
Pagi harinya, terjadi keributan dirumah keluarga Wiratama karena gaun yang mau di pakai Clara dikontes raja dan ratu kampus dirusak oleh seseorang.
Kalian sudah tahu siapa pelakunya, kan?
"Gaunnya kok bisa rusak kayak gitu?" Tanya Sarah sambil menautkan kedua alisnya. Padahal itu baju yang baru saja mereka beli kemarin.
"Clara gak tahu Mum, pas Clara tengok ternyata sudah rusak seperti ini!" Keluh Clara.
Raymond menyambar gaun itu dari tangan kakaknya dan mengamatinya dengan seksama "Aneh, padahal kemarin masih baik-baik saja. Gak mungkin kan, kalau emang dari butiknya!"
"Could this be the work of someone who doesn't want Clara to take part in the contest!" Ucap Guy. Ia menangkap adanya gelagat aneh Paula saat ia mengatakan hal itu.
"You mean someone accidentally ruined Clara's dress?" Tanya Bryan.
"Well that's about it!"
"Why are you three still here? Hurry up and go to campus! The show's about to start, right?" Usir Nicolas pada tiga orang yang sudah tampil gagah dan mempesona itu. Ia tidak mau kontes itu kacau karena kandidat utamanya masih ada di rumah.
Tanpa disuruh dua kali, Bryan, Guy, dan Paula pun segera berangkat ke kampus tanpa Clara bersama mereka.
Clara menatap gaunnya dengan tatapan sedih. Harusnya ia merasa senang karena batal mengikuti kontes dengan alasan gaunnya dirusak. Tapi kenapa ia merasa sedih begini, ya? Apa mungkin gara-gara sifat Clara yang pada dasarnya tidak mau kalah, ya?
"Kakak sedih ya, karena tidak bisa ikut kontes?" Tanya Raymond.
Clara buru-buru menggelengkan kepalanya dan tersenyum simpul, "Nggak kok, kakak malah beruntung karena tidak jadi ikut!"
Hebat kan? Tanpa melakukan apapun Clara batal mengikuti kontes yang memang tidak ingin ia ikuti. Kurang dimana coba? Hanya saja, siapa yang berani merusak gaunnya, ya? Jangan-jangan Pa-
"Gak apa-apa nih Cla? Kamu kan masih bisa ikut kontes meski gak pakai gaun yang Mummy belikan!" Kata Sarah sambil menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Iya juga ya, kalau aku jadi kakak mah, aku pasti akan berjuang." Berjuang? Emangnya dimedan perang?
Clara tidak segera menjawab, ia membenarkan apa yang dikatakan Mummy dan adiknya. Benar juga. Bukankah menyerah begitu saja tanpa melakukan apapun itu tidak ada dalam kamus hidup Clara?
Clara ingat sesuatu yang penting didalam lemarinya. Disana masih ada begitu banyaknya gaun yang belum pernah ia pakai. Ia tersenyum kecil saat meraih sebuah gaun berwarna merah diatas lutut.
"Aku mau ikut kontes!" Putus Clara akhirnya.
*****
Di area kampus, semua mahasiswa/i berpenampilan sangat cantik dan ganteng. Mengeluarkan semua aura untuk hari yang spesial ini.
Bian, Bryan, Guy, Paula, Rey dan dua orang kontestan lainnya bernama Bella dan Elena langsung menjadi sorotan sebagai kandidat raja dan ratu kampus. Banyak diantara mereka yang memfoto mereka bertujuh dan mempostingnya di dunia Maya.
Amber yang tidak melihat keberadaan sahabatnya, Clara jadi celingak-celinguk sendiri. "Eh, Clara mana?" Tanyanya pada Bryan, Guy, dan Paula yang tinggal serumah dengan Clara.
Ketiga orang itu saling pandang satu sama lain.
"Suara kamu, Am. Ngalahin toa aja!" Gerutu Rey sambil mengusap-usap telinganya. Yahh, lebay.
Amber tidak menjawab. Ia masih shock karena gaun Clara dirusak oleh seseorang. "Berarti Clara tidak ikut kontes dong?" Tanya Amber. Sia-sia saja ia memasukkan nama Clara sebagai kandidat raja dan ratu kampus.
"Maybe yes." Jawab Paula acuh tak acuh.
"Bagus dong, itu artinya peluang gue untuk menang makin besar!" Kata Bella Austin dengan songongnya.
"Siapa bilang Clara tidak ikut kontes?" Tanya Bian, "Itu dia!"
Perkataan Bian beriringan dengan suara keributan yang terjadi saat Clara memasuki arena kampus. Gadis itu terlihat begitu cantik dan menawan dengan balutan dress berwarna merah.
__ADS_1
"My boyfriend is so pretty!" Kata Bryan yang langsung dihadiahi sebuah jitakan oleh Rey, Guy, dan Bian.
"Don't admit it! Meanwhile Clara still doesn't belong to anyone!" Kata Guy. Rasanya aneh kalau ia mengatakan hal itu. Sudah jelas kan kalau Clara itu Claire-nya.
Clara yang menemukan keberadaan mereka langsung bergabung bersama mereka. Ia sama sekali tidak memperdulikan keributan yang terjadi karena penampilannya.
"Wis, calon ratu kampus cantik banget. Dah siap jadi ratu nih, Cla?" Tanya Rey dengan nada mengejek. Sebenarnya ia mau memuji penampilan Clara, lho!
"Jangan mengejek kamu! Memangnya ada yang salah sama penampilan aku?" Tanya Clara sambil melirik ke arah gaun merah yang sedang ia pakai. Sangat serasi dengan penampilannya sekarang.
"Gak kok Cla. Kamu cantik banget malah. Gak percuma aku mendaftarkan kamu sebagai kandidat ratu kampus!" Puji Amber sambil tersenyum manis.
"Terimakasih!"
"Eh, Cla, katanya gaun kamu rusak. Kok nggak?" Tanya Elena dengan sangat-sangat heran.
"Emang rusak kok. Dirusak orang lebih tepatnya. Ini gaun yang dulu dibelikan Daddy pas ke Amerika!"Jawab Clara.
Tak lama kemudian, terdengar suara pemberitahuan dari dekan yang mengatakan kalau acaranya akan segera dimulai. Clara dan ketujuh kandidat lainnya segera berdiri dipentas yang sudah disiapkan.
Ternyata tesnya cukup mudah. Mereka berdelapan hanya perlu menarik perhatian mahasiswa lainnya dengan cara berdansa dengan kandidat lainnya.
Awalnya, mereka bebas disuruh mau berdansa dengan siapa. Tapi, karena keempat kandidat raja berebut mau berpasangan dengan Clara -- bahkan sampai adu argumentasi dan hampir jotosan -- kepala dekan akhirnya memutuskan untuk memilihkan pasangan satu sama lain.
Rey berpasangan dengan Clara, Guy berpasangan dengan Paula, Bian berpasangan dengan Elena, dan Bryan berpasangan dengan Bella.
Keempat orang itupun mulai berdansa dengan iringan biola dan piano. Sebenarnya, banyak sekali yang menyayangkan Clara yang berpasangan dengan Rey. Mereka beranggapan kalau Clara itu lebih pantas Untuk berpasangan dengan Guy. Tapi apa boleh buat, karena keputusan ini berasal dari kepala dekan, makanya tidak bisa diganggu gugat.
Seperti yang telah diduga, banyak orang yang memilih Clara sebagai ratu kampus. Karena Rey menjadi pasangan Clara, mau tidak mau ia diangkat sebagai raja kampus. Lagi dan lagi, banyak orang yang menyayangkan hal tersebut. Dan itu ternyata berdampak dengan persahabatan Clara, Reynaldy, dan Amber nantinya.
__ADS_1
"Hore! sahabat-sahabat ku menang!" Teriak Amber antusias saat panitia mengumumkan hasil kontes yang dilakukan dengan cara pemungutan suara. Ia senang sekali karena dua sahabatnya resmi menjadi raja dan ratu kampus, tanpa tahu akan berdampak dikemudian harinya.
Sekali lagi, banyak yang menyayangkan Rey yang menjadi pasangan Clara meski Rey cukup populer di antara mereka.