terjadi.
Sementara itu ...
Clara, Rey, dan Amber yang sedang makan di kantin dikejutkan oleh suara keributan yang terjadi diluar sana.
"Orang-orang pada ngapain ya? Kok pada ribut kayak gitu?" Tanya Amber penasaran.
"Tuh kan bener!" Kata Clara saat melihat Guy masuk ke area kantin. Namun, ia kaget saat melihat siapa yang datang setelah Guy Ethan. "Lah, Raymond??"
Amber dan Rey yang memang sudah kenal dengan keluarga Clara ikutan menoleh saat mendengar Clara menyebut nama adiknya. Dan benar saja, Raymond datang menghampiri mereka bertiga sambil membawa dua kotak makan. Wajah Raymond kusut banget pas liat ada makanan di meja kakaknya. Meski begitu ia tetap ganteng kok.
"Lho, dek? Kok kamu bisa sampai nyasar ke sini, sih?" Tanya Clara saat Raymond duduk disebelah Reynaldy.
"Di suruh Mummy untuk mengantarkan camilan ke kakak!" Jawab Raymond sambil memakan soto punya Rey.
Sang pemilik langsung menyembur Ray. "Punya gue Ray, main embat-embat aja!"
Raymond pun mengembalikan soto yang tinggal setengah. "Cielah kak, pelit amat sama Raymond!"
Hening.
"Kak, anterin Ray jalan-jalan dong kak!" Pinta Raymond dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Jalan-jalan kemana lagi, Ray?!" Tanya Clara sambil menatap adiknya dengan tatapan malas.
"Ya keliling kampus kakak lah! Masa' keliling dunia!" Sewot Raymond. Jadi pengen tabok. Tapi gak jadi deh, kan sayang.
"Ya udah ayok!" Clara pun bangkit dari tempat duduknya, "Am, Rey, aku duluan ya? Kasian Raymond kalau gak diajak keliling kampus, dia kan baru kali ini ke kampus aku!" Pamitnya.
Dua sahabatnya pun hanya mengangguk mengiyakan. Clara dan Raymond pun mulai menjelajahi kampus Clara. Mulai dari datang ke perpustakaan sampai ke kelas Clara.
Saat melewati beberapa orang mahasiswa atau mahasiswi, Raymond tidak henti-hentinya mengumbar senyum, dan itu membuat Clara menjadi kesal sendiri.
"Ngapain sih senyum-senyum sendiri? Jelek tahu!" Gerutunya.
"Idih, siapa juga yang senyum sendiri? Orang aku membalas senyum mereka kok!" Cibir Raymond.
Clara menghela nafas jengah. Inilah yang tidak ia sukai kalau suatu waktu adiknya ini datang ke kampus. Wajah sang adik yang tampan pastas jadi adik Clara yang juga memiliki wajah yang sangat cantik.
"Kita ke kantor dekan!" Kata Clara akhirnya.
"Hah? Ngapain kak?!"
"Ya ketemu sama Angky lah! Mari kita lihat, bagaimana reaksi Angky pas liat kamu ada di sini!"
Raymond menganggukkan kepalanya sok paham. Bagi yang belum tahu karena author juga belum kasih tahu, selain jadi dosen matkul Bahasa Inggris, Nicolas juga menjabat sebagai dekan disini.
"Angky, lihat, siapa yang datang ini!" Kata Clara sambil melirik ke arah adiknya yang sedang mengamati ruangan Rey dengan seksama.
Nicolas yang sedang sibuk dengan laptopnya melihat kearah dua ponakannya itu.
"Lho, Ray? Kok kamu bisa ada di sini?!" Tanya Nicolas heran.
"Hehehe, Ray mau lihat-lihat kampus kak Clara, Ang. Sekalian mengantarkan makanan ke kak Clara!" Jawab Ray sambil tersenyum simpul. "Tapi sayangnya kakak malah sudah makan bareng dua sahabatnya!" Imbuhnya.
"Wah, kebetulan nih, makanannya buat Angky saja!" Pinta Nicolas. Kebetulan sekali perutnya terasa lapar. Raymond pun menyerahkan salah satu kotak makan yang ia bawa pada Nicolas.
"Lain kali kamu jangan ke kampus kakak lagi ya, Ray?" Clara memperingatkan.
"Lho? Memangnya kenapa, kak? Aku kan ganteng!" Kata Raymond dengan sombongnya.
"Justru itu. Kakak gak mau kalau adik kakak sampai jadi pusat perhatian kayak tadi! Masa' cewek-cewek pada kesetanan pas liat kamu!"
"Ya bagus lah, itu artinya adik kakak ini bisa jadi idola!"
Clara menatap adiknya dengan tatapan tajam. "Ngomong sekali lagi kakak matiin kamu!"
__ADS_1
"Yee, galak banget sih kak! Nyalahin Mak lampir aja!"
"RAYMOND SEA!!!"