
Clara membuka matanya perlahan. Huhh, untung tokoh utama kita masih hidup. Dikirain udah mati ( kalau Clara mati sudah jelas cerita ini akan langsung tamat ).
Clara masih banyak dosa, Tuhan. Jangan ambil dulu nyawanya. Mata Clara masih agak buram untuk melihat ia ada di mana. Belum benar-benar fokus gitu lho. Pas membuka mata, ruangan ini serba putih. Clara pasti ada di rumah sakit.
Di sana ada orang tua dan adik Clara beserta ketiga tamunya. Eh, benar-benar, Nicolas mana? Kok gak ada disini? Wah, parah nih. Padahalkan Clara ada di rumah sakit gara-gara dia.
"Sudah bangun, sayang?" Tanya Sarah sambil tersenyum manis.
"Sudah, Mummy. Angky mana?" Tanya Clara sambil melihat ke sekeliling ruangan. Ia mau meminta pertanggungjawaban pada pamannya yang sudah membuatnya seperti ini.
"Lagi menebus obat kamu. Kenapa? Kamu kangen sama Angky?" Goda Sarah sambil mencubit puncak hidung Clara pelan.
Clara spontan menggeleng. Ngapain juga ia harus kangen sama Nicolas? Toh di rumah maupun di kampus selalu ketemu.
Raymond menghampiri Clara dan duduk dipinggir kasur, "kakak udah mendingan, belum? Masih ada yang sakit?"
Clara mengangguk sambil tersenyum. Ia sebenarnya merasa sangat lapar sekarang. Tapi karena tidak mau merepotkan keluarganya, makanya Clara gak bilang, "Kakak nggak apa-apa kok, dek. Kamu tenang saja!"
Tiba-tiba, Nicolas masuk ke dalam ruangan Clara sambil menjinjing kantong berisi makanan dan menyerahkannya ke Clara, "Makan, Angky gak mau kamu pingsan lagi gara-gara gak makan!"
Dan ...
Bug!
Mampus noh! Digebuk pakai buku tebal kan lu. Nicolas meringis dan menatap pelakunya. "Kakak ngapain sih?"
"Kamu tuh ya, sudah dibilang jaga Clara baik-baik tapi malah menjadikan Clara seperti ini!" Bentak Angelo sambil pura-pura marah.
Nicolas menyenderkan tubuhnya dan mengangkat sebelah alisnya dengan heran, "iyalah, karena aku pamannya, bukan pengawalnya!" Gumam Nicolas pelan, tapi masih bisa di dengar.
"Nicolas!" Buset, nih Daddy Clara manggilnya kencang banget. Sampai sakit telinga Clara dibuatnya.
__ADS_1
Nicolas menutup telinganya dengan telapak tangan, "Berisik kakak pertama, ini dirumah sakit!"
"Astaga Nico, Nico, ngidam apa sih Mama waktu mengandung kamu?" Ucap Angelo sambil mengusap dadanya dramatis.
"Kok kakak bawa-bawa soal ngidam segala sih? Kakak mau punya anak lagi, ya?" Tanya Nicolas dengan wajah kalemnya. Kalem-kalem gini kalau ngomong suka nyelekit lho.
Clara tertawa melihat tingkah Daddy dan Angky-nya itu. Sudah lama ia tidak melihat mereka seperti itu. Kalau ada Diamond pasti sudah lebih parah lagi.
"Sembarangan kamu! Dua anak sudah cukup! Kita berdua kan ikut program pemerintah!" Kata Angelo. Ia mengedipkan matanya ke arah Sarah yang sejak tadi tertawa melihat keakraban mereka berdua.
"Ya udah, kalau begitu tunggu saja sampai Clara punya anak!" kata Nicolas sambil duduk di tepi kasur yang sedang ditempati Clara.
Hening. Nih orang ngomong apa'an sih?
Bikin orang jantung aja
Semua orang pada ngumpul begitu saja membentuk sebuah lingkaran.
"Jadi kamu mau nikah muda, Cla?" Tanya Sarah sambil mengernyitkan dahinya.
Clara yang mendengar kata nikah langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "Gak lah Mum, Clara kan pengen jadi wanita karir dulu."
Mampus.
"Belum Dad, orang Clara aja masih jomblo!" Kata Clara sambil nyengir tanpa dosa.
Hening seketika.
"Jadi kakak itu jomblo, ya?" Tanya Raymond, "Idih, cantik-cantik tapi gak laku!"
Songong banget si Raymond. Kaya' punya pacar saja.
"Yang suka sama Clara itu sebenarnya banyak kok. Banyak banget malah. Tapi Clara-nya aja yang gak peka sama sekali!" Nicolas melirik ke arah Bryan dan Guy yang diam-diam menyukai Clara.
Clara diam seketika. Benarkah ia disukai banyak orang di kampus?
Aneh, kenapa ia tidak sadar sama sekali, ya?
Selama ini Clara kira orang-orang dikampus hanya mempermasalahkan Clara, seorang anak blasteran yang tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi kenapa Nicolas bilang kalau ia diam-diam menjadi idola kampus?
π΄π¦ππππ πΆππππ. πΎπππ’ πππ πππππ‘ πππ π¦πππ πππππ‘ππππ πππππππ ππππ’π ππ? πΎπππ’ ππ‘π’ πππ ππππ π πππ π πππππ. π΅πππππ π ππππ‘ππ’ ππ’ππ ππ’πππ¦ππ πππ-πππ.
__ADS_1
Clara menatap ke luar jendela. Pasti gara-gara sifatnya yang satu ini banyak orang yang menjauhinya. Tapi, apa peduli Clara sekarang? Ia sudah punya dua orang sahabat yang menemaninya dikala senang dan susah. Lagi pula ada Guy dan Bryan yang selalu melindunginya. Meski Clara bisa menjaga diri sendiri sih. Itu saja sudah cukup untuk Clara.
Rasa kantuk tiba-tiba melanda Clara hingga merasakan berada dialam mimpi. Alam mimpi. Clara membuka mata dan melihat kalau dirinya sudah ada di sebuah ruangan yang cukup gelap dengan kabut putih yang mengganggu penglihatan.
"Aku ada dimana?" Gumam Clara seraya bangkit dan berdiri, mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan ternyata ruangan ini sama sekali tidak mempunyai sudut hingga terlihat seperti ruangan tanpa batas. Clara mencoba berjalan lagi dan lagi hingga sosok bayangan seorang wanita mulai terlihat didepan matanya.
Clara menajamkan mata dan berjalan makin dekat dengannya. Langkahnya memelan saat sosok misterius itu samar-samar terlihat jelas.
Clara membulatkan matanya saat melihat seorang penyihir dunia fantasi tengah hadir dimimpinya.
"Selamat datang ke dunia ku, Clara!" Ucap wanita itu dengan senyum menawan yang ada dibibirnya. Suara itu! Rasanya Clara pernah mendengar suara itu. Kalau tidak salah saat ia memimpikan tentang penerjemah bahasa untuk putri berambut pirang.
Waktu itu putri berambut pirang sedang bermain-main dengan hewan-hewan peliharaannya ditaman kan? Nah tiba-tiba kan ada yang bilang begini ke putri berambut pirang:
"πππππ ππ’π‘ππ πππππππ’π‘ ππππππ π¦πππ ππππ‘ππ πππππ‘π, ππππππ‘π-πππ‘ππππ ππππ’ π‘πππππππ ππ’π πππππ π‘πππ’-ππ’ ππ‘π’. ππππ ππππ-ππππ πππ‘π’π ππππ‘π π ππππ ππππ‘πππ ππππ πππππππ‘ ππ’, π ππππππππ π¦πππ πππππππ’ππ ππππ¦π’πππ ππππππππ πππππππ’π‘ πππ‘ππ. πΎπππ’π πππππ ππ‘π’ π πππππ‘πππ¦π ππππππ πππππ πππππ ππ’ ππππ ππππππππ πππππππ’π‘ πππ‘ππ. π·ππ ππππ, π΄π¦ππ ππππππ πππππ’π π πππππ‘πππ¦π πππππππ π’ πππ‘πππ πππππππ‘ ππ’!" π΅ππ ππππ ππ‘π’ πππππππππππ‘πππ, "πΌππππ‘πππ πππ ππππ’ π πππππ’, ππ’π‘ππ π¦πππ ππππ‘ππ πππππ‘π. π½πππππ π πππππ πππππππππ ππ’ πππππ πππππ ππππ’ ππππ ππππππππ πππππππ’π‘ πππ‘ππ!"
Nah, suaranya itu mirip dengan suara wanita penyihir dunia fantasi yang saat ini berada dihadapan Clara. Ngomong-ngomong, soal dunia fantasi, Clara juga sudah berubah menjadi seorang putri dunia fantasi lho!
Nih, Clara versi dunia fantasi.
Clara terkejut, tatapannya berubah waspada, "Who are you? How do you know my name?" Tanya Clara. Mendadak, gadis itu terkejut sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa menggunakan bahasa Inggris. Dia kan sama sekali tidak bisa menguasainya.
Seolah mengerti apa yang dikatakan Clara, wanita penyihir itu langsung menjawab, "Of course you can speak English, you can indeed master it since birth. It's just that you don't remember it at all because of the heartbreaking incident that happened eight years ago!"
Clara semakin bingung dibuatnya. Kenapa ia bisa tahu apa yang dikatakan wanita itu? Ia bisa berbicara bahasa Inggris sejak lahir dan lupa karena kejadian delapan tahun lalu? Sebenarnya apa maksud wanita ini? Kenapa ia bisa ada disini?
Wanita penyihir itu kembali membaca pikiran Clara dan berkata, "I only came here to warn you, Clara. Soon the evil wizard in your world will appear. you should ask the prince for help really love you. That alone can save you from the true curse!"
Kutukan yang sebenarnya?
Clara makin bingung. Kabut putih yang semakin tebal membuat wajah wanita penyihir itu tersamarkan. Tubuh Clara membeku saat mendengar perkataan itu. "real curse? Wait! do not go!"
Saat Clara hendak bertanya lebih lanjut, tiba-tiba kabut putih muncul makin tebal. Wanita penyihir itu turut menghilang bersamaan sinar putih yang tiba-tiba membangunkan Clara dari dunia alam bawah sadar.
Sebenarnya apa maksud wanita penyihir itu? Kenapa ia mendatangi Clara dan membawanya ke dunia fantasi? Lalu, apa ada sesuatu yang disembunyikan darinya terkait kejadian delapan tahun yang lalu?
Delapan tahun yang lalu, berarti saat itu usia Clara masih sepuluh tahun. Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi soal delapan tahun yang lalu, ya?
__ADS_1