
Guy Ethan sarapan tanpa suara. Ia hanya mendengar suara percakapan Angelo, Antonio, Bryan, Paula, Sarah, Raymond, Diamond, dan Nicolas dalam diam.
Guy bingung dengan perasaannya saat ini. Entah harus sedih, kecewa, marah, atau ...
Entahlah ...
"Thank you for helping me, Angelo!" Kata Antonio sambil tersenyum lebar ke arah Angelo yang mau menampung kedua anaknya saat ia dipindahkan tugas ke Afrika.
Benua Afrika khususnya Amazon sangat berbahaya bagi anak-anaknya. Karena tidak punya sanak keluarga di Amerika, Antonio terpaksa menitipkan Bryan dan Paula pada Angelo dan keluarganya.
"You're calm, when my research is done, I must immediately pick them up!" Lanjutnya.
"Hmm," Sahut Angelo singkat. Kumat deh sifat cueknya.
Sarah yang tidak enak hati dengan respon singkat suaminya menyenggol lengan Angelo dan memelototinya. "Buang jauh-jauh sifat mu yang satu ini, Angelo!" Pinta Sarah dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Angelo.
"Apa?" Tanya Angelo.
Bersamaan dengan itu, Clara yang baru bangun tidur muncul dengan pakaian kasualnya.
"Selamat pagi, semuanya!" Sapa Clara saat masuk ke dalam ruang makan. Ia mengucapkan selamat pagi sambil mencium pipi Angelo dan Sarah lalu duduk di kursi yang biasa ia duduki.
"Tumben kakak baru muncul di sini? Kemana saja?" Tanya Raymond yang sedang memasukkan spaghetti kedalam mulutnya.
"Angky tebak, kamu baru bangun tidur, ya?"
"Iya!!!" Clara menjerit pelan. Ia bahkan bangun dengan cara jatuh dari atas tempat tidur. Mana kepalanya sempat terantuk lagi.
"Kamu tahu sayang, mulai sekarang Bryan sama Paula tinggal bersama kita, lho! Mereka berdua bahkan sudah di daftarkan di kampus yang sama dengan kamu! Jadi mulai sekarang kamu tidak akan kesepian lagi." Kata Sarah sambil mengusap pipi Clara yang sedang mengoleskan selai diroti tawar.
Clara menggigit roti tawar yang sudah ia oleskan selai strawberry sambil menatap heran ke arah Mummy-nya. "Kenapa Mummy gak sekalian aja membuka penampungan orang bule dirumah kita? Perasaan banyak banget deh anak bule yang dititipkan sama kita!"
"Ya elah kak, baru saja dua orang!" Raymond yang sejak tadi sibuk dengan spaghetti-nya menyela pembicaraan Sarah dengan Clara.
"Terus, dia kamu anggap apa?" Tanya Clara sambil menunjukkan ke arah Guy.
__ADS_1
"Kalau dia mah, Indonesian people who have long lived in America, so can not speak Indonesian!" Kata Raymond dengan wajah kalemnya. Jadi pengen tabok!
"Yee, tetap saja dia masuk kategori orang bule!" Sungut Clara sambil menatap Guy yang sarapan di depannya. Tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Paula yang menatap sinis kearahnya. "Apa lihat-lihat? Banyak utang kah?" Tanya Clara galak.
Paula yang terciduk menatap Clara sinis langsung salah tingkah sendiri.
"Kamu udah pakai handsfree yang Daddy kasih, nak?" Tanya Angelo sambil menaikkan sebelah alisnya. Clara mengangguk sambil tersenyum cerah. "That's Daddy Buy at Bryan's recommendation!" Imbuhnya sambil menunjuk ke arah Bryan.
Clara segera bangkit dari kursinya dan berlari untuk memeluk tubuh Angelo. "Terimakasih, Daddy! Clara sayang sama Daddy!"
Clara kemudian ikut memeluk tubuh Diamond dan Nicolas. Mengatakan kalau ia juga sayang pada kedua pamannya itu. Disaat ia menghampiri Raymond, tangan usil Clara meraih piring spaghetti yang tinggal setengah dan memakannya.
"Kak, itu punya Ray lho!" Kata Raymond memperingatkan. Clara tertawa geli saat melihat wajah kesal adiknya. Ia mengacak-acak rambut pirang Raymond dan mengecup pipinya dengan lembut.
"Kakak sayang sama kamu, Raysea!" Ucap Clara sambil tersenyum lebar. Suasana diruang makan mendadak aneh saat Clara memanggil nama Raymond dengan sebutan Raysea.
"Kakak ..." Raymond tampak tegang saat Clara kembali memanggilnya dengan sebutan seperti itu.
"Hei, ada apa? Kenapa kalian jadi aneh begitu?" Tanya Clara sambil menaikkan sebelah alisnya, "Memangnya aneh ya kalau Clara menambahkan kata Sea dinama Ray? Sea kan nama tengah Raymond!"
"Sea kan artinya laut! Dan Clara sangat suka dengan laut!"
"πππ πππ πππ‘πππ¦π πππ’π‘! π·ππ πΆππππ π πππππ‘ π π’ππ ππππππ πππ’π‘!" Rasanya ada yang aneh saat Clara mengatakan itu. Padahal baru pertama kali ini ia memanggil Raymond dengan sebutan Raysea, tapi kenapa rasanya sudah lama sekali?
"πππ πππππ π‘ππ π ππ! π΄ππ πΆππππ ππππππ¦ πππππ π‘ππ π ππ!"
Sarah yang merasa cemas dan khawatir saat mendengar dan mengingat kata-kata bermakna sama yang pernah diucapkan Clara dulu dan sekarang langsung bangkit dan memeluk Clara dengan sangat erat. Begitu juga dengan Angelo. Entah kenapa, kedua orang tua Clara dan Raymond itu bersikap over protective pada anak sulungnya.
"Jangan panggil Raymond seperti itu lagi, Clara!" Pinta Sarah dengan suara yang terdengar bergetar.
"Ihh, Mummy sama Daddy ngapain sih? Itukan panggilan sayang Clara untuk adek!" Kata Clara.
"Mummy benar, kak. Aku juga tidak butuh panggilan sayang seperti itu kok!" Setelah mengatakan itu, Raymond pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar begitu saja.
Setelah sekian lama, Clara akhirnya memanggil Raymond dengan panggilan Raysea lagi. Namun, reaksi yang ditunjukkan orang tua mereka sangat diluar dugaan. Dan itu sangat menyakitkan baginya. Raymond ingin kakaknya kembali menjadi seperti dulu lagi. Tapi kenapa orang tuanya sangat khawatir?
__ADS_1
"π ππ¦π ππ ... π·π πππ‘ ππππ ππππ! ππππ¦ π€πππ‘ π‘π ππππ¦ π’π ! πΊπ, π ππ¦π ππ!"
πππππ π ππππππ ππππ π ππππ€ππππ πππππ π‘ππ πππππππ ππ‘π’ ππππππ πππππππππππ π ππ¦ππππ π¦πππ ππππ ππ‘π’ πππ ππ ππππ’π ππ π‘π’ππ’π π‘πππ’π. ππππ’π, ππππππ πππππ‘ πΆππππ π¦πππ π π’πππ ππππ’π ππ π πππ’ππ’π π‘πππ’π πππππππππ‘ ππππππ πππππ ππ‘π’ πππ πππππππππ¦π ππππ π‘ππππ ππππ¦πππ‘π’π π ππ¦ππππ.
"ππππ πππ‘ πΌ πππ‘ π¦ππ’ π‘ππ’ππ ππ¦ ππππ‘πππ!" πΆππππ πππππππ’π πππ ππππ‘ππ π πππ‘ πππππ ππ‘π’ ππππππππππ πππ π‘π’ππ’πππ¦π πππππ‘π’ π πππ, "π ππ¦ππππ ππ’π! π π’π! "
πππ ππ ππππ ππππππ, ππππ πππππ π ππ¦ππππ π πππππ πππππππ ππππππππππππ π‘πππππ‘ ππ‘π’ ππππππ ππππ’πππππ πππ πππ‘π. πΌπ ππππππππ π πππ‘ πππππππ‘ πππππ-πππππ ππ‘π’ ππππ¦πππ π πππππππ¦π ππππππ π πππππ‘ πππππ.
π ππ¦ππππ πππππππ¦π π ππππππ‘ ππππ πππππ π‘ππ€π ππππππ’πππ ππ‘π’ πππ ππ πππππ π¦πππ π πππππ‘ ππ π ππ¦ππππ ππ‘π’ ππππ’π ππππ‘πππ’π ππ¦ππ€π ππππ ππππππ¦π. πππππ πππ π ππππππππ’π π¦πππ ππππππππππ¦π, πππ ππ‘π’ πππππ’ππ‘ π ππ¦ππππ ππππππππ πππππ π ππππππ‘ ππππ. πΌπ ππππ’π π πππππ ππππππ‘π ππππ‘π’ππ π’ππ‘π’π ππππ¦ππππππ‘πππ πππππππ¦π.
"Are you okay, Raymond?" Pertanyaan itu menyadarkan Raymond dari lamunannya. Remaja itu menghapus air mata yang membasahi pipi tanpa seizinnya. Ia segera menoleh ke belakang dan mendapati Guy yang sudah ada di kamarnya.
"I'm fine, Guy." Raymond menundukkan kepalanya, "what about my sister's condition?"
"No one needs to worry about, Raymond. The call of affection was not until reminding him of the event!"
Raymond menghela nafas lega saat mendengarnya. Ia hendak menanyakan why do Guy know the event? Tapi urung saat mengingat siapa Guy sebenarnya.
Tak lama kemudian, Clara masuk ke dalam kamar Raymond dengan raut wajah cemas dan khawatir. Ia memeluk tubuh Raymond dengan sangat erat. "Kamu kenapa adikku sayang? Kok main pergi begitu aja dari ruang makan?" Tanya Clara sambil mencium puncak kepala Raymond dengan penuh kasih sayang.
"Ray gak apa-apa kok kak. Cuma kebelet pipis aja. Makanya buru-buru ke kamar!" Jawab Raymond bohong.
Clara mengusap punggung Raymond, lalu mendorong bahu adiknya itu agar bisa melihat wajahnya. Ia terkejut saat mendapati sisa-sisa air mata yang membasahi pipi Raymond. "Kamu habis menangis, dek?" Tanya Clara.
Raymond lagi-lagi mengelak, "gak kok kak, tadi Ray cuma mencuci muka aja kok!"
Clara menyentuh bagian belakang kepala Raymond dan menempelkan dahinya didahi adiknya.
"Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada untuk mu, Raymond. Aku akan menjaga dan melindungi mu selalu. Karena aku ... SANGAT MENYAYANGI MU!"
Deg!
Jantung Raymond berdetak kencang saat Clara mengatakan satu kata yang sangat ingin ia dengar selama delapan tahun ini. Ungkapan Clara yang mengatakan kalau dia sangat menyayanginya.
Ia memeluk Clara dengan sangat erat dan berkata lirih didekat telinganya. "A, Aku, aku juga sayang sama kakak!"
__ADS_1
Kasih sayang antara Clarissa Rasandra Wiratama dengan Raymond Sea Wiratama begitu murni atas dasar persaudaraan dan kekeluargaan. Hubungan keduanya sangat erat karena semua orang tahu, Clara kakaknya dan Raymond adiknya.